Program DIP-MA UMA Diskusi Panel Revitalisasi Pisang Kepok Hadirkan Bupati Madina

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Program Doktor Ilmu Pertanian dan Magister Agribisnis Universitas Medan Area (UMA) menggelar diskusi panel Pengembangan Wilayah Berbasis Komoditas Unggulan: Integrasi Perkebunan Presisi dan Manajemen Rantai Pasok Pisang Kepok di Ruang Ujian Terbuka Lantai 3 MA-DIP Kampus UMA Jalan Sei Serayu Medan, Sabtu (25/7/2026).

Diskusi panel menghadirkan Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution, S.H, M.M sebagai keynote speaker dihadiri Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc, Direktur Pascasarjana UMA Prof. Dr. Ir. Retna Astuti Kuswardani, MS serta Ketua Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dan Magister Agribisnis UMA Prof. Ir. Zulkarnain Lubis, MS, Ph.D.

Tiga panelis adalah Guru Besar Ekonomi Pertanian dan Agribisnis USU Prof. Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec, Guru Besar Agroteknologi UMA Prof. Dr. Ir. Suswati, MP dan Bisnis Eksport Hortikultura yang juga mahasiswa Pascasarjana UMA Mitra Sembiring, S.Pd.

Bupati Saipullah menjabarkan kebijakan Pemkab Madina juga rencana revitalisasi komoditas pisang kepok mandailing (musa paradisiaca) yang pernah menjadi produk unggulan di kabupaten tersebut.

Dia menyebut pisang kepok terdapat kesesuaian lahan agro klimat ideal untuk pisang kepok yang tumbuh optimal di iklim tropis dengan curah hujan dan suhu yang mendukung.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat budaya lokal dan keahlian turun temurun dalam bertanam pisang didukung pengalaman petani lokal menjadi kekuatan dalam kualitas dan konsistensi.

Di Madina, kata Saipullah memiliki ketersediaan lahan yang luas dan potensi tumpang sari pada perkebunan. Lahan tersedia dan cocok untuk sistem tumpang sari demi hasil yang berkelanjutan.

Diantaranya monitoring, evaluasi lahan dan pengambilan sampel tanah lokasi yang direncanakan untuk memastikan kesesuaian lahan dan kualitas tanah dalam mendukung produktivitas pisang kepok.

Upaya lain adalah pembuatan kebun percontohan di Desa Hutatonga Kecamatan Panyabungan Barat sebagai model kebun pisang kepok yang dapat menjadi contoh dan pusat pembelajaran bagi petani. 

“Hulu dengan penggunaan bibit kultur jaringan yang bebas penyakit, penerapan food agricultural practices dan pembentukan food estate lokal (zonasi lokasi produksi). Hilir dengan menciptakan nilai tambah, tepung pisang, kripik dan pakan ternak serta suplay ke pasar modern dan orientasi ekspor,” kata bupati. 

Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc saat membuka acara mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Bupati Madina panelis beserta peserta diskusi panel yang sangat penting karena pisang baik kulit, buah dan bagian lain dapat diolah dan memiliki nilai ekonomis.

Sementara Direktur Pascasarjana UMA Prof. Dr. Ir. Retna Astuti Kuswardani, MS mengatakan pisang bukan komoditas pertanian biasa. Sebab sudah merupakan bagian dari sistem pangan dan budayanya sekaligus penopang ekonomi petani, pelaku usaha dan masyarakat.

Ketua Program Studi Doktor Pertanian dan Magister Agribisnis UMA Prof. Ir. Zulkarnain Lubis, MS, Ph.D memberikan pengantar untuk diskusi panel tersebut. 

Program Doktor Ilmu Pertanian (DIP)  UMA memiliki tanggung jawab moral mengembangkan kajian-kajian ilmiah bersama Pemkab Madina dan masyarakat untuk menyusun strategi pengembangan wilayah berbagai komoditas unggulan. 

Reporter : M Nasir

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

511 Siswa SMKN 9 Medan TKA Secara Online Gunakan Komputer

mimbarumum.co.id - Selama dua minggu kedepan diadakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK Negeri 9 secara online berbasis komputer...