mimbarumum.co.id – Sungguh malang nasib seorang pria yang diduga mengalami perencanaan pembunuhan di Jalan Tanjung Raya/ Veteran Pasar VI, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan, Deliserdang, hingga kini (5/8/2022) belum mendapatkan keadilan.
Pria berinisial TZ (53) tersebut diduga dianiaya secara bersama-sama pada Rabu (6/7/2022) lalu.
Kepada wartawan, TZ mengatakan bahwa di mana pada saat itu ia sedang istirahat atau tidur di kediamannya di Jalan Tanjung Raya/Veteran Pasar VI, Desa Manunggal Kecamatan Labuhan, Deli Serdang, Sumatera Utara.
“Saat saya istirahat itulah orang-orang datang menculik saya. Mereka mengeroyok atau menganiaya saya ramai-ramai, sekitar 50 puluh orang ada. Saya dipukul, ditendang, dan dihabisi sama mereka hingga saya pingsan,” ucap TZ pada Kamis (5/8/2022).
“Saat saya sadari, ternyata saya sudah berada di Polsek Labuhan dan Polres Belawan dengan bersimbah darah. Ironisnya, pihak kepolisian malah membiarkan dan menyuruh saya pulang untuk berobat terlebih dahulu,” lanjutnya.
Dipaparkannya, karena sakit menahan luka luar dan luka dalam yang parah tersebut, TZ memutuskan untuk menjalani perobatan ke sana ke mari
“Akibat mereka menganiaya dan ingin membunuh saya jadinya saya harus menahankan sakit yang parah. Jantung saya juga sudah tidak berfungsi dengan baik lagi, saya ke RS Pirngadi tapi mereka menolak mungkin karena sudah terlalu parah, lalu saya dibawa ke RS Adam Malik untuk menjalani perobatan,” imbuhnya.
Tak tinggal diam, meski dalam kondisi sakit, TZ pun membuat laporan ke Polres Belawan, namun tidak ditanggapi dan akhirnya melaporkan ke Polda Sumatera Utara dengan Rujukan Laporan Polisi Nomor: LP/B/VII/2022/SPKT/POLDA SUMUT, tanggal 11 Juli 2021 tentang terjadinya tindak pidana Penganiayaan yang dilakukan secara beesama-sama atas nama Pelapor TOROZIDUHU ZEGA, SPI.
Ia berharap pengungkapan tindak pidana penganiayaan ini dapat menjadi atensi Presiden, Kapolri, Kapoldasu dan Kapolres.
“Saya memohon kepada Bapak Presiden, Kapolri, Kapoldasu, dan Kapolres dapat mengungkap kasus ini dan memberi keadilan untuk saya. Karena saat ini untuk bernfas saja saya sudah sesak dan jantung saya sakit akibat ulah pelaku penganiaya tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Belawan, AKBP Faisal Simatupang dikonfirmasi awak media via selular pada Jumat (5/7/2022) terkait kelanjutan korban penganiayaan secara beramai-ramai hingga pingsan belum berkomentar hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi.
Reporter : Rasyid Hasibuan


