KIK ke-34 HISKI, Kepala Badan Bahasa: Indonesia akan Menjadi Kebanggaan Dunia

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) menggelar Konferensi Internasional Kesusastraan (KIK) ke-34 yang mengangkat topik Sastra dan Aktivisme Sosial. Kegiatan yang berlangsung tiga hari pada 10-12 Oktober 2025 di BBPMP Jawa Timur itu dihadiri akademisi dari seluruh penjuru Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin SSos MSi mengungkapkan di kesempatannya, perayaan bahasa dan sastra menjadi bukti bahwa bahasalah yang menjadi pemersatu bangsa.

“Contohnya sekarang adalah Bulan Bahasa dan Sastra. Ini kami harapkan memiliki nilai positif, seperti halnya kita merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia,” ucapnya pada Jumat (10/10/25).

“Dorongan bangsa ini ditumbuhkan dari semangat persatuan bangsa Indonesia.  Sudah saatnya historis juga berperan. Bagaimana peringatan Sumpah Pemuda dapat kita teguhkan secara nyata untuk dirayakan, karena bahasa persatuan kita semuanya. Indonesia akan jadi kebanggaan di dunia,” lanjutnya.

Kemudian, dia juga mengajak para peserta dan lembaga untuk terus berkegiatan literasi dan membagikan buku secara gratis.

“Kita ajak masyarakat, setiap pimpinan lembaga tidak bagikan uang, bagikan buku. Dengan mereka tidak hanya membaca gawai untuk main game, namun sibuk asik membaca buku di terminal, di airport, di bis, di kereta. Kita bagikan, menjadi budaya peningkatan bacaan,” katanya.

Lalu, dia juga mengungkapkan permasalahan dalam hal pembinaan bahasa dan sastra di Indonesia. Terutama dalam kerja sama dengan pihak politik.

“Tidak semua ternyata upaya yang kita harapkan dapat diimplementasikan, dapat dijalankan. Partisipasi, penggiat, khususnya unsur politik juga kita perhatikan. DPR RI, DPD juga harus kita buka ruang diskusi agar aktivitas di bidang kesastraan ini dapat ditumbuhkan. Ruang-ruang kreativitas untuk menggelar karya, pergelaran sastra ini harus selalu kita buka,” harapnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia KIK-34 Prof Pratiwi Retnaningdyah MHum MA PhD mengatakan, alasan memilih tema konferensi ini karena sastra tidak seharusnya terpisah dari kehidupan masyarakat.

“Di tengah isu global dan lokal yang kompleks, kata-kata bisa membangkitkan kesadaran dan empati,” ujarnya.

Konferensi ini dihadiri sekitar 170 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Banda Aceh hingga Papua. Tahun ini, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ditunjuk sebagai tuan rumah konferensi dan tahun depan rencananya giliran Universitas Negeri Yogyakarta yang terpilih.

Reporter: Dzaky

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Kopi Darat FG Alumni HMI: Karakter Syarat Mutlak, Bukan Sekadar Alternatif

mimbarumum.co.id – Forum Guru Alumni HMI (FG Alumni HMI) Sumatra Utara menggelar agenda dadakan "Kopi Darat", Sabtu (3/10/2026). Bertempat...