Ribuan Massa Padati Bundaran Patung Kuda, Muhammad Nuh: Tekanan ke Israel Tak Cukup Hanya Diplomasi

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Lautan manusia memenuhi kawasan Bundaran Patung Kuda hingga depan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (12/10). Aksi bertajuk Bela Palestina itu menjadi salah satu gelombang solidaritas terbesar di ibu kota tahun ini. 

Ribuan warga dari berbagai ormas, komunitas, dan kalangan profesional turun ke jalan menyerukan keadilan bagi rakyat Palestina dan mengecam kebrutalan Israel di Gaza.

Sejak pagi, massa berdatangan dari berbagai arah sambil membawa bendera Palestina, spanduk bertuliskan “Free Palestine”, serta poster yang menuntut penghentian genosida. Takbir dan pekik “From the river to the sea, Palestine will be free” bergema di antara massa yang tumpah ruah di sekitar kawasan Patung Kuda hingga menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Dalam “11 Sikap Umat Islam untuk Palestina” yang dibacakan di tengah aksi, peserta mendesak agar pemerintah Indonesia bersikap lebih tegas dalam menekan Israel dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina secara nyata. Seruan boikot terhadap produk-produk yang terkait Israel juga menggema di sejumlah titik aksi.

Muhammad Nuh: Tekanan Ekonomi dan Militer Diperlukan

Menanggapi gelombang aksi tersebut, anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Muhammad Nuh, menilai bahwa Israel sudah berulang kali mengingkari kesepakatan gencatan senjata yang bahkan melibatkan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Qatar.

“Pengalaman kita, bahwa Yahudi, Israel biasa mengingkari janji. Gencatan senjata yang merupakan kesepakatan dan melibatkan pihak lain, seperti Amerika, Qatar dan lain-lain, dengan seenaknya dilanggar oleh Israel. Oleh karena itu, publik dunia harus terus mengawasi kelakuan Israel yang demikian itu,” ujar Nuh.

Ia menegaskan, tekanan terhadap Israel tidak cukup hanya dalam bentuk opini dan diplomasi. “Tekanan ekonomi, seperti memboikot produk mereka dan para pendukungnya, juga yang sangat penting adalah tekanan militer,” tambahnya.

Menurutnya, dukungan rakyat terhadap Palestina tidak boleh berhenti pada simpati moral semata, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memberi efek jera bagi rezim Tel Aviv.

Aksi Serupa Menggema di Berbagai Negara

Solidaritas terhadap Palestina7 juga bergema di berbagai belahan dunia. Di Amsterdam, ratusan ribu orang melakukan aksi besar menuntut penghentian agresi Israel dan menyerukan boikot internasional terhadap perusahaan-perusahaan pendukung perang.

Di London, ribuan warga berkumpul di Victoria Embankment dan Whitehall, menyerukan “perdamaian yang berkeadilan” bagi Gaza. Sementara di Sydney, sekitar 30.000 orang mengikuti aksi jalan damai pro-Palestina, menegaskan bahwa perjuangan belum selesai meski ada kesepakatan gencatan senjata sementara.

Aksi serupa juga terjadi di Barcelona, Buenos Aires, dan sejumlah kota besar dunia, menyusul insiden intersepsi kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza oleh militer Israel awal Oktober lalu.

Simbol Solidaritas Global

Gelombang aksi ini menunjukkan bahwa isu Palestina telah menjadi simbol solidaritas global lintas agama dan bangsa. Dari Jakarta hingga London, dari Amsterdam hingga Sydney, publik dunia semakin vokal menuntut penghentian kekerasan terhadap rakyat Gaza dan penyelesaian politik yang adil.

Di tengah gempita takbir dan doa, satu pesan mengalir dari Bundaran Patung Kuda: kemerdekaan Palestina bukan sekadar isu Timur Tengah, melainkan amanat kemanusiaan universal.

Reporter: Ngatirin/rel

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

BPS dan Bank Dunia Jelaskan Perbedaan Angka Kemiskinan Indonesia, Bukan Berarti Kondisi Makin Miskin

mimbarumum.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Bank Dunia memberikan penjelasan terkait perbedaan angka kemiskinan Indonesia yang menggunakan garis kemiskinan...