BUMDesa Butuh Pengawalan Ketat

mimbarumum.co.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai sebuah lembaga baru di tengah-tengah masyarakat desa, keberadaannya harus mendapat pengawalan ketat agar berjalan sesuai harapan.

“Sebagai lembaga baru (BUMDesa) sangat potensial dalam mewujudkan pembangunan perekonomian di desa. Namun perlu mendapat pengawalan dan pendampingan yang ketat agar tidak terjadi penyimpangan,” ucap Koordinator Tenaga Ahli Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-P3MD) Labuhanbatu, Dasril Lumbantobing, baru-baru ini.

Dia bersama Taufik Umri menyampaikan itu saat melakukan pertemuan dengan Sigma Institut, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang konsern dalam pemberdayaan masyarakat desa, Rabu (9/9/19) di Labuhanbatu.

Pertemuan itu membahas banyak hal termasuk tentang kesepakatan bersama dalam mewujudkan perekonomian desa yang lebih baik.

“Banyak hal yang didiskusikan. Akhirnya mengerucut pada kesepakatan bersama untuk melakukan pengawalan dan pendampingan yang ketat (terhadap BUMDesa) agar dalam pelaksanaaannya agar tidak terjadi penyimpangan,” papar Dasril.

Hadir dalam pertemuan tersebut Awaluddin Siregar selaku Direktur Sigma Institut yang didampingi Sekretarisnya Ibnu Rasyid Munthe.

Hadir juga Irwansyah Hasibuan selaku Ketua Asosiasi Dosen Labuhanbatu, Bernat Panjaitan Dosen di ULB dan Yanto Ziliwu selaku pengacara.

Sebelumnya, pertemuan itu membahas tentang berbagai kegiatan yang dilakukan BUMDesa dan program pendampingan yang dilakukan.

Dasril dan Taufik memaparkan tentang bentuk usaha yang telah dilakukan sejumlah BUMDesa, antara lain budidaya kencur, budidaya kerang, wisata pemandian alam, pengadaan suku cadang sepeda motor dan mobil, pengelolaan bioflok, RAM Sawit hingga usaha grosiran.

“Sebagai aset desa, kegiatan ini terus dikawal dan didampingi oleh seluruh jenjang pendamping yang ada di Labuhanbatu,” ucapnya.

Dia berharap, melalui program pengawalan dan pendampingan dilakukan, maka aset-aset lembaga tersebut fapat terjaga.

“Agar semua alat-alat yang dibeli tercatat dan didokumentasikan,” ucapnya.

Kesepakatan ini diharapkan oleh Koordinator TA-P3MD dapat meniadakan kegiatan yang fiktif, semua menjadi transparan dan akuntabel.

“Seluruh personel pendamping ditugasi melakukan pencacatan dalam pembelian aset BUMDesa,” ucap Dahril.

Hal itu, katanya sejalan dengan masukan dan penguatan dari Dinas PMD Labuhanbatu dan Bank Mandiri pada saat rapat kordinasi yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan.

Sementara itu, Sekretaris LSM Sigma Institut, Ibnu Rasyid Munthe menegaskan pihaknya akan ikut berperan aktif memantau seluruh kegiatan BUMDesa di Labuhanbatu.(je-el).