mimbarumum.co.id – Peresmian empat ruang kelas baru (RKB) di UPT SPF SD Negeri 101793 Patumbak II tidak hanya menjadi seremoni pembangunan fisik. Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, justru menjadikan momentum tersebut untuk menegaskan standar disiplin guru dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam peresmian revitalisasi RKB yang merupakan bantuan aspirasi anggota DPR RI, Sofyan Tan, Senin (9/2/2026), Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pengajaran.
“Empat RKB ini jangan hanya menjadi simbol pembangunan. Harus ada peningkatan kualitas proses belajar mengajar,” tegas Bupati.
Ia menekankan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui bantuan RKB serta pembangunan fasilitas toilet sekolah merupakan bentuk sinergi nyata dalam memperbaiki sarana pendidikan. Namun, menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gedung yang berdiri, melainkan dari perubahan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menggarisbawahi kebijakan disiplin bagi tenaga pendidik. Guru ASN maupun PPPK diwajibkan memenuhi minimal 27 jam pelajaran atau 37,5 jam kerja per minggu di sekolah, termasuk pelaksanaan les tambahan.
“Kebijakan ini akan memengaruhi e-kinerja saudara sekalian. Untuk PPPK, jangan salahkan saya jika kontraknya tidak diperpanjang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa penguatan mutu pendidikan di Deli Serdang tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga menyentuh evaluasi kinerja tenaga pendidik.
Bupati menyebut, komitmen terhadap sektor pendidikan telah ia bangun sejak sebelum menjabat kepala daerah. Ia mengakui banyak berdiskusi dengan Sofyan Tan terkait pentingnya pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa.
“Yang memajukan bangsa itu pendidikan. Karena itu ketika saya menjadi bupati, saya memprioritaskan sektor ini,” katanya.
Deli Serdang, lanjutnya, menjadi salah satu daerah penerima bantuan pendidikan terbesar dari Sofyan Tan. Ia meminta seluruh pihak sekolah menjaga dan memaksimalkan fasilitas yang telah dibangun.
Ketegasan untuk Karakter
Sementara itu, Sofyan Tan menilai ketegasan dalam dunia pendidikan bukanlah bentuk kekerasan kebijakan, melainkan jalan membangun karakter.
“Ini bukan kebijakan yang keras, tetapi jalur yang benar. Anak-anak harus dipersiapkan agar kuat menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia juga memaparkan sejumlah program strategis, termasuk perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang PAUD serta dorongan regulasi perlindungan guru dari kriminalisasi dalam menjalankan tugas mendidik.
Menurutnya, standar jam pelajaran yang tegas merupakan langkah tepat untuk membangun budaya belajar yang lebih disiplin.
Peresmian empat RKB ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar, bukan sekadar penambahan ruang fisik, tetapi perubahan sistem dan etos kerja pendidikan di Deli Serdang.
Reporter: Ngatirin/rel


