Personil Polres Padang Sidempuan Jalani Tes Urine

0
Polres Padang Sidempuan
nggota personil polres Kota Padang Sidempuan sudah melakukan tes urine hasilnya negatif. (mimbarumum/ist)

mimbarumum.co.id – Personil Polres Padang Sidempuan melakukan tes urine, Senin (22/2/2021). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan anggota Polres tidak menyalahgunakan narkotika.

Kapolres Kota Padang Sidempuan, AKBP Juliani Prihartini menjelaskan tes urine dilakukan sejak pukul 09.00 Wib di Halaman Polres Kota Padang Sidimpuan. Ada sebanyak 276 personel yang menjalani tes urine.

“Sampel urine diperiksa personil Sat Narkoba, dan diikuti personil Sat Reskrim, Sat Lantas dan Sat Sabhara,” ungkap Juliani.

Juli bilang tes urine dilakukan secara mendadak. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti perintah pimpinan. Juga sebagai komitmen Kapolres Padang Sidimpuan untuk terus melakukan tes urine kepada semua personil, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

Setelah hasil tes urine keluar, Juliani mengapresiasi seluruh personilnya. Lantaran semua hasil tes negatif. Yaitu semua personil bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Dari hasil tes urine yang telah dilakukan,  tidak ada ditemukan yang menggunakan narkotika. Atau dengan hasil negatif,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tes urine adalah salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi jenis dan kadar obat-obatan terlarang dalam tubuh. Jenis obat-obatan terlarang yang sering diperiksa meliputi mariyuana, opioid, amfetamin, kokain, dan phencyclidine (PCP).

Secara umum, tes narkoba menggunakan sampel urine untuk mendeteksi adanya obat-obatan terlarang dalam tubuh. Tetapi sampel yang diambil juga bisa berasal dari rambut, darah, keringat, bahkan air liur.

Dibanding sampel lainnya, pemeriksaan sampel rambut dapat mendeteksi adanya penggunaan narkoba dalam jangka waktu yang lebih lama.Di Indonesia sendiri, tes narkoba dengan sampel air liur belum tersedia. Saat ini, tes narkoba paling sering dilakukan dengan metode tes urine. 

Hasil tes narkoba terbagi tiga. Hasil negatif menandakan tidak adanya narkoba dalam tubuh. Atau kadar obat tersebut berada di bawah nilai yang terdeteksi. Kemudian hasil tes narkoba yang positif, menandakan adanya satu atau lebih jenis obat-obatan terlarang dalam tubuh pasien.

Lalu hasil positif palsu juga dapat terjadi. Misalnya karena ada pengaruh dari obat-obatan medis tertentu yang dikonsumsi.

Reporter : Rizal Nasution
Editor : Siti Murni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here