Peluang Usaha Hydroponic Jadi Berkah di Pandemi Covid-19

mimbarumum.co.id – Untuk kali pertama, Bobby Nasution menjadi host program podcast bertajuk PSBB (Podcast Santai Bareng Bobby).

Nara sumber pertama yang diajak ngobrol santai oleh Bobby adalah pemilik Shifa hydroponic, pasangan suami istri Raden dan Rahmayeti. Untuk urusan hydroponic di Kota Medan, kedua nama ini cukup tenar.

Ya, hydroponic adalah salah satu usaha pertanian yang bisa dilakukan di lahan yang terbatas dengan media tanam sederhana. Yang utama, hasil panen tanaman hydroponic ini dikenal higienis tanpa pestisida.

“Coba dijelaskan bagaimana awalnya pak Raden dan Bu Yeti memutuskan memulai hydroponic?” tanya Bobby selaku host.

Baca Juga : Malam Ini, Panwas Medan Timur Pleno Pelanggaran Kampanye Akhyar Nasution

Ternyata usaha pasangan ini sudah berjalan enam tahun. “Kami otodidak tidak ada basic pertanian tapi suka menanam. Kemudian kami berpikir bagaimana bisa bercocok tanam di lahan sempit di pekarangan rumah. Akhirnya coba browsing dan ketemu teknik hydroponic ini,” terang Yeti.

Bermula dari bertanam di halaman rumah yang awalnya tempat jemuran pakaian, kini seluruh halaman hingga rumahnya telah dijadikan wadah tanam hydroponic.

“Halaman depan, samping, belakang hingga lantai dua rumah telah kami manfaatkan untuk hydroponic,” lanjut Yeti.

Setelah enam tahun, tak hanya sukses menjadi petani hydroponic, Yeti dan suaminya Raden sudah bisa membuat 12 turunan produk hasil sayuran hydroponic. Dan hasil produk turunan itu bahkan telah dijual hingga luar pulau Sumatera.

“Produknya ada kangkung rendang, kangkung arsik dan lainnya. Kangkung itu kami oleh sedemikian rupa hingga mirip daging, kemudian dibumbui rendang dan dikemas,” kata Yeti.

Di tengah pandemi, tanya Bobby apakah bisnis hydroponic ini bisa bertahan?

Ternyata justru saat wabah begini menjadi berkah tersendiri bagi petani termasuk hydroponic.

“Tapi tetap harus inovasi di marketing. Sudah saatnya kita paham bahwa digital marketing sangat membantu saat ini,” timpal Raden.

Hal itu kemudian digarisbawahi oleh Bobby, bahwa kepada pelaku usaha agar berinovasi untuk tetap survive di segala keadaan. (Rel)

Editor : Dody Ferdy