S-26 Ajak Orang Tua Pahami “Faster Connection” Otak Anak, Ini Peran Mielinasi dalam Proses Belajar

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Perkembangan otak anak menjadi perhatian dalam rangkaian S-26 Exceptional Day 2026 yang digelar di enam kota. Dalam acara puncak Momfluencers Gathering di Buumi Playscape Pacific Place, Jakarta, Wyeth Nutrition S-26 mengajak orang tua memahami pentingnya nutrisi dan stimulasi dalam mendukung proses belajar anak.

Salah satu konsep yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah “Faster Connection”, yang dikaitkan dengan proses mielinasi atau pembentukan lapisan mielin pada serabut saraf.

Menurut pakar Neurologi Anak dari Brawijaya Hospital Saharjo, dr. Herbowo A.F. Soetomenggolo, Sp.A, Subsp.Neuro(K), mielinasi merupakan salah satu proses penting dalam perkembangan otak karena membantu penghantaran sinyal atau informasi antarsel saraf berlangsung lebih cepat dan efisien.

“Pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, otaknya terus membangun dan menyempurnakan koneksi antar sel saraf. Proses penting yang mendukungnya adalah mielinasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang menyelimuti serabut saraf sehingga membantu sinyal atau informasi di otak dihantarkan dengan lebih cepat dan efisien,” ujar Herbowo.

Ia menjelaskan, proses tersebut berperan dalam mendukung kemampuan anak memproses informasi baru dan mengembangkan kemampuan kognitif.

Karena itu, menurut Herbowo, dukungan terhadap perkembangan anak tidak hanya berkaitan dengan pemberian nutrisi, tetapi juga perlu disertai stimulasi melalui berbagai pengalaman belajar.

“Dukungan ini juga perlu dilengkapi dengan stimulasi melalui beragam pengalaman belajar atau Multi Learning yang membantu memperkuat koneksi otak si Kecil,” katanya.

Tantangan Anak di Era AI

Perkembangan teknologi turut menjadi bagian dari perhatian S-26 dalam kegiatan tersebut. Generasi Alfa dan Beta tumbuh di tengah lingkungan digital yang semakin berkembang, termasuk semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dalam keterangan perusahaan, disebutkan 90 persen Mams yang menjadi bagian dari riset mereka menyatakan AI akan menjadi faktor penting yang memengaruhi masa depan anak.

Kondisi tersebut dinilai membuat kemampuan anak untuk belajar, beradaptasi dan mengeksplorasi informasi baru menjadi semakin penting.

Vera Niki Gozali, Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, mengatakan kebutuhan orang tua terhadap dukungan perkembangan anak menjadi salah satu alasan perusahaan terus mengembangkan pendekatan berbasis sains.

“S-26 memahami keinginan para Mams untuk memastikan si Kecil dapat belajar, menyerap informasi secara optimal, serta berkembang sesuai potensinya seiring dengan pergerakan dunia yang semakin cepat,” ujar Vera.

Ia mengatakan Wyeth Nutrition memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang nutrisi dan telah melakukan riset perkembangan otak selama 50 tahun bersama sejumlah universitas di berbagai negara.

Vera juga menyebut salah satu penelitian yang dilakukan bersama Brown University menjadi landasan pengembangan pendekatan nutrisi yang digunakan perusahaan.

Perkenalkan Formula Baru

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, S-26 juga memperkenalkan S-26 Procal Gold Multilearn Connect yang disebut perusahaan memiliki Advanced Formulation.

Menurut Wyeth Nutrition, produk tersebut mengandung kombinasi Sphingomyelin, Fosfolipid dan Alfa-Laktalbumin, serta AA, DHA, Omega 3 dan 6, Kolin, 15 vitamin dan sembilan mineral.

Perusahaan menyatakan formulasi tersebut dikembangkan untuk mendukung proses mielinasi sebagai bagian dari perkembangan otak dan proses belajar anak.

Namun, dalam penggunaannya, perusahaan juga menekankan pentingnya stimulasi dan pengalaman belajar yang beragam bagi anak.

Konsep tersebut kemudian dikemas dalam tema “Multi Learning”, yakni memberikan kesempatan kepada anak untuk memperoleh pengalaman dan mempelajari berbagai hal baru.

Digelar di Enam Kota

“S-26 Exceptional Day 2026” tidak hanya berlangsung di Jakarta. Rangkaian kegiatan tersebut digelar di Jakarta, Bogor, Surabaya, Medan, Tangerang dan Palembang.

Program tersebut melibatkan 26 anak, konten edukasi dari 26 dokter spesialis anak dan psikolog anak serta kolaborasi dengan 26 komunitas parenting melalui kelas stimulasi.

Salah satu peserta, Acha Sinaga, yang juga dikenal sebagai momfluencer, membagikan pengalamannya dalam mendampingi perkembangan anak.

Menurut Acha, kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa dukungan terhadap proses belajar anak perlu berjalan bersama antara nutrisi dan stimulasi.

Ia mengatakan semakin memahami pentingnya memberikan beragam pengalaman kepada anak agar memiliki kesempatan mencoba dan mempelajari hal-hal baru.

Rangkaian kegiatan S-26 juga disertai program apresiasi bagi konsumen melalui S-26 Day Top Spender yang berlangsung secara nasional pada periode 26 Agustus hingga 31 Oktober 2026.

Vera mengatakan S-26 ingin terus menjadi mitra bagi orang tua dalam mendampingi perkembangan anak melalui kombinasi nutrisi, stimulasi dan pendekatan berbasis sains.

“Kami percaya setiap anak memiliki potensi hebat selama kita memberikan dukungan gizi dan stimulasi yang tepat agar mereka dapat terus belajar dan menjadi future-ready,” kata Vera.

Melalui program tersebut, S-26 mendorong orang tua untuk tidak hanya memperhatikan asupan nutrisi anak, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, mencoba dan belajar dari berbagai pengalaman.

Reporter: Ngatirin/Rel

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

RS Adam Malik Hadirkan Teknologi IONM untuk Penanganan Tumor Otak

mimbarumum.co.id – Rumah Sakit (RS) Adam Malik menghadirkan teknologi Intra Operative Neuro Monitoring (IONM) yang digunakan dalam melakukan operasi...