Rabu, Juni 26, 2024

NISN Terdaftar Ganda, Ini Sekolahnya

Baca Juga

mimbarumum.co.id – Sekolah Perguruan Al-Ittihadiyah diduga mengambil data siswa berupa Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dari sekolah lain.

Sekolah Al Ittihadiyah yang terletak di Jalan Gedung Arca No.55 Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan itu diduga mengambil NISN seorang siswa MTS Muallimin, Jalan Mamiyai No.1 F, Tegal Sari III, Medan.

Hal ini terkuak dari orang tua siswa, Sari Lastuti Siregar yang mendatangi Kepala Sekolah Perguruan Al- Ittihadiyah pada Selasa (30/5/2023).

Awalnya, anak dari Sari Lastuti Siregar yang bernama Raisya Justi Eliza telah menamatkan diri dari MTS Muallimin dan hendak melanjutkan sekolah ditingkat SMA disalah satu sekolah negeri yang ada di Kota Medan.

Tapi, saat Sari Lastuti ingin mendaftarkan, pihak sekolah SMA menolak, sebab belum ada NISN (Nomor Induk Siswa Nasional).

“Kemarin kami mendaftarkan anak saya di sebuah sekolah SMA Negeri, tapi anak saya ditolak, karena belum ada NISNnya. Ketika saya tanya di MTS Muallimin, operator sekolah mengatakan NISN tidak dapat keluar karna anak Ibu terdaftar di Perguruan Al-Ittihadiyah. Sontak saya terkejut karena anak saya selama ini bersekolah di MTS Muallimin,” jelas Sari Lastuti kepada Wartawan saat ditemui di depan Kantor Perguruan Al-Ittihadiyah.

Sari Lastuti menduga bahwa NISN anaknya sengaja dicuri dengan maksud dan tujuan tertentu Perguruan Al-Ittihadiyah.

“Bisa jadi data anak saya dipergunakan untuk hal yang menguntungkan orang ini. Kan banyak itu di sekolah-sekolah siswanya terima bantuan pendidikan dari pemerintah melalui pihak sekolah, bisa jadi karena hal itu, data anak saya dicuri,” katanya.

Selain itu, Sari Lastuti juga mengaku bahwa selama anaknya sekolah di MTS Muallimin tidak pernah mendapatkan bantuan pendidikan.

“Dengan ulah orang ini, anak saya tidak bisa sekolah, jadi kalau ini nanti tidak bisa diselesaikan oleh Pihak Sekolah Perguruan Al-Ittihadiyah, saya akan mempidanakan mereka dengan pencurian data,” ujar Sari Lastuti.

Sementara Kepala Sekolah Perguruan Al Ittihadiyah, Suryani di dalam ruang guru mengakui bahwa benar Raisya Justi Eliza terdaftar di sekolahnya sejak penerimaan siswa baru kelas 7 dan kini sudah kelas 8, namun Ia beralasan masalah tersebut kesalahan input data dan kelalaian anggotanya serta Ia juga menyebutkan data siswanya tidak pernah dicek ulang.

“Kesalahan input data oleh operator kami, sementara kami tidak pernah ngecek-cek ulang data siswa,” sebut singkat Suryani, menjawab pertanyaan Sari Lastuti Siregar saat berada didalam ruang kantor guru.

Anehnya, ketika dipertanyakan terkait penerimaan Raport Siswa kenaikan kelas 7 ke kelas 8 yang pada umumnya Raport tersebut diambil oleh orang tua siswa di sekolah, Kepala Sekolah itu diam dan tidak bisa menjawab.

“Bu, kalau andainya anak saya terdaftar saat itu dikelas 7 dan sekarang sudah kelas 8, pastinya sudah ada penerimaan raport siswa yang diambil oleh orang tua siswa di sekolah. Kenapa saat penerimaan Raport tidak dipertanyakan dan dibiarkan perbedaan nama orang tua penerima Raport tersebut dengan nama orangtua siswa yang ada didata sekolah,” tanya Sari Lastuti kepada Kepala Sekolah.

Sayangnya, Kepala Sekolah tersebut memilih diam dan hanya meminta maaf serta meminta Sari Lastuti Siregar agar masalah tersebut tidak dilaporkan ke pihak berwajib.

Di tempat yang berbeda, pihak sekolah MTs Muallimin pun menuturkan bahwa data siswa tersebut saat ini dalam posisi double.

“Memang terdaftar, dua-dua. Double jadinya. Sebenarnya kalau ke luar dari pihak Al Ittihadiyah selesai. Di Muallimin terdaftar nama anak tersebut, di verval PD terdaftar, karena double makanya gak bisa dicari secara umum di google search. Memang di dapodik sudah ke luar, tapi di verval PD belum ke luar. Itulah yang kita proses-proses ke pusat tadi,” ungkap pihak Mts Muallimin.

Menurutnya, setelah ditemui orang tua tadi, pihak Al-Ittihadiyah seolah buang badan.

“Jadi dia ini mau membuang badan. Kalau cek di verval data itu masih ada. Di dapodik yang sudah tidak ada. Jadi ini ketakutan dia lah,” pungkas pihak Mts Muallimin.

Reporter : Rasyid Hasibuan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hakim Singgung Perdamaian, Sidang Gugatan PT Jaya Beton Indonesia Rp642 Miliar Digelar

mimbarumum.co.id - Sidang perdana perkara gugatan PT Jaya Beton Indonesia (JBI) sebesar Rp 642 miliar digelar di Ruang Sidang...

Baca Artikel lainya