Oleh: Dr. Suasana Nikmat Ginting, SHi, MA
PEMUDA Muslimin Indonesia (PMI) hari ini, 25 November 2025, merayakan hari jadinya yang ke-97. Organisasi ini didirikan pada 25 November 1928 di Yogyakarta dengan tujuan menghimpun kekuatan dan menggalang persatuan di kalangan pemuda muslim Indonesia.
Sejarah PMI tidak dapat dipisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme. Pada awal abad ke-20, Indonesia sedang mengalami perubahan besar dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial. Pemuda muslim Indonesia merasa perlu untuk memiliki wadah yang dapat menghimpun kekuatan dan menggalang persatuan untuk memperjuangkan kemerdekaan.
Pemuda Muslimin Indonesia didirikan sebagai hasil dari Kongres Pemuda Indonesia yang pertama pada tahun 1928. Kongres ini dihadiri oleh berbagai organisasi pemuda, termasuk Jong Islamieten Bond (JIB), yang dipimpin oleh Agus Salim. Pada saat itu, JIB merupakan salah satu organisasi pemuda Islam terbesar di Indonesia.
Pemuda Muslimin Indonesia memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme. Organisasi ini aktif dalam menggalang dukungan rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan. PMI juga berperan dalam mengembangkan pendidikan dan ekonomi masyarakat.
Pemuda Muslimin Indonesia memiliki visi untuk menjadi organisasi pemuda Islam yang kuat dan berpengaruh dalam membangun masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, misinya adalah pertama, Membangun Persatuan. Menghimpun dan memperkuat persatuan pemuda muslim Indonesia.
Kedua, mencerdaskan Umat. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan pemuda muslim Indonesia.
Ketiga, membangun bangsa. Berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.
Pemuda Muslimin Indonesia sudah banyak memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai kegiatan yang sudah dilakukan baik tingkat nasional maupun lokal.
Misalnya, di Bidang Pendidikan dengan Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para kader dari tingkat pusat maupun Ketingkat Cabang.
Khusus di Sumatera Utara, bisa dilihat komposisi kepengurusan baik dari tingkat wilayah maupun tingkat Kabupaten banyak yang sudah menyelesaikan S3 ( Doktor) dari berbagai disiplin ilmu.
Ini merupakan implementasi dari Setinggi-tinggi Ilmu pengetahuan. Dan itu sesuai dengan ajaran agama Islam, maka akan diangkat beberapa derajat mereka yang menuntut ilmu.
Kader Pemuda Muslimin juga memiliki
akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat. Baik sarana dan prasarana yang baik maupun SDM yang tangguh dan kompeten.
Di bidang Ekonomi misalnya, meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat melalui program-program kewirausahaan, koperasi dll.
Hal tersebut bisan uga dilihat dari Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono, sebagai kader Syarikat Islam yang merupakan Induk organisasi dari Pemuda Muslimin Indonesia dan juga sebagai Sekjend DPP Syarikat Islam, maka beliau sebagai menteri mencurahkan seluruh tenaga dan pemikiran untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Itu merupakan pengabdian dari kader Syarikat Islam bagi bangsa dan negara Indonesia.”
Adapun di bidang kepemudaan, yaitu berupaya meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
Perlu dipahami masyarakat, bahwa dalam bergerak dan beraktifitas seluruh kader diwajibkan berlandaskan Trilogi Yaitu, Sebersih-Bersih Tauhid, Setinggi-Tinggi Ilmu Pengetahuan, dan Sepandai-Pandai Siyasah.
Pemuda Muslimin Indonesia memiliki prinsip yang kuat dalam menjalankan aktivitasnya, yaitu, Sebersih-Bersih Tauhid. Senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta membersihkan diri dari segala bentuk kesyirikan dan kemusyrikan.
Dalam setiap aktifitasnya kader pemuda Muslimin selalu bersandar kepada Allah dan menjauihi hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama dan ketauhidan.
Selanjutnya, Setinggi-Tinggi Ilmu Pengetahuan. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan, serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan umat dan bangsa.
Prinsip ini direalisasikan kader-kader Pemuda Muslimin Sumatera Utara dimana kepengurusan diisi oleh kader yang banyak tamatan S3 (Doktor), S2 (Master).
Dan ini sesuai dengan prinsip setinggi-tinggi Ilmu Pengetahuan dari Trilogi SI. Dan hal tersebut sinergi dengan dukungan Program Pimpinan Besar Pemuda Muslimin dan PP Syarikat Islam memberikan bantuan beasiswa kepada kader- kader, untuk semua strata.
Kita merasa bersemangat dengan berbagai kebijakan yang dilakukan Presiden LT PP Syarikat Islam Dr. H. Hamdan Zoelva yang mampu membangun semangat juang dan pengabdian kader untuk bangsa dan negara.
Sebagaimana beliau tunjukkan, saat beliau Hamdan Zoelva menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi, membawa gerbong penegakan hukum dengan sangat baik dalam menegakkan hukum dan keadilan.
Selanjutnya, prinsil Sepandai-Pandai Siyasah. Meningkatkan kemampuan dan kecerdasan dalam mengelola urusan duniawi dalam berbangsa dan bernegara , serta mengembangkan kemampuan politik dan kepemimpinan untuk membangun masyarakat dan bangsa ke arah yang lebih baik.
Prinsip itu dilakukan oleh para kader-kader Pemuda Muslimin Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, yang mana merea pro dan aktif dalam berbagai parpol dan menjadi tokoh politik yang mengisi dan mengabdi untuk kepentingan ummat.
Pemuda Muslimin dan Syarikat Islam tidak lah sebuah organisasi politik tetapi para kadernya harua tau politik san ikut serta dalam melakukan jihad politik bagi kemaslahatan ummat.
Peran, Peluang dan Tantangan Kader di Era Digital
Kader Pemuda Muslimin Indonesia memiliki peran penting di era digital ini. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun bangsa.
Meningkatkan Literasi Digital sangat perlu, sebab kader Pemuda Muslimin Indonesia perlu meningkatkan kemampuan literasi digital untuk memanfaatkan teknologi digital secara efektif dan bijak. Dan membangun Jaringan. Kader diharapkan dapat memanfaatkan media sosial untuk membangun jaringan dan meningkatkan kesadaran sosial.
Dengan menyebarkan Informasi Positif, maka kader dapat menyebarkan informasi positif dan membangun kesadaran masyarakat tentang isu-isu penting.
Adapun peluang yang harus ambil para kader misalnya, peluang pendidikan online, kewirausahaan digital, dan jaringan global.
Dengan percepatan dan kemudahan itu maka para kader Pemuda Muslimin Indonesia akan siap bersaing dengan berbagai pihak.
Dengan memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan di era digital, pemuda Muslimin Indonesia dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat dan membangun bangsa yang lebih baik.
Perayaan Milad dan Kontribusi
Perayaan Milad menjadi momen penting untuk melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap kontribusi yang telah diberikan organisasi bagi masyarakat, umat, dan bangsa.
Penguatan kapasitas kader menjadi fokus utama dalam perayaan milad, yang menekankan pentingnya membekali pemuda dengan keterampilan, integritas, dan visi kebangsaan agar mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang seperti ekonomi, teknologi, dan sosial.
Peran strategis dalam pembangunan, organisasi ini berperan aktif dalam pembangunan bangsa, mulai dari sektor pendidikan, sosial, kesehatan, hingga ekonomi. Sinergi dengan pemerintah, kader Pemuda Muslimin Indonesia didorong untuk bersinergi dengan pemerintah daerah hingga pusat dalam upaya memajukan Indonesia.
Regenerasi kepemimpinan, perayaan milad seringkali menjadi momen untuk melakukan regenerasi kepengurusan dan memastikan roda organisasi tetap berjalan dan berkembang.
Selama 97 tahun, PMI telah menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari pra kemerdekaan hingga saat ini. Semoga organisasi ini terus menjadi wadah bagi pemuda muslim Indonesia untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat dan bangsa.
Selamat Milad ke-97 Pemuda Muslimin Indonesia, semoga kader-kader Pemuda Muslimin Indonesia diberikan kekuatan dan kesempatan untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai.(*)
Penulis adalah Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara dan juga merupakan Dosen Kopertais Wil IX Sumut


