mimbarumum.co.id — Suasana malam yang syahdu ditemani cahaya lampu gantung (string light) berkelap-kelip, berpadu dengan bulan purnama bersinar terang di langit biru tua nan cerah. Itulah pemandangan pertama yang menyambut begitu kita menginjakkan kaki di D’Tilapia Huis, sebuah tempat makan keluarga yang kini tengah menjadi primadona baru di kawasan Depok, Jawa Barat.
Berlokasi strategis di jantung area Margonda, rumah makan ini tidak sekadar menawarkan hidangan lezat, melainkan sebuah pengalaman bersantap yang memadukan cita rasa Nusantara dengan ketenangan alam yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk perkotaan.
D’Tilapia Huis bukanlah restoran biasa. Ia hadir dengan konsep semi-outdoor, memanjakan mata dan jiwa. Berada tepat di dalam area Balai Riset Budidaya Ikan Hias Kementerian Kelautan dan Perikanan, berada di Jalan Perikanan Raya No.13, Pancoran Mas, Kota Depok, tempat ini menawarkan suasana jauh dari kebisingan kendaraan.
Lokasinya pun sangat mudah dijangkau, hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Stasiun Depok Lama dan tak jauh dari pusat keramaian Margonda. Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, petugas sekuriti di gerbang utama akan dengan senang hati memberikan arahan menuju lokasi agak tersembunyi di balik keasrian kawasan riset tersebut.
Begitu melewati gerbang masuk, nuansa sejuk dan tenang langsung menyelimuti, seolah menyihir siapa pun untuk segera melepas penat. Area makannya yang luas dirancang agar pengunjung dapat menikmati hembusan angin sembari memandangi langsung tambak ikan nila yang asri, menciptakan atmosfer sangat cocok untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga tercinta.
Di bawah langit malam Depok yang sesekali dihiasi kelapa sawit menjulang kala berkunjung ke tempat ini, Ahad (16/8/26), aura ketenangan itu terasa begitu nyata, seolah mengajak setiap pengunjung untuk berhenti sejenak dan menikmati hidup.
Namun, pesona D’Tilapia Huis tidak hanya berhenti pada visualnya. Keistimewaan utama yang menjadi magnit bagi para pecinta kuliner terletak pada bahan baku utamanya: Ikan Nila. Ikan yang disajikan di sini tidak sembarangan; ia dibudidayakan secara langsung di tambak yang berada tepat di belakang restoran.
Konsep “farm to table” ini menjamin kesegaran tak tertandingi, di mana ikan yang baru saja dipanen langsung diolah tanpa melalui perjalanan panjang. Hal ini pun dibenarkan oleh Shantined, seorang pekerja di D’Tilapia yang juga berprofesi sebagai penyair asal Kalimantan.
“Rasanya gurih, tanpa bau tanah atau amis. Benar-benar fresh!” ujarnya dengan semangat.
Para pengunjung dapat menikmati berbagai olahan nila menggugah selera, mulai dari nila goreng yang renyah, nila bakar dengan bumbu kecap meresap, hingga pepes nila kaya akan rempah-rempah tradisional. Bagi yang ingin mencoba variasi lain, menu Ayam Garang Asem segar dengan kuah kuningnya menyegarkan juga menjadi pilihan populer tak kalah menggoda.
Tidak hanya hidangan utama yang diistimewakan, D’Tilapia Huis juga memanjakan lidah melalui kelengkapan pendamping nan luar biasa. Pengunjung bisa menikmati lalapan segar, sayur asem hangat menemani nila goreng atau nila bakar, dan paling ditunggu-tunggu: lima jenis sambal gratis yang siap memanjakan selera pedas. Mulai dari sambal terasi yang gurih, sambal bawang yang pedasnya mengigit, hingga sambal kecap khas manis-pedas, semua tersedia untuk melengkapi sensasi makan bersahaja namun berkelas.
Untuk menemani waktu santai usai menyantap hidangan, restoran ini juga menyediakan beragam racikan kopi, seperti kopi susu lembut dan kopi V60 yang menggunakan metode seduh manual untuk menikmati aroma biji kopi utuh. Tersedia pula aneka minuman tradisional penghangat suasana, seperti jahe atau wedang, membuat obrolan panjang menjadi semakin hangat.
Kualitas kuliner dan suasana yang ditawarkan pun telah mendapatkan tempat di hati para pengunjung setia. Salah satunya Rimawati Panjaitan, seorang usahawan UKM di Depok berasal dari Asahan, Sumatra Utara. Ia mengaku langsung jatuh cinta dan ketagihan pada cita rasa di sini.
“Makanannya oke, pertama kali ke sini aku cobain ikan kuah, rasanya oke, ketagihan,” ujarnya dengan antusias. Meski begitu, sebagai pelanggan yang kritis, ia memberikan sedikit masukan agar kekhasan rasa tersebut terus dipertahankan dan bisa menjadi ciri khas D’Tilapia yang tidak lekang oleh waktu.
Tidak hanya soal rasa, Rimawati juga memuji keseluruhan pengalaman yang ditawarkan. “Dari segi kopi, tempat, dan suasana semuanya oke. Karena biasa ke sini malam, jadi tahunya adem dan oke-oke aja, apalagi tempat aku suka,” tambahnya diiringi tawa kecil.
Ia juga sangat mengapresiasi lokasi restoran yang dekat dari kediamannya, sehingga ia bisa datang kapan saja tanpa perlu menempuh perjalanan yang melelahkan. Ia berharap agar pihak manajemen sering mengadakan program diskon atau promosi menarik bagi para pelanggan setianya, agar sensasi bersantap di alam terbuka ini bisa dirasakan lebih banyak lagi bagi masyarakat Depok dan sekitarnya.
Bagi Anda yang berencana berkunjung, perlu diperhatikan jadwal operasional terbarunya untuk menghindari kekecewaan. D’Tilapia Huis saat ini memiliki kebijakan baru dengan tutup setiap hari Jumat. “Kami buka pukul 11.00 WIB, tutup pukul 9 malam, kecuali Sabtu dan Minggu tutup pukul 10 malam, Jumat tutup,” sebut Shantined.
Dengan perpaduan antara cita rasa ikan segar yang autentik, suasana alam terbuka yang syahdu, hingga kelengkapan sambal dan kopi yang menambah kenikmatan, D’Tilapia Huis benar-benar siap menjadi tujuan kuliner keluarga berikutnya di Kota Depok.
Tak ada salahnya meluangkan waktu, datang, dan biarkan diri Anda larut dalam kehangatan hidangan dan kesejukan malam yang ditawarkan tempat istimewa ini.
• Suyadi San


