Paradoks Ketenagakerjaan Keteknikan Industri Defisit 45 %, Pengangguran Muda Tembus 16,9 %

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Dunia keteknikan Indonesia tengah menghadapi paradoks struktural dimana industri nasional mengeluhkan kekurangan insinyur hingga 45 persen.

Namun tingkat pengangguran usia muda (15–24 tahun) justru mencapai 16,9 persen jauh di atas kelompok usia di atas 30 tahun yang hanya 1–3 persen. Ini menunjukkan sistem di Indonesia belum mampu menyerap lulusan baru secara sehat.

Ada sekitar 1,5 juta lulusan D4 sampai S3 yang masuk pasar kerja setiap tahun. Sesuai data Survey Tenaga Kerja bulan Mei 2026 mencatat lebih dari 1,03 juta sarjana menganggur dan sekitar 5% – 7% dari rumpun/jurusan teknik/teknologi yang gagal terserap karena kualitasnya belum sesuai ekspektasi industri.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Teknik UMSU, Ir. Ade Faisal, PhD, IPU, yang juga seorang Insinyur Ahli Teknik Bangunan Gedung pada pelepasan 46 orang mahasiswa magang berdampak FT UMSU angkatan V, Kamis (28/8/2026), ke Provinsi Jawa Barat, Aceh, Jambi dan Sumatera Utara.

Ada tiga penyebabnya, pertama, vertical mismatch 50 persen atau 72,3 juta pekerja Indonesia bekerja tidak sesuai kualifikasinya, termasuk sarjana teknik yang berakhir sebagai tenaga administrasi (Mandiri Institute 2025).

Kedua, tuntutan pengalaman kerja 3–5 tahun yang mempersempit pintu masuk lulusan baru dan ketiga, kurikulum kampus yang masih tertinggal dari penerapan IoT, AI, dan otomasi di industri.

Bahkan sekitar 47 persen insinyur yang sudah bekerja pun masih membutuhkan reskilling dan upskilling menghadapi AI dan otomatisasi pembelajaran keinsinyuran tidak boleh berhenti setelah lulus.

Solusi paling realistis untuk persoalan pengalaman kerja adalah memperbanyak magang yang terhubung langsung dengan proyek nyata, itulah semangat Program Magang Berdampak ini.

“Kami berharap mahasiswa membawa pulang bukan hanya nilai akademik, tapi pengalaman lapangan dan pemahaman standar kerja industri bekal yang membedakan mereka dari ratusan ribu sarjana lain yang masih mencari kerja,” tegas Ade Faisal yang juga Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Sumatera Utara.

Acara pelepasan mahasiswa magang berdampak ini dilakukan oleh Wakil Rektor UMSU Bidang AIK, Pendidikan, Pengajaran, dan Digitalisasi, Assoc. Prof. Dr. Marah Doly Nasution, SPd, Msi.

Sebanyak 46 mahasiswa Program Magang Berdampak FT UMSU angkatan V ditempatkan di Provinsi Jawa Barat, Jambi, Sumatera Utara, dan Aceh, pada tujuh mitra yakni, PT Adhi Karya (Persero), PT Wijaya Karya Beton Tbk, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II Medan, PT Adibrata Unggul Jaya, PTPN IV Tebing Tinggi, Balai Perkeretaapian Wilayah I Medan, dan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang.

Reporter : M Nasir

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Komisi VIII DPR RI – UINSU Medan – Kemenag RI Bersinergi Tingkatkan Kapasitas Guru Agama di Era Digital

mimbarumum.co.id - Komisi VIII DPR RI bersama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan dan Direktorat Guru dan Tenaga...