Tim Basarnas Mulai Berkemas

0

Simalungun, Mimbar – Tim gabungan Basarnas mulai berkemas untuk meninggalkan posko pencarian penumpang kapal tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, sesuai batas akhir perpanjangan kerja tim pada Selasa (3/7/2018).

Personel lintas instansi yang turut dilibatkan dalam tim pencarian, seperti TNI, Lantamal I Belawan, BPBN, Polair mulai berkemas untuk meninggalkan Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, yang menjadi posko utama.Armada darat untuk mengangkut peralatan yang digunakan untuk pencarian selama dua pekan, sudah disiapkan di kompleks pelabuhan.

Sementara kegiatan di atas permukaan air, terpantau aksi tabur bunga dari keluarga korban dengan naik kapal feri KMP Sumut I dan II difasilitasi Basarnas yang diperkirakan merupakan titik koordinat kapal tenggelam.Ratusan umat Kristiani mengadakan kegiatan kebaktian bersama di kompleks dermaga, sedangkan umat Islam menggelar shalat gaib di perbukitan sekitar pelabuhan.

Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Simalungun itu dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan monumen untuk mengenang peristiwa memilukan itu.Diketahui, KM Sinar Bangun 6 bergerak dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, pada 18 Juni 2018, tetapi satu mil menjelang Pelabuhan Tiga Ras, pada pukul 17.10 Wib, kapal penumpang kayu itu terbalik dan tenggelam.

Diduga muatan yang berlebih, 188 orang dan sedikitnya 60-an sepeda motor, dan faktor cuaca buruk dengan angin kencang, hujan dan gelombang mencapai dua meter, menjadi penyebabnya.Dinyatakan sebanyak 164 penumpang belum ditemukan, 18 selamat, nakhoda dan dua awak kapal juga selamat, tiga ditemukan meninggal.(okz)

Monumen

Proses pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, resmi dihentikan Selasa (3/7). Monumen untuk mengenang mereka pun mulai dibangun di Tigaras, Simalungun.Meski operasi telah dihentikan, tim SAR tetap akan berada di kawasan Danau Toba. “Untuk secara nasional sudah berakhir. Setelah ini, kita laksanakan operasi rutin. Ada personel SAR di sini,” kata Budiawan, Kepala Kantor SAR Medan.

Operasi rutin di Danau Toba itu didukung sejumlah peralatan, seperti kapal dan perahu karet. Semuanya disiagakan dan akan bergerak jika ada laporan musibah baru ataupun temuan jasad korban KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba.Mengiringi berakhirnya pencarian korban maupun bangkai KM Sinar Bangun, hari ini dilaksanakan peletakan batu pertama monumen untuk mengenang para korban tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun.”Hari ini juga dilaksanakan proses doa bersama dan tabur bunga,” sebut Budiawan.

KM Sinar Bangun terbalik dan karam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun, Senin (18/6) sore. Kapal iti diperkirakan membawa sekitar 200 penumpang dan puluhan sepeda motor. Dari jumlah itu, baru 24 orang yang ikut dalam kapal telah ditemukan. Dari jumlah itu, 21 orang dinyatakan selamat, termasuk seorang nakhoda dan 2 ABK. Sementara 3 penumpang ditemukan meninggal dunia.Dari pendataan yang dilakukan, Basarnas menyatakan terdapat 164 yang hilang bersama kapal karam itu. Pencarian terhadap mereka resmi dihentikan hari ini.(mc/okz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here