UMKM Pilar Utama Ketahanan Ekonomi Bangsa, Edi Saputra Harapkan Pemko Medan Fokus Membina Pelaku UMKM

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra, S.T menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan tema, “Mewujudkan UMKM Halal Yang Legal, Produktif, Berdaya Saing dan Berkelanjutan Melalui Penguatan Usaha dan Kemudahan Berinvestasi” di Jalan Rawa Cangkuk III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sabtu (24/10/2026). Edi Saputra menegaskan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan pilar utama ketahanan ekonomi.

“Hakikatnya jelas, mewujudkan kesejahteraan rakyat yang adil, kemandirian bangsa dengan mengurangi ketergantungan impor, serta memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan berdaya saing,”papar Edi Saputra di hadapan ratusan pelaku UMKM yang hadir dari berbagai kecamatan di Kota Medan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, masalah UMKM sangat penting untuk ditangani oleh pemerintah. Sehingga diharapkan instansi atau dinas yang menanganinya di pemerintahan daerah harus maksimal, demi menghidupkan UMKM yang ada.

Menurut Edi Saputra, tantangan utama dihadapi pelaku UMKM selain persoalan produksi, tapi juga soal pemasaran produk UMKM tersebut. “Usaha bukan sulit membuatnya, tapi bagaimana bisa laku di pasar. Karena sekarang bahan-bahannya gampang dicari. Makanya nanti akan ada pelatihan sales marketing, agar bisa memasarkan produk yang sudah diproduksi,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Edi Saputra, jika ada produk UMKM seperti keripik, kerupuk dan lainnya, maka pelaku UMKM tidak pusing lagi memasarkannya. “Maka dari itu, pemerintah daerah diharapkan bisa menjembatani ini. Seperti di luar negeri, pemerintah membeli semua produk UMKM dan mensubsidi produktivitasnya,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Medan IV meliputi Kecamatan Medan Denai, Medan Kota, Medan Area, dan Medan Amplas ini.

Pada kesempatan itu, Edi Saputra juga menyoroti masih sulitnya pelaku UMKM di Medan mengurus izin. “Saya sudah membuktikan ketika mengurus izin usaha milik saya. Karena punya anggota dewan, satu hari siap. Memang masih beginilah polanya. Makanya saya minta dinas terkait jangan persulit izin pelaku UMKM di Kota Medan,”beber Edi Saputra yang juga pelaku UMKM sabun multi cair SunBlue tersebut.

Sertifikat Halal

Selain Edi Saputra, Sosialisasi Wawasan Kebangsaan tersebut juga menghadirkan perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Putrama Al Khairi menjelaskan pentingnya sertifikasi dan label halal:, manfaat, persyaratan, dan tata cara pengurusannya. Putrama berharap pelaku UMKM tidak berhenti disertifikasi halal semata. ” Kalau belum ada, nanti akan dipandu MUI untuk mengurusnya secara berjamaah secara gratis,” jelasnya.

“Saya salut dengan Pak Edi Saputra. Tidak sedikit pelaku UMKM yang hadir ini bukan berasal dari Dapilnya. Inilah bukti Pak Edi bekerja ikhlas demi membuat UMKM kita naik kelas sesuai dengan wawasan kebangsaan,” tambahnya.

Sedangkan perwakilan DPMPTSP Kota Medan, Delfi dalam sosialisasi itu memaparkan tentang penguatan legalitas.”NIB bisa digunakan sebagai legalitas usaha, untuk mempermudah akses permodalan dan pengembangan usaha. NIB bisa diperoleh dari OSS.go.id,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Pemko Medan memiliki terobosan fasilitas pendampingan perizinan UKM. ” Kita memiliki Mal Pelayanan Publik Medan, salah satu tenannya menyediakan layanan sertifikasi halal,” paparnya.

Delfi mengingatkan regulasi: per 18 Oktober 2026 seluruh makanan dan minuman wajib bersertifikat halal, halal itu per item produk, dengan sanksi administratif hingga pencabutan izin operasi. “Gubsu sudah menambah 1000 kuota untuk sertifikasi halal gratis untuk pelaku UMKM. Ada juga MPP road show ke kecamatan. Seperti di Kantor Kecamatan Medan Denai, 10-16 November 2026. Ada 16 tenan, dari pelayanan Adminduk sampai pengurusan sertifikasi halal,” jelasnya.

Kemudian, Kabid Koperasi UKM Medan, Debi Fauziah menjelaskan strategi UMKM halal naik kelas: produksi, pemasaran, keuangan, pembiayaan, dan kelembagaan.”Sebenarnya banyak kegiatan seperti bazar, pelatihan dan lainnya. Kami juga sulit menjangkau ke semua daerah,” akunya.

Untuk itu diluncurkan program SIPKURASI UMKM Medan “Melalui ini kami mengumpulkan data-data UKM. Selama ini tidak valid, jadi tidak bisa jadi data acuan. Bila datanya valid, maka bisa jadi acuan. Saya harap nanti diisi data Sipkurasi Medan. Di situlah nanti ada pembinaan kami. Nanti akan diketahui intervensinya di mana, butuhnya akses pasar, pemasaran, produks

Selain sesi pemaparan, sosialisasi juga diisi dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias pelaku UMkM yang hadir. Salah satunya, Budi, pelaku UMKM Kudapan Jahe Merah yang sudah dilirik salah satu hotel bintang lima di Medan, mengaku butuh bimbingan dan dinas terkait dimana mesin produksinya masih manual:
“Ini wewenang dinas kami. Bisa melalui program Sikurasi itu. Karena ini sudah akhir tahun, mungkin bisa direalisasikan tahun depan. Asalkan spesifikasi mesinnya dikasih tahu ke kami,” jawab Kabid Koperasi UKM Medan, Debi Fauziah

Debi juga menjelaskan bahwa Dinas Koperasi UKM Perindag Kota Medan memiliki program Bisnis Matching ke Retail:”Kami akan melakukan bisnis matching untuk pelaku UMKM yang produktivitasnya bisa masuk pasar retail. Contoh produk mau masuk Indomaret, bila sesuai, nanti akan kami pertemukan,” paparnya.

Lain halnya dengan Dayat. Pelaku UMKM asal Medan Sunggal ini mengaku masih mengambil barang dari pabrik. Sementara Pelaku UMKM lainnya, di Madan mengaku kesulitan dalam mencari modal usaha. Menanggapi kedua pertanyaan itu, Debi menjelaskan bahwa Dinas Koperasi UKM Perindag Kota Medan memiliki pelatihan digital marketing, toko digital dan live commerce yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan wawasan.

“Terkait dengan modal usaha, sekarang ada KUR limit 100 juta tanpa agunan di BRI, Bank Sumut dan bank lainnya Pastinya ada penilaian sendiri, dengan catatan usahanya harus sudah berjalan terlebih dahulu,” jelasnya.

Debi berharap pelaku UMKM terus mengembangkan usahanya, bila mau naik kelas. “Saya harap pertemuan ini tidak berhenti sampai di sini. Saya ingin sekali mendapatkan data-data pelaku UMKM yang hadir di sini agar bisa difollow up. Semua informasi ada di Instagram dinas kami, tolong difollow,” pungkas Debi.

Reporter: Djamaluddin

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Kapolda Sumut Komitmen Berantas Narkoba, Begal dan Premanisme, Robi Barus: Harus Ditindaklanjuti Polrestabes Medan dan Polres Pelabuhan Belawan

mimbarumum.co.id - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP, memberikan apresiasi atas komitmen Kapolda Sumatera...