mimbarumum.co.id – Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof. Syahrin Harahap, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian Presiden Prabowo Subianto yang secara tegas menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia terkait kemerdekaan Palestina di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam pandangannya, langkah Presiden Prabowo membawa isu Palestina ke panggung dunia merupakan perwujudan nyata dari amanat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan. “Presiden Prabowo telah menunjukkan kepemimpinan moral dengan membawa suara rakyat Indonesia ke forum internasional. Ini bukan hanya diplomasi, melainkan keberanian yang patut dicatat dalam sejarah politik luar negeri kita,” ujar Prof. Syahrin di Medan, Sabtu (28/9).
Mujadid Asia tenggara ini menilai, posisi Indonesia selama ini memang konsisten mendukung Palestina, namun penyampaian langsung oleh Presiden Prabowo di PBB menambah bobot diplomasi Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut mempertegas bahwa Indonesia tidak hanya berperan sebagai negara demokrasi terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga sebagai representasi umat Islam dunia yang peduli terhadap keadilan global.
Selain menyoroti sikap Indonesia, Prof. Syahrin juga memberikan penghormatan kepada Presiden Prancis yang menunjukkan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina. Baginya, sikap positif dari negara besar seperti Prancis merupakan sinyal penting bagi pergeseran opini internasional. “Dukungan dari Prancis menambah energi baru. Ini menunjukkan bahwa isu Palestina bukan lagi milik negara-negara Muslim semata, tetapi telah menjadi kepedulian global,” jelasnya.
Prof. Syahrin menambahkan, sikap Presiden Prabowo sejalan dengan harapan banyak negara sahabat, termasuk Iran, yang sejak lama konsisten menyerukan pembelaan penuh terhadap Palestina. Menurutnya, kesamaan pandangan Indonesia dan Iran dalam isu Palestina memperkuat solidaritas dunia Islam. “Indonesia telah mengambil peran sebagaimana diharapkan Iran dan banyak negara Muslim lainnya, yakni menjadi suara moral dunia bagi rakyat Palestina,” tegasnya.
Menurut Prof. Syahrin, dukungan internasional yang terus menguat, baik dari dunia Islam maupun negara Barat, menandai momentum penting bagi perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia meyakini, jika langkah diplomasi Indonesia terus konsisten, perjuangan itu akan menemukan jalannya. “Ketegasan Presiden Prabowo, sikap positif Prancis, dan konsistensi negara-negara seperti Iran adalah kombinasi penting untuk mendorong lahirnya solusi berkeadilan,” katanya.
Guru besar UINSU itu juga berharap agar langkah Presiden Prabowo tidak berhenti pada forum PBB semata. Ia mendorong adanya tindak lanjut dalam bentuk diplomasi bilateral, pertemuan multilateral, serta peran aktif Indonesia dalam organisasi internasional seperti OKI dan G20. “Indonesia harus menjaga momentum ini. Dunia menanti bagaimana kita terus memainkan peran aktif, tidak hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai penggerak solidaritas global,” tambahnya.
Menurutnya, rakyat Indonesia pada umumnya mendukung sikap tegas Presiden Prabowo. Hal ini karena Palestina memiliki posisi istimewa dalam sejarah diplomasi Indonesia, baik secara ideologis maupun emosional. “Kita semua tentu berharap Palestina segera meraih kemerdekaan penuh. Dukungan Presiden Prabowo di PBB adalah wujud nyata dari janji kemerdekaan itu,” pungkas Prof. Syahrin, mantan Rektor UINSU itu.
Reporter : A. Rasyid


