Oleh: Yanti Ummu Namira
Keracunan massal akibat MBG bukan lagi insiden teknis, menunjukkan kegagalan negara secara sistemik. Terjadi di beberapa daerah seperti Sumut, Sidoarjo, Rembang, Nganjuk, Jombang. Total korban selama 3 hari mencapai 2.000 orang September 2026. Sejak MBG diluncurkan, total korban keracunan mencapai 50.000 orang. Angka ini menunjukkan lalainya pemerintah dalam pengawasan MBG. Apakah ini dikatakan makanan bergizi?
Sudah seharusnya pemerintah langsung turun ke lapangan melihat kondisi dapur, cara memasak dan penyajiannya, jadi tidak hanya mengandalkan mendengar laporan dari Menteri. Sampai sekarang ini masyarakat masih marah dan kecewa dengan adanya program MBG. Bagaimana tidak, anggarannya tidak main-main yaitu Rp325 T. Dengan angka begitu besar, dari mana dana tersebut? Rakyat yang akan membayarnya melalui pajak. Mungkin kalau diuangkan per bulan, 1 keluarga akan mendapatkan Rp6 juta rupiah.
Tidak perlu repot pemerintah memberikan makanan gratis kepada anak sekolah, tetapi berikan uang kepada orang tuanya agar dapat dikelola dengan baik dengan menyajikan makanan 4 sehat 5 sempurna. Dengan begitu anak-anak akan lebih sehat dan fokus belajar.
Adanya MBG ini sebenarnya tidak masalah asalkan dikelola dengan baik, yaitu menghadirkan ahli gizi untuk menilai standar kelayakan makanan sehat dan bergizi. Setiap dapur harus diperiksa sesuai standar SOP. Begitu juga cara mencuci sayur dan daging itu harus betul-betul bersih. Setiap program yang direncanakan sesuai SOP pasti tidak akan ada yang bermasalah.
Jangan karena cuan program ini menjadi bisnis untuk memperoleh keuntungan bagi pengelola sehingga berjalan dan mengorbankan puluhan bahkan ribuan anak. Ini jadi PR untuk pemerintah agar setiap program yang akan diluncurkan jangan sampai menjadi bisnis bagi pengelola. Harus diteliti dulu sebelum diberikan kepada rakyat. Jangan rakyat yang selalu jadi korban atas program pemerintah.
Anak-anak bangsa kita, kalau ingin bangsa ini kuat untuk 20 tahun ke depan, maka negara harus menjaga mereka karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Seperti Negeri Malaysia, di sana setiap anak akan mendapatkan santunan per bulannya tergantung tingkat sekolah, TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Bahkan ketika melirik negeri Malaysia, penduduknya sangat sedikit tetapi mampu mensejahterakan rakyatnya.
Begitu juga dengan negeri Singapura, tidak tanggung-tanggung setiap anak yang baru lahir akan mendapatkan santunan sebanyak 1 M. Seharusnya ini menjadi tamparan keras bagi Indonesia yang dijuluki Negeri Zamrud Khatulistiwa, dan negeri sebagai Heaven on Earth.
Banyak kecacatan dari program MBG yang tidak berjalan memenuhi standarisasi kesehatan sebagaimana mestinya. Seorang dokter yang meneliti makanan gratis ini, dibawa ke laboratorium, ternyata hasilnya terdapat bakteri di dalam makanan tersebut, yaitu E. coli, ada juga Salmonella. Bakteri E. coli ini berasal dari kotoran. Pertanyaannya, kok bisa di dalam makanan terdapat kotoran? Ini bukan lagi makanan sehat bergizi tetapi makanan beracun. Sangat disayangkan ketika kasus ini sangat serius tetapi lamban dalam penanganannya. Begitu banyak korban yang berjatuhan setelah menyantap MBG.
Indonesia dengan SDA yang begitu melimpah pasti bisa mensejahterakan rakyatnya asalkan dikelola oleh negara dengan baik dan tidak bergantung kepada swasta dan asing. Begitu juga SDM, begitu banyak anak bangsa yang cerdas dan punya kompetensi dan keahlian. Ketika negara memberikan kesempatan dan peluang menunjukkan kepada dunia, tenaga ahli tersebut oleh negara diberikan bayaran dengan akad yang disepakati oleh kedua pihak. Dengan penghargaan yang besar, memajukan negaranya. Tidak perlu lagi harus impor orang luar untuk menangani negara ini. Mereka dibayar besar sebagaimana mestinya oleh negara dari kas negara yang diperoleh dari SDA yang dikelola sesuai dengan pandangan Islam.
Islam memberikan solusi yang terbaik yaitu dengan aturan yang sempurna, Al-Qur’an dan As-Sunnah. Setiap ayah akan diberikan pekerjaan sesuai keahliannya. Contoh berwirausaha, ketika rakyat tidak memiliki modal untuk usaha maka negaralah yang akan memberikan bantuan dana untuk berjualan. Atau bagian industri, jadi setiap pabrik negaralah yang akan meng-handle pabriknya dan memberikan peluang pekerjaan untuk para ayah.
Bagi seorang laki-laki yang tidak mampu bekerja seperti lumpuh atau lansia, maka negara akan memberikan santunan tiap bulannya, baik itu berupa uang atau sembako. Setiap anggaran yang dibelanjakan untuk rakyat akan dikeluarkan melalui kas negara (Baitul Mal), fa’i, jizyah dan SDA migas dan nonmigas, hasil hutan, laut, dan tanah yang menganggur tidak boleh dibiarkan.
Negara tidak membiarkan tanah yang dimiliki individu yang luas tidak dikelola, maka negara akan merampas, mengambil alih untuk diberikan kepada rakyat untuk dikelola. Tidak ada lagi rakyat yang tidak punya pekerjaan dan menganggur.
Dalam Islam setiap masalah akan diberikan solusi yang terbaik dan tepat. Tidak mengulur waktu. Pemimpin itu ibarat sebagai penggembala. Ketika ada rakyatnya yang kelaparan dan kesusahan maka pemimpinnya yang harus bergerak cepat, bukan dengan pencitraan. Maka setiap kebijakan yang dapat menyusahkan rakyat akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Seperti doa Nabi Muhammad SAW.
Ya Allah, siapa yang mengurusi urusan umatku lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Dan siapa yang mengurusi urusan umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya. (HR. Muslim).
Menjadi seorang pemimpin itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh rakyat yang ia pimpin, tidak berdasarkan hawa nafsu melainkan dengan takwa. Ketika negeri ini tunduk pada aturan Sang Pencipta maka akan turun keberkahan dari langit dan bumi.
Kebahagiaan dan keberkahan tidak hanya dirasakan bagi umat Islam akan tetapi kesejahteraan dan keadilan, karena mereka percaya hanya Islam aturan yang paling sempurna. Oleh sebab itu, sudah saatnya umat kembali kepada jalan yang benar yaitu berislam kaffah yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin pertama umat Islam di Kota Madinah.
Beliau menerapkan sistem politik Islam sehingga Islam tersebar luas di seluruh dunia, sebagaimana sejarah telah mencatat bahwa Islam telah berkuasa selama 13 abad yang sudah terbukti kemajuan dan kesejahteraan yang dirasakan oleh umat, baik muslim maupun nonmuslim. Betapa mulianya Islam, sehingga yang beragama Kristen berbondong-bondong masuk ke agama Islam tanpa paksaan.
Maka itu, jangan pernah meragukan kemuliaan Islam yang sudah Allah sempurnakan dari agama-agama yang terdahulu.
Wallahu a’lam.


