mimbarumum.co.id – Pertandingan panas tersaji saat PSMS Medan menjamu PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Pegadaian Liga 2 yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (28/3/2026). Duel kedua tim berlangsung sengit dengan intensitas tinggi, hingga akhirnya harus berakhir imbang setelah saling berbalas gol.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan langsung berjalan dalam tempo cepat. PSPS tampil percaya diri dengan permainan menyerang, sementara PSMS mencoba mengimbangi dengan skema permainan yang lebih terstruktur. Kedua tim beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, menandakan laga ini tidak akan berjalan mudah bagi salah satu pihak.
PSPS akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-26. Melalui skema bola mati, Antonio sukses memanfaatkan tendangan bebas yang tidak mampu diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan PSMS. Gol tersebut membuat PSPS unggul lebih dulu sekaligus meningkatkan tekanan terhadap tim tamu.
Tertinggal satu gol, PSMS berusaha bangkit. Namun di babak pertama, mereka tampak kesulitan menembus pertahanan rapat PSPS yang menerapkan formasi dengan lima pemain di lini belakang. Skema bertahan tersebut membuat ruang gerak pemain PSMS menjadi terbatas.
Memasuki babak kedua, perubahan signifikan dilakukan oleh pelatih PSMS, Eko Purjianto. Ia memasukkan beberapa pemain dengan karakter lebih agresif guna membongkar pertahanan lawan. Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil, di mana PSMS tampil lebih menekan dan berani mengambil risiko.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Zaki berhasil mencetak gol penyeimbang melalui sepakan yang terukur, memanfaatkan celah di lini pertahanan PSPS. Gol ini kembali menghidupkan pertandingan, membuat kedua tim bermain semakin terbuka.
Setelah gol tersebut, pertandingan berubah menjadi ajang saling serang. PSPS berupaya kembali unggul, sementara PSMS juga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk membalikkan keadaan. Sejumlah peluang tercipta dari kedua sisi, namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Pelatih PSMS, Eko Purjianto, mengakui timnya sempat kehilangan fokus terutama saat menghadapi situasi bola mati yang berujung pada gol lawan. Ia menilai hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.
“PSPS sangat impresif dalam menyerang dan gigih dengan lima bek. Kita sebenarnya sudah mengantisipasi, tapi kebobolan dari servis bola mati karena kurang fokus. Itu jadi evaluasi ke depan,” ujarnya dalam sesi konferensi pers.
Ia juga menambahkan bahwa perubahan taktik di babak kedua menjadi kunci kebangkitan timnya.
“Kami ubah pendekatan dengan memasukkan pemain yang lebih agresif. Alhamdulillah bisa dapat gol, meski hasil ini tetap jadi bahan evaluasi,” tambahnya.
Sementara itu, Zaki yang menjadi penyelamat PSMS menegaskan bahwa timnya sudah berjuang maksimal sepanjang pertandingan. Ia juga bertekad untuk tampil lebih baik di laga selanjutnya.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencuri poin. Ke depan saya harus lebih maksimal lagi, apalagi untuk pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin. Meski demikian, pertandingan ini menunjukkan kualitas dan semangat juang tinggi dari kedua tim yang sama-sama tampil ngotot sepanjang 90 menit.
Reporter: Dzaky



