Wamen ESDM Tinjau PLTA Batang Toru 510 MW, Dorong Percepatan Operasi Desember 2026

Berita Terkait

mimbarumum.co.id — Pemerintah terus mengakselerasi penyelesaian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 Megawatt (MW) di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Proyek strategis ini disiapkan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera sekaligus mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional.

Langkah percepatan tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, ke area bendungan (DAM) dan recovery tower PLTA Batang Toru. Proyek ini dikelola oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) bersama PT PLN (Persero) Group.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Wamen ESDM menyoroti peran vital PLTA Batang Toru di tengah keterbatasan pasokan energi primer. Selain itu, ia menekankan pentingnya pemulihan infrastruktur pascabencana hidrologi November 2025 lalu yang merobohkan lima tower transmisi.

“Dengan ketersediaan energi primer lain yang terbatas, PLTA Batang Toru yang segera on-grid akan menjadi bagian penting dalam penguatan sistem kelistrikan Sumatera. Penyelesaian proyek tidak hanya pada sisi pembangkit, tetapi mencakup transmisi, regulasi, dan penanganan dampak sosial. Karena itu, diperlukan langkah terpadu dan koordinasi lintas kementerian serta dukungan pemerintah daerah.”

Yuliot menambahkan, pemerintah menerapkan pendekatan paralel antara penyelesaian kelengkapan administratif dan pekerjaan teknis di lapangan, termasuk persiapan penggenangan waduk untuk tahap testing pembangkit.

Dari sisi pelaksana teknis, PLN mencatat progres pembangunan proyek terus menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, tingkat penyelesaian fisik PLTA Batang Toru telah mencapai 89,49%.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, menjelaskan progres proyek saat ini tergolong cepat dengan kapasitas terpasang 510 MW (4 unit x 127,5 MW). “Meskipun tantangan utama berada pada aspek regulasi dan perundang-undangan, proses penggenangan waduk tetap berjalan terkendali. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target Commercial Operation Date (COD) pada Desember 2026 dapat tercapai,” terangnya.

Dukungan pemerintah juga mendapat apresiasi dari pihak pengembang. President Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Li Xinlu, menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan Kementerian ESDM dalam memfasilitasi percepatan penyelesaian ruang bebas (Right of Way/ROW) jalur transmisi serta perizinan lintas kementerian.

Sejalan dengan hal tersebut, PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (PLN UIP SBU) memastikan komitmennya dalam mengawal aspek infrastruktur penunjang di lapangan.

General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, menegaskan kunjungan Wamen ESDM menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara PLN, pemerintah, dan pengembang. “PLN UIP SBU berkomitmen mengawal percepatan penyelesaian infrastruktur transmisi dan koordinasi lintas stakeholder, karena keberhasilan PLTA Batang Toru akan memperkuat sistem interkoneksi Sumatera secara keseluruhan,” ucap dia.

Sebagai pembangkit EBT yang memanfaatkan aliran air, PLTA Batang Toru dirancang sebagai sumber energi ramah lingkungan dengan emisi karbon rendah. Operasional pembangkit ini diharapkan menjadi salah satu tulang punggung transisi energi dan penyediaan pasokan listrik hijau yang berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera.

Reporter : Siti Amelia

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Pemprov Sumut-AS Perkuat Kemitraan Strategis, Buka Peluang Investasi dan Perdagangan Baru

mimbarumum.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS), khususnya dalam membuka...