mimbarumum.co.id – Modul ajar tidak hanya memuat aspek pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa melalui pendekatan digital yang interaktif dan kontekstual.
“Modul ajar digital harus dirancang dengan memperhatikan kebutuhan individual siswa berkebutuhan khusus, baik dari segi konten, bahasa, maupun tampilan, agar mudah dipahami dan dapat memotivasi mereka untuk belajar secara mandiri,” kata pakar pendidikan Dr. Irsan, M.Si., M.Pd. belum lama ini dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (PKM Unimed).
Dalam kegiatan ini, Dr. Irsan, M.Si., M.Pd. didapuk sebagai narasumber materi “Penyusunan Modul Ajar Digital untuk Tingkatkan Literasi dan Karakter Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB”. Pemaparannya memberikan wawasan baru bagi para guru tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan guna menghadirkan pembelajaran yang lebih inklusif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Ketua Tim PKM Unimed di SLB Taman Pendidikan Islam Medan Amplas, Laurensia Perangin-angin S.Pd., M.Pd., mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pendampingan kepada guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam menyusun modul ajar berbasis digital. Modul ajar tersebut diharapkan tidak hanya relevan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan siswa berkebutuhan khusus yang memiliki karakteristik belajar berbeda.
“Dengan adanya pendampingan ini, guru didorong untuk mampu menghasilkan bahan ajar digital yang interaktif, mudah dipahami, serta mendukung peningkatan literasi sekaligus pembentukan karakter peserta didik,” katanya.
Tim Pengabdian dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Unimed ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat sebelumnya pada Juni 2025, bertema “Penyusunan Modul Ajar Berbasis Digital sebagai Upaya Meningkatkan Literasi dan Karakter Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB Taman Pendidikan Islam Medan Amplas”, Selasa (5/8/25).
Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata Unimed dalam mendukung pendidikan inklusif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, diikuti para guru serta pihak sekolah yang menyambut antusias kedatangan tim pengabdian.
Tim yang diketuai Laurensia Perangin-angin ini beranggotakan Dr. Irsan, M.Si., M.Pd., Dr. Nurmayani, M.Ag., dan Dr. Halimatussakdiah, S.Pd., M.Hum. Selain itu, melibatkan mahasiswa PGSD FIP Unimed yaitu Salwa N.M. Harahap, Yusron Abda’u Ansya, dan Mai Saroh Nasution yang turut berperan aktif dalam mendukung jalannya program.
“Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa ini menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan, karena mampu menghadirkan kombinasi pengalaman akademik dengan semangat generasi muda yang kreatif dan inovatif,” sebut Laurensius.
Selain dosen, mahasiswa PGSD FIP Unimed turut memberikan kontribusi penting dalam sesi pemaparan materi. Yusron Abda’u Ansya berfokus pada penjelasan langkah-langkah praktis dalam menyusun modul digital dengan memanfaatkan aplikasi Canva. Ia menekankan bagaimana guru dapat menggunakan fitur-fitur yang tersedia untuk membuat desain modul yang menarik, interaktif, serta menyesuaikan tampilan agar ramah bagi siswa berkebutuhan khusus.
Materi yang disampaikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga dilengkapi praktik langsung sehingga guru peserta pelatihan dapat mencoba membuat desain modul secara mandiri. Salwa Harahap melanjutkan sesi dengan menyampaikan contoh modul tematik. Modul tersebut dirancang secara khusus untuk mengintegrasikan aspek literasi dengan penguatan karakter melalui pendekatan sederhana yang sesuai dengan kondisi guru di SLB.
Salwa menunjukkan modul yang dapat dibuat mudah diakses, praktis digunakan, serta tetap memiliki nilai edukatif yang tinggi. Melalui pemaparan ini, guru memperoleh gambaran konkret mengenai penerapan modul ajar digital yang tidak hanya membantu pemahaman akademik siswa, tetapi juga mendukung perkembangan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran.
Kepala SLB Taman Pendidikan Islam Medan Amplas Lindayani, S.Pd. memberikan apresiasi atas dukungan dari Unimed yang telah memberikan solusi konkret dalam pengembangan pembelajaran di sekolah mereka. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan di masa yang akan datang.
Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan menyampaikan bahwa materi pelatihan sangat bermanfaat dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan bermakna bagi siswa berkebutuhan khusus.
Tim PKM PGSD FIP UNIMED juga menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMED atas dukungan dan fasilitas yang diberikan, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi sekolah sasaran.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan literasi dan karakter peserta didik berkebutuhan khusus dapat ditingkatkan secara optimal, serta mendorong lahirnya inovasi pendidikan inklusif berbasis teknologi di Sumatera Utara,” tandas Lauren.
• Suyadi San


