Petahana dan Soliditas PKS, Alasan Akhyar-Salman Unggul Secara Survei

mimbarumum.co.id – Roda Tiga Konsultan beberapa waktu lalu mengeluarkan hasil survei preferensi pemilih terhadap pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan dalam kontestasi Pilkada Kota Medan 2020.

Dari hasil simulasi yang telah dilakukan secara cepat pada tanggal 8 sampai 11 November 2020, dengan melibatkan 810 responden yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kota Medan, paslon Akhyar Salman meraih nilai elektoral 53,1 persen.

Sedangkan pasangan nomor urut 2 Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman meraih nilai elektoral 37, 3 persen dan sisanya menolak melakukan simulasi 9,6 persen.

Selain melakukan simulasi surat suara, dalam survei juga ditanyakan langsung kepada responden, “Jika Pemilihan dilaksanakan pada hari ini siapa yang akan dipilih dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan?”.

Baca Juga : Bersama Golkar, Ijeck Siap Menangkan Bobby-Aulia

Menyikapi hasil itu, Pengamat Politik DR Warjio menilai hal yang wajar. Pasalnya, Akhyar sebagai petahana adalah sosok yang cukup dikenal masyarakat dibandingkan lawannya.

Kendati begitu, Warjio menilai masih ada perubahan mengingat adanya sisa waktu lebih dari sepekan sebelum pemilihan.

“Hasil ini menunjukkan masih kuatnya Akhyar sebagai petahana. Namun masih ada sisa waktu lebih dari seminggu dan masih ada peluang untuk berubah,” terangnya, Sabtu (21/11/2020).

Selain sosok petahana, Warjio juga menilai, keunggualan pasangan nomor urut 1 karena adanya kekuatan PKS sebagai partai yang solid.

“PKS ini partai solid dan memiliki mesin politik yang militan dan bersifat akar rumput dan langsung terjun menyentuh masyarakat. Jadi hal yang wajar jika pasangan Akhyar dan Salman bisa mengungguli lawannya,” sebut Warjio.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Akhyar-Salman (AMAN) Ibrahim Tarigan memberi apresiasi atas hasil survei yang mengunggulkan pasangan calon yang diusungnya.

Ibrahim menilai, penduduk Medan adalah pejuang demokrasi di Indonesia. Dan itu telah dibuktikan lewat hasil survei dan akan direalisasikan pada 9 Desember 2020 oleh anak-anak Medan.

“Mereka punya ketetapan hati mulai sejak awal pemilihan. Warga Medan adalah pejuang demokrasi. Mereka tidak melihat banyaknya partai, tapi sosok yang layak memimpin Kota Medan. Intinya anak Medan adalah pemilih cerdas dan pejuang,” tegasnya. (Rel)

Editor : Dody Ferdy