Transformasi Digital dan Aset Strategis, Sumut Optimis Capai Target Investasi Rp100 Triliun pada 2029

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak hanya mengejar angka, tetapi sedang membangun ekosistem investasi yang lebih modern dan efisien. Di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, Sumut menargetkan realisasi investasi mencapai Rp100 triliun pada tahun 2029. Target ambisius ini menjadi kontribusi krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan sebesar 8 persen di tahun yang sama.

Kinerja positif ini bukan sekadar janji. Data menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, realisasi investasi tercatat Rp39 triliun, meningkat menjadi Rp48,2 triliun di 2024, dan melonjak signifikan di tahun 2025 menjadi Rp58,5 triliun.

“Realisasi 2025 ini bahkan sudah melampaui target dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang hanya Rp53,67 triliun,” ujar Damar Wulan, Koordinator Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur, Rabu (4/3/2026).

Apa yang membedakan strategi Sumut tahun ini? Damar Wulan menjelaskan bahwa DPMPTSP Sumut melakukan transformasi total dalam cara menarik dan melayani investor. Fokus utama kini beralih ke transformasi digital dan optimalisasi aset daerah.

Salah satu terobosan menarik adalah rencana pemanfaatan aset strategis daerah. Gubernur Bobby Afif Nasution menginstruksikan penyusunan dokumen kajian untuk aset Sport Center yang memiliki luas total 300 hektare.

“Kami akan tawarkan 200 hektare lahan Sport Center dan 100 hektare lahan pendukung kepada investor. Ini upaya konkret kami untuk meningkatkan investasi melalui pemanfaatan aset,” jelas Damar.

Selain itu, untuk memastikan kepatuhan dan kemudahan berusaha, DPMPTSP Sumut menerapkan beberapa langkah strategis:

Revitalisasi Platform Digital: Pengembangan e-katalog proyek investasi dan database peluang berbasis GIS (Geographic Information System).
Bimbingan Teknis (Bimtek) Maraton: Rutin membimbing 200 pelaku usaha per triwulan dalam pelaporan LKPM melalui sistem OSS-RBA.
Fasilitasi Perizinan: Menargetkan penyelesaian masalah perizinan bagi 30 pelaku usaha yang mengalami kendala.

Kemudian dari sisi sumber modal, Singapura masih menjadi kontributor terbesar dengan dominasi 61% dari total investasi di Sumut. Disusul oleh Belanda, Malaysia, Inggris, dan Tiongkok.

Secara geografis, Kabupaten Simalungun menjadi penyumbang terbesar berkat keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke. Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Tapanuli Selatan, dan Langkat menyusul di peringkat berikutnya.

Sektor yang paling diminati investor pada 2025 meliputi Industri Kimia dan Farmasi, Transportasi, Pergudangan, Telekomunikasi, Industri Makanan, serta sektor Listrik, Gas, dan Air.

Untuk mempercepat pencapaian target Rp100 triliun, Pemprov Sumut memperkuat payung hukum melalui Perda No 3 Tahun 2023 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi (PIKI). Sosialisasi PIKI kini menjangkau 120 pelaku usaha, dengan dorongan agar kabupaten/kota juga menerbitkan aturan turunan agar insentif yang diberikan lebih variatif.

“Kami membentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha dan Kelompok Kerja Peningkatan Daya Saing Investasi Daerah. Kami optimis target 100 triliun dapat tercapai dengan strategi yang terukur ini,” pungkas Damar.

Dengan penyerapan tenaga kerja yang juga mengalami fluktuasi positif (mencapai 60.133 orang di 2025), Sumut meyakini bahwa investasi yang masuk bukan hanya angka, melainkan penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Reporter : Siti Amelia

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Kolaborasi Bersama Polda Aceh, Tingkatkan Pengawasan Pelayanan Energi kepada Masyarakat

mimbarumum.co.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan Kepolisian Daerah...