mimbarumum.co.id – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sumatera Utara mendesak pemerintah pusat agar segera membuka pintu bantuan internasional untuk menangani bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Aceh.
Desakan ini disampaikan langsung Ketua PW Parmusi Sumut, Dr. Ali Amran Tanjung, S.H., M.Hum, menyusul kondisi kemanusiaan yang dinilai kian mengkhawatirkan.
Ali Amran menilai penanganan bencana banjir bandang di Aceh sejauh ini belum sebanding dengan besarnya kerusakan dan penderitaan masyarakat. Banyak wilayah masih terisolasi, akses logistik terbatas, dan sebagian korban belum sepenuhnya terjangkau tim penyelamat.
“Pemerintah harus segera membuka pintu bantuan internasional. Ini soal kemanusiaan. Jika penderitaan rakyat dibiarkan berlarut, dampak sosialnya bisa sangat serius,” tegas Ali Amran dalam pernyataannya.
Tokoh ini juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang konflik. Karena itu, menurutnya, negara tidak boleh abai terhadap penderitaan masyarakat di daerah tersebut.
“Masyarakat Aceh tentu tidak menginginkan konflik. Tapi jika mereka merasa ditinggalkan dan terus menderita, bukan tidak mungkin luka lama akan kembali terbuka,” ujarnya.
Ia menekankan, kehadiran negara secara cepat dan nyata menjadi kunci menjaga kepercayaan publik, terutama di wilayah yang memiliki pengalaman historis sensitif.
Urgensi Bantuan Internasional
Lebih lanjut Ali Amran yang juga Wakil Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) mengatakan bantuan internasional sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan darurat.
Diantaranya dalam upaya menjangkau korban yang belum terselamatkan, membuka akses ke wilayah terisolasi, mempercepat distribusi logistik dan layanan kesehatan serta mencegah potensi wabah penyakit dan krisis pangan pasca bencana.
“Kita tidak ingin korban bertambah hanya karena keterlambatan bantuan atau keterbatasan sumber daya,” ucapnya.
Dia juga mendesak pemerintah pusat agar meningkatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sekaligus membuka ruang kerja sama kemanusiaan dengan negara sahabat dan lembaga internasional.
Parmusi, tambahnya berharap Presiden Prabowo Subianto segera mengambil keputusan strategis untuk membuka akses bantuan internasional dan memaksimalkan penanganan bencana, demi mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.
Reporter: Ngatirin


