mimbarumum.co.id – Kota Jakarta seperti dalam keadaan mencekam. Sejumlah ruas jalan menuju dan dari inti kota, Jumat siang (29/8/25), terlihat sepi. Sejumlah kantor pun memulangkan pegawainya lebih awal. Pasalnya, kebanyakan terlarut duka mendalam atas tewasnya pengemudi ojek daring ekses dari unjuk rasa massa terhadap DPR RI, Kamis malam (28/8/25).
Halte Widya Chandra di ruas Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, biasanya ramai. Banyak antrean warga yang menunggu bus TransJakarta. Kini terpantau lengang. Halte ini berjarak sekitar 6,2 km ke gedung DPR RI. Selain pusat perkantoran, tidak jauh dari halte ini terletak rumah dinas sejumlah Kementerian.
Ruas jalan menuju gedung DPR/MPR dan Istana Negara itu saban saat dilintasi para demonstran baik saat akan ataupun sepulang menggelar aksi. Aksi demonstrasi sejak 25 Agustus 2025 suasananya agak lain. Senin sore (25/8/25), sebagian ruas Jalan Jenderal Gatot Subroto dari arah Senayan diblokir massa sehingga sunyi. Kerumunan kecil massa pun bebas melancarkan aksi protes di ruas jalan itu ditujukan kepada wakil rakyat di gedung DPR/MPR.
Hal itu sempat mengakibatkan ruas jalan di sebelahnya padat total sehingga menimbulkan kemacetan. Perlu hampir 2 jam menuju kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata dari Halte Widya Chandra.
Jumat jelang siang (29/8/25), masuk chat di WhatsApp warga. Isinya menginformasikan situasi terkini efek aksi masyarakat yang menyuarakan aspirasi di beberapa titik di Jakarta. Di antaranya info seperti di bawah ini.
“Berikut heat map terbaru, update pukul 07.00 WIB. ZONA MERAH / BERBAHAYA UTAMA: Kwitang, Senen, Pejompongan, Cikini, Gondangdia, Kramat, Cempaka Putih, Tugu Tani, Jatinegara (Politeknik STIS), Matraman. ZONA ORANYE / RAWAN: MPR/DPR RI, Palmerah, Mangga Dua, Penjernihan. ZONA KUNING / WASPADA: Setiabudi, Bendungan Hilir, Semanggi”.
Chat lainnya berbunyi, “Update kondisi Jakarta pagi ini sebagai upaya mitigasi kerawanan, Jumat, 29 Agustus 2025. Pihak keamanan meminta masyarakat menghindari zona rawan keamanan pasca meninggalnya driver ojol dan demo di Mako Brimob di titik: Kwitang, Cikini, Gondangdia, Pejompongan, Atrium Senen, Mako Brimob Kwitang, Kramat, Polda Metro Jaya, Karet Bivak, Mabes Polri.”
Lalu, “Rencana demo BEM SI akan digelar di tiga titik yakni Kwitang Mako Brimob, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri. Solidaritas ojol kemungkinan akan bergerak kembali setelah proses pemakaman Affan Kurniawan, driver ojol, yang dimakamkan di TPU Karet Bivak pk 09:00-10:00 pagi.
Sumber informasi media, media sosial, mainstream media, dan Polres Metro Jakarta Pusat juga mengabarkan bahwa lalu lintas dari arah Cempaka Putih ke Senen tidak bisa dilalui. Dari Salemba ke arah simpang Senen/fly over Atrium Senen tidak bisa dilalui, masih banyak massa ojol dan warga makin banyak, kendaraan tidak bisa lewat.
Pos polisi di bawah fly over Simpang Senen, Kamis malam (28/8/25) dibakar massa atas protes tewasnya seorang pengemudi ojek daring dilindas kendaraan taktis Kepolisian. Semua lampu merah dihancurkan massa. Semua kendaraan ke arah fly over Senen, Atrium Senen, tidak bisa dilalui. Massa ojek daring dan warga makin banyak, dan banyak yang sudah pakai odol guna antisipasi tembakan gas air mata dari aparat keamanan.
Sebagaimana diberitakan, Kamis malam (28/8/25) hingga Jumat dini hari (29/8/25), Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob) Polri di Kwitang diserang massa pengemudi ojek daring dan warga. Gas air mata dari hingga Jumat pagi masih ditembakkan
Selain menelan korban jiwa, konflik aparat keamanan dengan massa aksi unjuk rasa itu mengakibatkan sembilan mobil dibakar di Kwitang. Rongsokan mobil tersebut masih terlihat oleh warga kemarin.
• Suyadi San


