Ekses Tol Medan-Tebing

0

mimbarumum.co.id – Pedagang oleh-oleh di Pasar Bengkel Serdang Bedagai terus mengeluhkan anjloknya penjualan mereka sejak Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi beroperasi.

Apalagi sampai saat ini mereka belum mendapat solusi dari pemerintah setempat misalnya rencana pemindahan atau solusi lainnya.

Kiki. salah seorang pedagang di Pasar Bengkel menyebutkan tentang omset penjualannya yang merosot tajam dari Rp5 juta perhari, kni hanya tinggal Rp1 juta perhari.

Konsekuensi dari penurunan omset itu, Kiki terpaksa mengurangi jumlah pegawainya.

“Sekarang saya tidak sanggup membayar pekerja. Sebelumya ada 20 pekerja, kini saya hanya sanggup mempekerjakan 8 orang saja,” ucap pengusaha dodol khas Perbaungan, Sergai itu.

Nurrochim, pedagang lain di pasar bengkel itu mengatakan bahwa mereka (ia dan pedagang lainnya) sudah pernah menyampaikan keluhan tersebut kepada Bupati dan Wakil Bupati agar segera dsolusi.

“Kita sudah sampaikan. Memang dikatakan ada rest area namun jika mau menempati rest area, sistemnya sewa. Sewanya cukup mahal,” ucap pedagang itu.

Dia mengatakan para pedagang tidak mampu membayar sewa yang dinilai terlalu mahal bagi para pelaku UKM. Pemerintah mewajibkan uangsewa sebesar Rp10 juta sampai Rp20 juta.

“Jumlah (sewa) itu sangat memberatkan pedagang. Dipastikan tidak ada pedagang yang sanggup,” ucapnya.

Pedagang di pasar bengkel itu menuding pemerintah tidak berpihak kepada pelaku usaha kecil dan menengah di kawasan itu. “Padahal pasar bengkel ini merupakan icon yang layak mendapat perhatian pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, pantauan Mimbar dari ratusan jumlah pedagang di Pasar Bengkel, sekitar 40 persennya sudah gulung tikar. Diperkirakam hanya tersisa 60 an pedagang, itupun kondisnya terseok-seok.

“Yang bertahan hanya pedagang yang memiliki corak dengan bus-bus antar kota yang melintas di pasar bengkel,” bebernya.

Mereka berharap, Dinas Pariwisata harus peduli dalam persoalan yang dihadapi oleh pedagang pasar bengkel yang juga sebagai salah satu kunjungan wisata di Kabupaten Serdang Bedagai.

Sejak Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dibangun dengan tujuan memperlancar arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba itu, justru menimbulkan dampak negatif bagi pelaku usaha di sepanjang jalan Pasar Bengkel. (mahbubah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here