mimbarumum.co.id-Komitmen untuk mendukung perekonomian masyarakat pesisir kembali ditunjukkan SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) EMP Gebang Limited. Perusahaan menyalurkan bantuan 280 unit alat tangkap bubu kepada kelompok nelayan kepiting bakau di Desa Bubun, Kabupaten Langkat.
Bantuan diserahkan pada Senin, 5 Oktober 2026, di rumah Andika selaku Sekretaris Kelompok, Dusun 8, Desa Bubun. Kegiatan tersebut dihadiri 20 anggota dari total 40 anggota kelompok nelayan penerima manfaat.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Desa Bubun, Abdi selaku Kasi Pemerintahan dan Hendri selaku Kepala Dusun 8.
Bantuan bubu ini diberikan sebagai respons atas penurunan daya tangkap yang dialami nelayan bubu kepiting bakau. Keterbatasan sarana tangkap membuat nelayan kesulitan mengoptimalkan potensi hasil laut.
Uniknya, 280 unit bubu tersebut tidak dibeli dari luar, melainkan dibuat secara mandiri oleh anggota kelompok nelayan sendiri selama tujuh hari kerja. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat agar memiliki keterampilan dan kemandirian usaha.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha nelayan, memenuhi kebutuhan alat tangkap, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas serta pendapatan keluarga nelayan.
Diharapkan dengan tambahan 280 bubu baru, nelayan dapat mengoptimalkan kegiatan penangkapan kepiting bakau secara lebih efektif dan berkelanjutan. Dampak terhadap peningkatan hasil tangkap dan pendapatan akan dimonitor setelah alat mulai digunakan.
Pemerintah Desa Bubun menyambut baik program tersebut. Kasi Pemerintahan Desa Bubun, Abdi, menyampaikan terima kasih atas perhatian perusahaan.
“Perwakilan pemerintahan Desa Bubun mengucapkan terima kasih banyak kepada perusahaan dan harapannya dari perusahaan akan ada lagi perhatian-perhatian kepada kami ke depannya,” ucap Abdi.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan SDG 1 Tanpa Kemiskinan, serta mendorong praktik penangkapan yang berkelanjutan sejalan dengan SDG 14 Ekosistem Lautan.
Reporter: Muhammad Heri Syahputra


