Paslon Bobby – Aulia Diminta Perhatikan Kesenian dan Budaya di Medan

mimbarumum.co.id – Paslon Bobby Nasution – Aulia Rachman diharapkan lebih memperhatikan kesenian dan kebudayaan yang ada jika nanti terpilih untuk memimpin kota Medan.

Hal itu disampaikan oleh salah satu Budayawan kota Medan Juhendry Chaniago pada acara Ngobrol Bareng Medan Untuk Perubahan di Jalan Samanhudi, Medan, kemarin.

“Medan adalah kota majemuk yang multienik dengan beragam kesenian dan budaya yang dimiliki. Namun hingga saat ini, Medan sendiri tidak mempunyai gedung kesenian,” kata Juhendry.

Menurutnya, bagaimana bisa para seniman berkreasi jika keberadaan gedung kesenian tidak pernah ada.

Baca Juga : Bakti Sosial Tetap Utamakan Protokol Kesehatan

“Bagaimana kita mau mewariskan identitas Medan yang multietnik ini kepada generasi muda, jika tidak ada tempat untuk bernaung. Bahkan gedung-gedung sejarah kita banyak yang telah hancur dan tak terurus,” tuturnya.

Selain soal perspektif kebudayaan dan kesenian kota Medan yang tertinggal, para pemimpin kota Medan ke depan diminta mampu membuat gebrakan untuk mewujudkan kota yang bersih, asri, bebas banjir dan nyaman bagi warganya.

“Menjadi pemimpin harus ada warisan agar diingat oleh warganya. Tentu masyarakat memiliki harapan baru terhadap calon pemimpin untuk mau memperbaiki kota ini,” sebut Anderson King, narasumber lain mewakili etnis Tionghoa.

Aulia Rachman menegaskan bahwa dia bersama Bobby Nasution, tak mau banyak umbar janji. Mereka berdua, bertekad ingin membawa perubahan baru menuju kota Medan yang berkah serta beridentitas.

“Ada harapan besar dari warga kota Medan agar kota ini berubah ke arah yang lebih baik. Dan menjadi kota yang maju dan berkah,” tegasnya.

“Banyak yang harus kami berdua (Bobby – Aulia) benahi. Mulai dari pendidikan, kesehatan, agama dan pembenahan infrastruktur yang menjadi skala prioritas,” ujarnya.

Terkait persoalan kesenian dan budaya, dia berencana menyiapkan wadah sebagai ruang kreasi, ekspresi dan inovasi bagi para seniman dan pegiat kreatif Medan yang berkolaborasi dengan sejumlah komunitas seni dan budaya yang ada. (Rel)

Editor : Dody Ferdy