Peragaan Busana Meriahkan MoU SMKN 10 dan DUDI

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Rasa bangga dan apresiasi kepada siswi dilontarkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Dr Asren Nasution MA saat menyaksikan Penandatanganan MoU SMK Negeri 10 Medan dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

“Saya kagum siswi bisa menghasilkan karya merancang busana yang bisa dijual kepada masyarakat. Hasil inovasi dan kreasi siswa ini membuktikan kalau lulusan SMK unggul dan siap kerja,” kata Asren Nasution pada Educate to Elevate SMKN 10 Medan Berdiferensiasi Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, Selasa (10/1/2023).

Hadir pada kegiatan tersebut Kacabdis Medan Selatan Drs R Zuhri Bintang MAP, Kepala SMKN 10 Medan Julpiner Simanungkalit SPd, pelaku DUDI se kota Medan, para kepala SMKN dirangkai dengan peragaan busana, parade rias tata kecantikan dan pameran hasil karya siswa dan guru berlangsung meriah.

Kadisdiksu menilai kegiatan ini sangat bagus dan luar biasa serta layak tampil di tingkat nasional dan perlu publikasi agar prestasi siswa itu dikenal oleh masyarakat. “Kita harapkan kepala sekolah agar mempublikasikan kegiatan siswa dan menjadi kebanggaan siswa,” katanya.

Asren terus mendorong sekolah agar hasil kegiatan inovasi siswa itu diketahui masyarakat bahwa lembaga pendidikan dapat bermanfaat kepada semua pihak. Sekolah hendaknya tidak tertutup dan kepala sekolah harus berperan aktif mempublikasikan kegiatan di sekolahnya kepada masyarakat.

Untuk itu, Kadisdiksu berencana akan mengadakan gebyar inovasi siswa dan pameran pendidikan raksasa di Gedung Serbaguna Astaka Pemprovsu pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2023. Semua even dan prestasi siswa akan ditampilkan di acara tersebut.

“Kegiatan ini dimaksudkan kepada publik bahwa anak didik ini benar-benar sekolah, guru betul mengajar dan kepala sekolah juga benar memimpin sekolahnya. Bukan mudah guru mengajar di sekolah dan untuk itu pula hasil inovasi dan prestasi siswa. Masyarakat harus mengetahui bagaimana siswa bisa merancang busana. Mungkin juga pakaian di mall itu kreasi siswa yang patut diketahui masyarakat,” jelasnya.

Kelemahan saat ini lanjut Asren, karena belum bisa memberikan merek dagang tertentu disebabkan belum adanya aturan yang dikeluarkan oleh Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) Provsu.

Sehingga jika telah ada Pergub di BLUD maka sekolah bisa menjadi dunia usaha, selama ini sekolah menjadi dunia pendidikan. Kedepannya, anak didik belajar sejahtera dan sekolah menjadi dunia usaha.

Pada kesempatan itu, Asren menyampaikan apresiasi terhadap DUDI yang telah bekerjasama dengan SMKN 10 Medan. Melalui hubungan baik dengan pelaku usaha maka siswa bisa terampil dan mampu bekerja setelah menyelesaikan sekolahnya.

Sementara itu Kepala SMKN 10 Medan Julpiner Simanungkalit melaporkan terdapat 40 pelaku usaha DUDI yang menjalin kerjasama. Yang paling menggembirakan beberapa pelaku usaha merupakan alumni SMKN 10 Medan yang membuka usaha salon kecantikan dan tata rias dan sebagainya.

“Dukungan baik alumni, Cabang Dinas Medan Selatan dan Dinas Pendidikan Provsu untuk kemajuan pendidikan di SMKN 10 ini yang sangat besar memberikan perhatiannya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kadisdiksu Asren Nasution, Kacabdis Medan Selatan R Zuhri Bintang yang terus memotivasi sekolah ini dan apresiasi kepada 40 pelaku usaha DUDI yang berkenan melakukan MoU dengan sekolah ini,” katanya.

Reporter : M Nasir

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Mahasiswa Baru FH UMSU Dituntut Kemandirian dan Tanggung Jawab Menentukan Masa Depan

mimbarumum.co.id - Sekitar 700 mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus...