mimbarumum.co.id – Sekitar 700 mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di halaman Kampus Utama UMSU.
Bukan sekadar seremoni penyambutan, PKKMB menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa memasuki perguruan tinggi berarti memasuki fase kehidupan yang berbeda. Status sebagai mahasiswa membawa kebebasan sekaligus tanggung jawab yang lebih besar dalam menentukan arah pendidikan dan masa depan.
Dekan FH UMSU, Assoc. Prof. Dr. Zainuddin, S.H., M.H., saat memberikan sambutan di hadapan ratusan mahasiswa baru Fakultas Hukum UMSU sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan FH UMSU, di antaranya Wakil Dekan I Dr. Benito Asdhie Kodiyat S.H M.H serta Wakil Dekan III Assoc. Prof. Dr. Atikah Rahmi, S.H M.H.
Selain itu, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan para kepala bagian, kepala laboratorium, Kepala Tata Usaha beserta jajaran yang akan mendukung proses pendidikan mereka selama menempuh studi di FH UMSU.
Di hadapan mahasiswa baru, Zainuddin mengawali pesannya dengan mengajak mereka mensyukuri kesempatan yang telah diperoleh untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke FH UMSU merupakan sebuah kesempatan yang tidak dimiliki oleh seluruh lulusan SMA atau sederajat. Banyak anak seusia mereka yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan, namun tidak seluruhnya memiliki kesempatan dan kemampuan untuk duduk di bangku perguruan tinggi.
“Kalian semua punya kemauan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, tetapi juga punya kemampuan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Kemampuan itu banyak hal, bukan hanya soal kemauan dan semangat, tetapi faktor ekonomi juga amat sangat menentukan,” katanya.
Zainuddin mengaku sebagai pimpinan fakultas dirinya kerap berhadapan dengan persoalan mahasiswa yang harus mengundurkan diri atau berhenti kuliah karena berbagai faktor. Karena itu, ia meminta mahasiswa baru tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan untuk menempuh pendidikan tinggi.
Di sisi lain, dekan juga meminta mahasiswa meluruskan niat sejak awal. Menurutnya, kuliah bukan sekadar kesempatan untuk meninggalkan kampung halaman, tinggal di Kota Medan, atau terbebas dari pengawasan orang tua.
Zainuddin kembali mengingatkan mahasiswa baru FH UMSU bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas kampus, dosen, maupun lingkungan akademik, tetapi sangat bergantung pada kesungguhan mahasiswa dalam menjalani proses.
“Semakin banyak kalian berkeringat dalam hidup ini, maka semakin sedikit kalian berdarah dalam kehidupan kalian. Berkeringatlah untuk mencari ilmu pengetahuan agar ketika pengetahuan itu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, kalian bisa menjalankannya sesuai dengan apa yang kalian cita-citakan,” pesannya.
Bagi sekitar 700 mahasiswa baru FH UMSU yang mengikuti PKKMB 2026, hari itu bukan sekadar menjadi awal mengenal lingkungan fakultas. Hari tersebut menjadi titik awal perubahan status, dari siswa menjadi mahasiswa, sekaligus awal perjalanan panjang untuk meraih gelar sarjana hukum dan membangun masa depan.
Di kampus inilah mereka akan belajar membaca hukum, memahami keadilan, mengasah keberanian berpikir kritis, berorganisasi, membangun jaringan, sekaligus belajar bertanggung jawab atas pilihan yang mereka ambil sendiri.
Reporter : M Nasir


