mimbarumum.co.id — MA Terpadu Ali bin Abi Thalib (Abatha) resmi memperkenalkan Gerakan Literasi Bahasa (GLB) di Aula Islamic Center Abatha pada Rabu (5/11/25). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berkarya di kalangan peserta didik melalui berbagai program kreatif yang dikemas menarik dan interaktif. Dalam gerakan tersebut, terdapat tiga fokus utama, yakni Gerakan Membaca, Gerakan Menulis, dan Festival Literasi.
Pada bagian Gerakan Membaca, siswa diajak mencintai buku melalui kegiatan seperti Pojok Baca Ceria, Hari Berbagi Cerita, dan Book Talk Challenge yang menumbuhkan minat baca serta keberanian berbicara di depan umum. Selain itu, ada pula kegiatan Book Trailer, Club Buku Mini, Podcast Literasi, Resensi Buku, hingga Bedah Buku yang semuanya dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi, komunikasi, dan berpikir kritis siswa.
Sementara itu, dalam Gerakan Menulis, peserta didik dilatih mengekspresikan gagasan melalui Jurnal Harian Literasi dan Sketching, yaitu menggambar ide atau perasaan disertai tulisan singkat yang kemudian dipamerkan di majalah dinding atau portofolio sekolah.
Sebagai puncak kegiatan, Festival Literasi menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitasnya melalui berbagai lomba, seperti lomba menulis karya ilmiah dan sastra, musikalisasi puisi, debat, mendongeng, menggambar sketsa, hingga membuat film pendek dan komik. Semua kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat kolaborasi di antara peserta didik.
Umi Rabiah, selaku Koordinator Bahasa Arab sekaligus penggagas program, menyampaikan bahwa Gerakan Literasi Bahasa dibentuk sebagai wadah untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik dalam bidang kebahasaan.
“Melalui program ini, siswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan public speaking, menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi, serta membiasakan diri untuk berpikir kritis dan berbahasa dengan santun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MA Terpadu Abatha, Umi Nurdiana, M.Pd, selaku penanggung jawab GLB, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kebangkitan kembali program literasi yang sempat terhenti.
“Setiap orang perlu diapresiasi. Ini bukan program baru, namun sempat berhenti. Di angkatan sekarang kita hidupkan lagi,” tuturnya.
Lalu, ia menegaskan bahwa gerakan ini harus menjadi budaya bersama di lingkungan sekolah.
“Buat membaca itu menyenangkan dan ciptakan kebiasaan menulis. Harapan saya, semoga murid-murid MA Terpadu ini bisa membuat karya tulis yang membanggakan.” tutupnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para guru dan siswa yang antusias mengikuti berbagai program yang telah disusun. Dengan hadirnya Gerakan Literasi Bahasa ini, MA Terpadu Ali bin Abi Thalib berharap dapat melahirkan generasi yang gemar membaca, pandai menulis, dan berani berkarya di era digital.
Reporter: Dzaky


