mimbarumum.co.id – Forum Guru Alumni HMI (FG Alumni HMI) Sumatra Utara menggelar agenda dadakan “Kopi Darat”, Sabtu (3/10/2026). Bertempat di Aula Dinas PMD & Dukcapil Provinsi Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, kegiatan yang biasa secara virtual Zoom dan kali ini melalui tatap muka mengusung tema besar “Menakar Pondasi Masa Depan: Mengapa Karakter Melampaui Uang, Pengetahuan, & Teknologi?”.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus diskusi strategis bagi para guru yang merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Acara dibuka secara resmi oleh pewara, Jamal Husein Harahap (Kepala SMP N 38 Medan, Alumni HMI Komisariat FPBS IKIP Medan), dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Asron Batubara (Kepala SMK N 1 Beringin) dan pembacaan doa oleh Armansyah Harahap (KTU UPT Dinas Sosial Sumut).
Dalam sambutannya, M. Suib Sitorus (Asmun Setda Provsu & Plt Kadis PMD-Dukcapil Pemprovsu) selaku tuan rumah, memberikan apresiasi atas inisiatif forum ini. Ia menekankan pentingnya peran guru alumni HMI dalam membangun karakter generasi muda di tengah tantangan zaman.
Memasuki acara inti, diskusi dipandu moderator Alpian Hutauruk (Sekdis Perpustakaan & Arsip Pemprovsu). Pemantik diskusi, Imam Kusnodin (Kepala SMA CT Foundation Deliderdang), menyampaikan materi yang sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Dalam paparannya, Imam menegaskan bahwa karakter adalah fondasi utama yang melampaui uang, pengetahuan, dan teknologi.
“Mengapa karakter melampaui uang, pengetahuan, dan teknologi? Karena tanpa karakter, semua potensi tersebut bisa menjadi bumerang. Uang tanpa karakter melahirkan keserakahan, pengetahuan tanpa karakter menciptakan individu yang manipulatif, dan teknologi tanpa karakter bisa disalahgunakan,” tegas Imam Kusnodin di hadapan para peserta.
Ia juga mengutip berbagai pandangan tokoh dunia, termasuk UNESCO, yang menyebut karakter sebagai fondasi kesuksesan berkelanjutan, serta mengutip Nelson Mandela yang menekankan bahwa pendidikan sejati adalah tentang menjadi pribadi yang baik.
Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk mendiskusikan pertanyaan pemantik, seperti bagaimana menyeimbangkan penilaian karakter dengan tuntutan target performa, serta apa tantangan terbesar menjaga integritas moral di era disrupsi digital.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok yang berlangsung dinamis. Para peserta yang terdiri dari berbagai komisariat HMI, seperti FPMIPA IKIP Medan, FPIPS IKIP Medan, FBS IKIP Medan (IKIP Medan bertransformasi menjadi Universitas Negeri Medan), dan Universitas Islam Negeri Sumatra Utara, aktif bertukar pikiran. Diskusi ini menghasilkan kesimpulan bahwa karakter adalah syarat mutlak agar uang, pengetahuan, dan teknologi tidak menghancurkan peradaban.
Kegiatan “Kopi Darat” ini ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Forum Guru Alumni HMI berharap agenda ini dapat terus menginspirasi para pendidik untuk tidak hanya mengejar capaian akademis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan empati kepada peserta didik. “Karakter Kuat, Generasi Hebat, Indonesia Maju,” pungkas panitia.
• Suyadi San


