Sabtu, Juli 27, 2024

Terkait UKT, Rektor USU dan Perwakilan Mahasiswa Dialog Terbuka

Baca Juga

mimbarumum.co.id – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menggelar dialog terbuka dengan perwakilan mahasiswa yang berhimpun di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Kamis (15/5/2024) sore di Gedung Digital Learning Center Building (DLCB) Biro Rektor USU Lantai 1. Dalam dialog tersebut, Rektor USU memaparkan terkait dengan penyesuaian uang kuliah tunggal (UKT) mulai dari dasar hukumnya, mekanisme dan peruntukkannya.

Rektor Prof. Muryanto Amin menjelaskan, bahwa kenaikan UKT merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) No. 2 Tahun
2024. Penyesuaian UKT tak bisa dihindarkan karena ada gap/kesenjangan antara kebutuhan biaya kuliah per mahasiswa dengan sumber pendanaan yang tersedia.

“Dari mana sumber pendanaan itu? Yakni di antaranya APBN, kerja sama seperti dana-dana CSR, pemanfaatan aset universitas dan masyarakat seperti UKT, hibah, beasiswa
serta dana abadi.

Kesenjangan itu diperkecil dengan penyesuaian UKT yang dilakukan dengan prinsip keadilan atau orang yang mampu secara ekonomi memberikan bantuan lebih kepada yang
kurang mampu,” ujarnya.

Prof. Mury menekankan, kendati terdapat penyesuaian namun USU berkomitmen dan berprinsip bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang putus kuliah karena tidak mampu membayar UKT.

Karenanya, Rektor USU mengajak mahasiswa, khususnya BEM menjadi mitra untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam proses verifikasi penetapan UKT yang diterapkan kepada mahasiswa baru tahun ajaran 2024.

Pada kesempatan tersebut, Rektor USU turut memaparkan alur penentuan UKT pada setiap mahasiwa kepada pengurus BEM universitas dan fakultas serta awak media yang hadir
dalam dialog tersebut.

Adapun alur pertama pengisian UKT dimulai dari pengisian data serta input berkas yang dilakukan mahasiswa pada laman registrasi.usu.ac.id. Kemudian pengisian data
ekonomi mahasiwa, orangtua, dan atau wali yang membiayai di laman uktdatareg.usu.ac.id.

Selanjutnya sistem mengeluarkan kelompok UKT berdasarkan data total penghasilan yang diisi mahasiswa dengan rumus: a) jumlah penghasilan yang bias dialokasikan untuk
pembayaran UKT per semester yaitu total penghasilan x17,5 persen x 6 bulan, apabila mahasiswa tersebut satu-satunya yang kuliah dalam satu keluarga.

Total penghasilan x 12,5% x 6 bulan, apabila mahasiswa tersebut memiliki 1 (satu) orang saudara kandung yang kuliah dalam satu keluarga. Total penghasilan x 10% x 6
bulan, apabila mahasiswa tersebut memiliki 2 (dua) orang atau lebih saudara kandung yang kuliah dalam satu keluarga. b) Sistem memilih level UKT yang paling dekat
dengan jumlah alokasi penghasilan sebagaimana pada huruf a penghasilan.

Setelahnya, tim verifikasi memeriksa keaslian, keakuratan data dukung, dan kesesuaian kelompok UKT yang ditentukan sistem. Lalu kemudian ditentukan besaran UKT setiap
mahasiswa melalui rapat pleno yang diupload ke dalam sistem. Sampai di sini, mahasiswa atau orangtua kemudian mendapat informasi tentang besaran UKT yang harus
dibayarkan.

“Apabila ada mahasiwa atau orangtua yang keberatan terhadap nilai UKT yang dibebankan, USU juga membuka peluang untuk banding.

Pengaduan mahasiswa atau orangtua dilakukan dengan datang langsung ke Unit Layanan Terpadu (ULT) Lantai 1 Biro Rektor USU. Akan ada petugas helpdesk khusus UKT yang
akan membantu memberi penjelasan serta mekanisme banding,” ujarnya.

Tim verifikasi, imbuhnya, akan mengelompokkan aduan ke dalam dua kelompok. Pertama adalah aduan yang dinilai tidak layak untuk diselesaikan pada awal semester dan
aduan yang haru diselesaikan segera.

Pada delik aduan pertama, direkomendasikan untuk diajukan pada saat dibukan banding UKT untuk pembayaran UKT semester 3. Namun untuk yang membutuhkan tindak lanjut
segera, tim verfikasi akan mengajukan kepada rektor permohonan antara lain: reset ulang registrasi UKT, verifikasi tingkat lanjut berupa wawancara, penyampaian video
profile atau verifikasi dan validasi lapangan, pleno peninjauan kembali tarif UKT, penyampaian hasil pleno kepada rektor untuk ditetapkan dalam Keputusan Rektor lalu
upload hasil pleno/keputusan rektor pada sistem.

“Jadi USU membuka selebar-lebarnya peluang untuk banding demi asas transparansi dan berkeadilan. Meskipun demikian, ada beberapa kasus yang ditemukan orangtua atau
mahasiswa banyak yang memalsukan data-datanya. Disitulah fungsi verifikator untuk memvalidasi data agar apa yang disampaikan sesuai dengan realita di lapangan,” ujar
Prof. Mury.

Sementara menampung aspirasi mahasiswa terkait adanya mahasiswa yang salah dalam penetapan UKT-nya, USU mengajak perwakilan BEM untuk berkolaborasi dan bersinergi
dengan memberikan data-data mahasiswa yang merasa tidak pas nilai UKT-nya. Bahkan Rektor USU secara terbuka mengundang mahasiswa untuk menjadi volunter (relawan)
verifikator untuk mengetahui langsung bagaimana mekanisme verifikasi dilakukan.

Menanggapi isu terkait sarana dan prasarana di USU, Prof. Mury menjelaskan bahwa pembangunan USU, selama ia menjabat telah mengalami perbaikan yang signifikan.
Meskipun diakui belum merata dan menyeluruh akibat dari terbatasnya sumber dana.

Rektor menegaskan, bahwa pembangunan di USU yang dilakukan secara bertahap telah mulai terlihat. Seperti di antaranya Gedung DLCB, smart classroom di Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Pertanian (FP), Studio Arsitek berstandar internasional, taman dan
pedestarian di sejumlah fakultas, laboratorium di Farmasi dan Kimia serta pembangunan gedung kemahasiswaan.

“Tidak hanya berhenti sampai di situ, USU ke depan juga akan membangun kantor pusat pelayanan dengan standar internasional, student center, Gedung TALENTA USU, UMKM
Square, kantin yang nyaman dan sehat di sejumlah titik, laboratorium penelitian terpadu, Sport Science dan Hotel USU.Semua pembangunan itu diperuntukkan untuk
peningkatan kualitas pembelajaran, pengabdian dan penelitian di USU. Sebab sebuah kampus dikatakan baik bila dosen dan mahasiswa memiliki kualitas yang baik. Baiknya
kualitas dosen dan mahasiswa ditunjang dengan fasilitas yang memadai,” ujar Prof. Mury.

Prof. Mury pada kesempatan itu juga mengajak kepada mahasiswa untuk lebih peduli pada kualitas peningkatan soft skillnya, memberi masukan yang konstruktif serta
memiliki visi ke depan untuk bersama dosen serta pimpinan fakultas serta universitas membangun sinergi demi kemajuan bersama. Karenanya, Rektor USU akan mengagendakan untuk secara rutin membuat forum rektor dengan mahasiswa setiap tiga bulan sekali.

Ketua BEM USU Aziz Syahputra mengapresiasi dan berterimakasih kepada Rektor USU Prof. Muryanto Amin yang bersedia memberi ruang kepada mahasiswa untuk berdiskusi
terkait UKT.

Dari paparan yang disampaikan Rektor USU, Aziz berkesimpulan bahwa penyesuaian UKT merupakan keputusan dari pemerintah serta BEM akan mengawal implementasi UKT yang
transparan dan berkeadilan seperti yang disampaikan rektor.

“Kami tentu bersedia untuk bersinergi dan membangun kolaborasi dalam diskusi serta kritik yang konstruktif untuk kemajuan USU. Kami juga sejalan dengan apa yang
dikatakan rektor, bahwa prinsipnya dalam penerapan UKT ini jangan sampai ada adik-adik kita, mahasiswa baru yang putus kuliah atau tidak bisa kuliah karena terkendala
UKT. Jadi kami berkomitmen akan mengadvokasi mahasiswa baru yang terbebani biaya UKT-nya agar bisa diproses secara transparan dan berkeadilan,” ujar mahasiswa Fakultas
Kedokteran Gigi (FKG) ini.

Pada dialog tersebut, rektor juga memberi kesempatan kepada masing-masing perwakilan BEM tiap fakultas untuk menyampaikan pandangan dan aspirasinya.

Rektor mengaku terbuka dengan segala masukan yang ada dan berharap kualitas BEM USU dapat lebih baik dan lebih terarah pada prestasi mahasiswa, sehingga kolaborasi
serta sinergitas antara rektorat dan BEM dapat terjalin serta berdampak signifikan bagi kemajuan Universitas Sumatera Utara.

Reporter : M Nasir

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Rico Waas Sambangi Forkala Medan: Saya Seperti Pulang ke Rumah Sendiri

mimbarumum.co.id - Rico Tri Putra Bayu Waas atau yang akrab disapa Rico Waas bersilaturahmi ke Kantor Forum Komunikasi Antar...

Baca Artikel lainya