Sistem Daring belum Maksimal

mimbarumum.co.id – Pembelajaran di sekolah menggunakan sistem daring dan luring selama pandemi Covid-19 dirasakan belum maksimal.

Pasalnya, guru kesulitan menilai prestasi siswa dan guru pun sangat capek mengajar tanpa adanya komunikasi langsung dengan siswanya. Untuk itu dibutuhkan sinergitas peran orang tua dan siswa dengan guru.

“Ya memang, guru kita sulit menentukan siswa berprestasi dan penilaian guru bersifat objektif dan sekedarnya,” kata Kepala SMKN 7 Medan Dra Asli Sembiring, Jumat (16/10/2020).

Untuk itulah peran guru bidang studi dituntut memiliki kejelian dalam melakukan penilaian siswanya.

Baca Juga : Peluang Usaha Hydroponic Jadi Berkah di Pandemi Covid-19

“Semua guru selalu memberikan tugas pekerjaan rumah (PR) kepada siswa, walaupun para belajar dari rumah. Dari situ akan diketahui apakah siswa itu berprestasi atau malas belajar,” katanya.

Walaupun hasil penilaian itu diperoleh dari belajar daring, tapi katanya hal itu belum maksimal. Sebab untuk penilaian sikap dalam pendidikan karakter tak mungkin diperoleh dari siswa mengingat sejak awal tahun ajaran baru 2020 lalu, semua siswa sudah tidak masuk ke sekolah belajar tatap muka dan hanya belajar dari rumah saja.

Lanjut Kasek, SMKN 7 mempunyai hampir 2.000 jumlah siswanya kalau 700 siswa saja datang ke sekolah bisa menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, pihaknya menunggu kurikulum masa pandemi yang mulai diterapkan rencananya di Januari 2021.

Seperti di SMKN 7 tambahnya, sebanyak 68 orang siswanya harus datang ke sekolah menggunakan komputer dikarenakan ketiadaan HP Android untuk mengikuti belajar daring dan luring. Hal ini juga menjadi masalah karena kemampuan ekonomi orang tua dan siswa yang terbatas saat pandemi Covid-19 ini.

Dengan kontrak pembelajaran, semua siswa harus melaporkan tugas belajar dan para orang tua harus mengetahui kondisi siswanya selama belajar dari rumah. Sekolah juga tidak dibebankan dalam penuntasan kurikulum 100 persen dan jika tak tercapai.

Reporter : Mhd Nasir
Editor : Dody Ferdy