Gerai Koperasi Merah Putih di Labuhanbatu Berdiri di Kawasan Rawan Banjir, Efektivitas Proyek Dipertanyakan

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Pembangunan gedung Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) di Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, mulai menuai sorotan. Penyebabnya bukan pada progres pembangunannya, melainkan lokasi yang dinilai berada di kawasan rawan banjir.

Berdasarkan pantauan mimbarumum.co.id, Senin (27/7), bangunan tersebut berdiri di dataran rendah yang berjarak sekitar 50 meter dari bibir Sungai Aek Tapa, tepatnya di Lingkungan Aek Tapa, Jalan Sisingamangaraja menuju Kelurahan Ujung Bandar.

Kondisi geografis lokasi juga memunculkan tanda tanya. Posisi bangunan diperkirakan berada sekitar 1,5 meter lebih rendah dari badan jalan.

Saat hujan deras mengguyur Rantauprapat pada Sabtu dan Minggu (25–26/7), genangan air tampak mengelilingi area pembangunan. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran lokasi tersebut berpotensi tergenang lebih dalam apabila debit Sungai Aek Tapa meningkat.

Jika hal itu terjadi, bukan hanya akses menuju gedung yang terganggu, tetapi aktivitas pelayanan koperasi juga berisiko terhenti akibat luapan air yang masuk ke dalam bangunan.

Kekhawatiran tersebut diperkuat keterangan Ir. Nukman Harahap, mantan Kepala Kantor Informasi Penyuluh Pertanian (KIPP) Kabupaten Labuhanbatu yang pernah bertugas di sekitar lokasi tersebut.

Menurut Nukman, kawasan itu sejak lama dikenal sebagai daerah langganan banjir.

“Di lokasi itu memang sering banjir. Dalam setahun bisa terjadi sekitar dua kali. Tinggi air bahkan bisa mencapai satu meter karena luapan dari hulu Sungai Aek Tapa,” ujarnya.

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan mengenai proses penentuan lokasi pembangunan gerai Koperasi Merah Putih. Pasalnya, fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran negara semestinya mempertimbangkan aspek keamanan, keberlanjutan operasional, serta risiko bencana sejak tahap perencanaan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dasar pemilihan lokasi pembangunan maupun langkah antisipasi yang disiapkan untuk mengurangi potensi banjir di kawasan tersebut.

Masyarakat berharap pembangunan fasilitas publik tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan aspek kelayakan lokasi agar bangunan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

Reporter: Tommy Sinaga

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

UFAS Apresiasi HUT ke-81 Labuhanbatu, Duta Dai Cilik Juara TVRI Tampil di Tabligh Akbar

mimbarumum.co.id – Inisiator Akademi Dai Cilik (ADC) TVRI Sumatera Utara, Ustaz Fadhli Sudiro (UFAS), mengapresiasi pelaksanaan Tabligh Akbar dalam rangka...