Anggota Komisi VIII DPR Husni Minta Istitha’ah Haji dan Petugas Medis Diperhatikan

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, H.M. Husni, S.E M.M., bersama Kementerian Haji (Kemenhaj) Sumut mengadakan Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2027 di Hotel Grand Jamee Medan.

Acara tersebut juga menampilkan pembicara Kabid Haji Kanwil Kemenhaj Sumut Dr H Torang Rambe diikuti seratusan peserta berasal dari unsur pimpinan KBIH, ormas islam, pimpinan majelis taklim berjalan sukses, Minggu (28/6/2026).

Acara tersebut membahas evaluasi pelayanan dan strategi peningkatan kualitas bagi jemaah dan terkait pemeriksaan kesehatan haji (Istitha’ah).

Dalam sosialisasi tersebut, Husni menyatakan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan sukses dan apresiasi terhadap pelayanan haji Embarkasi Medan yang dinilai sangat siap melayani jemaah, termasuk fasilitas untuk lansia. 

Rangkaian tes kesehatan berkala yang wajib dijalani jemaah untuk menentukan status kelayakan medis berangkat. Seperti Medical Check Up (MCU): Pemeriksaan laboratorium dan radiologi menyeluruh (seperti cek darah, fungsi ginjal, rontgen) yang dilakukan saat skrining. 

Begitu pula Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Tim khusus kloter yang terdiri dari dokter dan perawat yang mendampingi jemaah. Selain itu Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dari tenaga medis yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada jemaah selama di tanah suci. 

Karenanya tambah Husni, Istitha’ah kesehatan haji ini merujuk pada syarat kemampuan fisik dan mental jemaah haji yang diukur melalui pemeriksaan medis agar dapat menjalankan ibadah haji tanpa membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. 

Selama musim haji 2026 tambah Husni, jadi masalah penanganan kesehatan serius pemerintah. Petugas medis harus kerja ekstra berat khususnya tim medis hanya ada 2 orang jadi mestinya ditambah menjadi 4 orang untuk melayani 360 orang jamaah.

“Komisi VIII DPR akan melakukan evaluasi mengusulkan kepada Kemenhaj Pusat agar menambah tenaga-tenaga kesehatan karena jumlah jamaah dengan petugas kesehatan sangat tidak sesuai,” jelasnya.

Husni bersyukur jumlah jamaah haji yang wafat relatif kecil. “Harapannya tentunya haji 2027 harus lebih baik daripada haji 2026 terutama tingkat yang meninggal harus lebih rendah,” ujarnya.

Politisi Fraksi Gerindra ini juga menyoroti penurunan kuota jemaah haji Sumatera Utara yang mengalami pengurangan sebesar 2.000 lebih jemaah akibat penyesuaian waktu tunggu yang kini mencapai 26 tahun. 

Kedepan sosialisasi jangka panjang menekankan pentingnya persiapan lebih awal untuk penyelenggaraan musim haji tahun depan guna mengantisipasi kendala teknis dan logistik.

Reporter : M Nasir

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

UINSU Medan Kukuhkan Pengurus Forum Alumni Periode 2024-2027

mimbarumum.co.id - Gedung H. Anif Lantai 3 Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan di Jalan IAIN Sutomo...