80 Persen Transportasi Publik Hentikan Operasional karena Covid-19

mimbarumum.co.id – Sekretaris Organda Kota Medan, Jaya Sinaga mengatakan sudah ada instruksi pemerintah, untuk 14 hari ke depan transportasi publik dihentikan untuk penanganan pandemi Covid-19. Namun faktanya transportasi ini tidak bisa dihentikan, karena bidang bisnis lebih banyak pengusaha swasta.

“Tinggal kembali kesadaran pengusaha sebenarnya,” jelas dia, Minggu (22/3/2020).

Kata dia, selama ini, usaha angkutan orang sudah mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis hampir 70% dengan kehadiran transportasi online. Penghentian yang dilakukan saat ini, tentu berdampak cukup besar terhadap kesejahteraan pengemudi.

Baca Juga : Warga Diduga Terjangkit Covid-19, Nih Penjelasan Camat

“Hari ini sudah 80% kegiatan transportasi publik dihentikan karena dampak corona ini,” tutur Jaya.

Karenanya, Jaya meminta tanggapan pemerintah kota Medan akan kehidupan para pengemudi. Dia berharap Presiden dapat membuat isntruksi dengan memerintahkan Walikota untuk mendata siapa-siapa saja yang membutuhkan makanan, dan tidak bisa dipenuhi jika tidak bekerja harian disaat pembatasan ini. “Sehingga penanganan bisa berjalan dengan baik,” terangnya.

Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, harus cepat tanggap terhadap orang -orang yang memang penghasilannya harian. Kata dia, kalau pemerintah tidak mencarikan solusi, bisa saja terjadi kudeta.

Baca Juga : Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jamin Biaya Pasien Dalam Pengawasan

“Karena selama ini mereka mendapatkan uang dari pendapatan harian. Jika tidak dapat lagi, mereka mau makan, bisa saja terjadi penjarahan, lantaran mereka lapar tidak makan,” ungkapnya.

Sementara, sore jam 17.00 Wib tadi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meminta pengemudi dan pengelola transportasi publik untuk menjalankan protokol yang telah ditetapkan terkait penanganan Covid-19 di area publik.

Bidang Media dan Sosialisasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Gelora Viva Sinulingga SE MM menghimbau agar seluruh transportasi publik dipastikan bersih. Pengemudi dan pengelola transportasi publik diminta agar mensosialisasikan promosikan cuci tangan teratur.

“Tempat sarana cuci tangan di area strategis, disinfektan disediakan,” ungkapnya dalam live konferensi Gugus Tugas.

Bagi pengemudi, jika sakit disarankan untuk tidak menjalankan tugasnya. Pengemudi dan pengelola pun harus memperhatikan, jika melihat penumpang dengan gejala flu, untuk diminta memakai masker.

Reporter : Siti

Editor : Dody Ferdy