Ketua DPRD Medan : Kutipan Uang Ziarah Rp60 Ribu itu Kemana ?

mimbarumum.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Hasyim, SE pertanyakan pengutipan biaya masuk ziarah kubur (Ceng Beng) sebesar Rp 60.000 di Pemakaman Cina, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor.

“Itu uang apa? Uangnya kemana itu?Mungkin jadi pertanyaan lah, saya pikir dari Badan Pengelolaan Restribusi dan Pajak Daerah perlu cek itu kelapangan itu uang apa ada tidak kontribusi untuk Pemko Medan,” kata Hasyim kepada mimbarumum.co.id, Minggu (22/3/2020).

Legiselator dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengungkapkan bahwa tidak ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat restribusi Ceng Beng.

Baca Juga : Warga Resah, Mau Ziarah Dikutip Rp60 Ribu Camat : Saya Baru Tahu

“Tidak ada masuk PAD, itu bukan restribusi resmi. Tidak pernah ada restribusi dari Pemko Medan untuk pengutipan ditempat ziarah dan itu tidaka masuk PAD,” tegasnya.

Hasyim lebih jauh menyebutkan, mungkin itu ada kesepakatan pihak Yayasan, Muspika, Pengunjung. Dikatakannya kendati demikian, enam puluh ribu itu perlu dipertayakan itu uang apa perlu di cek lah dulu, tanyakan pihak yayasan terkait ini.

“Tapi setahu kami tidak pernah ada restribusi dari Pemko Medan untuk kutipan-kutipan di tempat pemakaman,” imbuhnya.

Ia mengimbau, semua pihak bisa memberi kenyamanan, ketentraman kepada para peziarah, jangan dibebankan dengan biaya-biaya yang tinggi.

“Jadi ini perlu menjadi perhatian pihak Yayasan, Muspika setempat supaya bisa mencari jalan terbaik, solusi terbaik tidak memberatkan para peziarah,” harap Hasyim yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan.

Menurut Hasyim kegiatan ziarah ini merupakan kewajiban bagi warga Tionghoa dan tidak semua orang berkecukupan untuk melaksanakannya.

“Karena para peziarah ini tidak semua orang berada, ada orang yang pas-pasan karena itu merupakan kewajiban setahun ya mereka mau tidak mau harus mencari biaya kemana-mana bisa-bisa pinjam.

Itu harus menjadi perhatianlah, jangan memberatkan warga yang mau berziarah,” pungkasnya.

Reporter : Jepri

Editor : Dody Ferdy