Ada Uang Pecahan 1.0 (Satu Juta Rupiah), Jangan Langsung Percaya!

Berita Terkait

Belakangan ini, saya secara langsung juga mendapatkan pertanyaan serupa dari nomor masyarakat terkait uang 1.0 rupiah yang viral di media sosial. Umumnya menanyakan kebenaran terkait uang tersebut bernilai sama dengan 1 juta rupiah. Meskipun nominal dalam tulisan uang tersebut angkanya hanya 1.0, atau saya menyebutnya dengan nominal 1.

Setelah saya melakukan pengecekan ternyata Bank Indonesia sudah mengeluarkan pernyataan bahwa uang terbesar yang berlaku saat ini nominalnya 100.000 (seratus ribu rupiah). Jadi jelas yang ga bener ada uang bernilai 1 juta rupiah tersebut. Jadi lagi-lagi masyarakat termakan isu hanya karena melihat captionnya saja.

Padahal nominalnya suah tertulis jelas 1.0. Dan ya untuk mengklarifikasi keterangannya tersebut justru tidak di barengi dengan membaca artikel yang memuat pernyataan resmi Bank Indonesia. Maupun PERURI yang secara jelas memberikan pernyataan terkait uang tersebut.

Masih dari penjelasan otoritas terkait, uang yang viral tersebut adalah uang spesimen. Uang terbit oleh PERURI tetapi hanya untuk kepentingan internal saja. Yang saya ketahui spesimen uang berguna sebagai alat pemasaran (alat pemasaran) untuk mempromosikan contoh produk uang yang hasil PERURI.

Dan hal tersebut merupakan praktik yang banyak terjadi di semua perusahaan percetakan uang yang ada di dunia. Jadi sekali lagi masyarakat jangan terkecoh dengan uang yang viral di media sosial tersebut. Nah, memang ada masyarakat yang mempertanyakan apakah ini uang hasil redenominasi nantinya?

REncana Redenominasi

Saya tidak bisa menjawab itu, itu kewenangan terkait. Langsung saja tanya kepada PERURI atau Bank Indonesia. Memang pada dasarnya jika rencana redenominasi benar-benar terealisasi, dan misalkan redenominasi akan menghapuskan 3 angka nol di belakangnya. Maka uang 1000 rupiah saat ini nantinya akan berubah menjadi satu rupiah.

Tetapi realisasi dari redenominasi juga belum ada kabar resminya sejauh ini. Jadi masyarakat sebaiknya tidak usah mempertanyakan hal tersbeut. Jangan di buat pusing, atau terlalu dalam. Nanti yang ada semakin puyeng.

Saya menyarankan masyarakat untuk melakukan kroscek dengan mengambil keputusan resmi dari otoritas terkait. Bukan hanya membaca pendapat pribadi (opini) seseorang yang bertebaran di media sosial. Kita harus cerdas dalam menelaah informasi. Dan jangan lantas 100% informasi di media sosial dijadikan rujukan sekaligus pembenaran terkait isu yang beredar.

Sudah banyak masyarakat yang termakan berita hoaks, sudah banyak yang dirugikan. jangan dibuat semakin runyam. Berita-berita hoaks yang berseliweran justru bisa membuat kita terjebak, karena bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan situasi.

Penulis : Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Ujian Senyap Pancasila: Ketika Nilai Kebangsaan Diuji dalam Kehidupan Nyata

Oleh : Paimal Andri, S.Sos (Guru PKN di MA Muhammadiyah Talu) Setiap 1 Oktober, sebagai “ hari kesaktian Pancasila”, kita berdiri...