mimbarumum.co.id – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) umumnya berakhir ketika mahasiswa kembali ke kampus. Namun, hal berbeda dilakukan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Medan (UNIMED) Kelompok 2 di Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Mereka tidak hanya menghadirkan bimbingan belajar membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) bagi anak-anak desa, tetapi juga menyiapkan tutor lokal agar program tetap berjalan setelah masa pengabdian selesai.
Program yang berlangsung pada 6 Juli – 15 Agustus 2026 itu menjadi salah satu program unggulan KKN UNIMED dengan mengusung tema “Mewujudkan Desa Cerdas melalui Penguatan Literasi Digital, Pendidikan, dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia.” Fokus utamanya adalah meningkatkan kemampuan literasi dasar anak sekaligus membangun budaya belajar yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa memberikan pendampingan belajar kepada lebih dari 50 anak yang berasal dari UPT SPF SD Negeri 101875 Bintang Meriah, UPT SPF SD Negeri 101865 Batang Kuis, serta anak-anak yang mengikuti bimbingan belajar di rumah warga.
Proses pembelajaran dirancang secara interaktif dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. Melalui metode tersebut, anak-anak tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga didorong untuk lebih percaya diri, aktif bertanya, dan menikmati proses belajar.
Ketua KKN UNIMED Kelompok 2, Andri Saputra Harahap, mengatakan program tersebut sengaja dirancang agar manfaatnya tidak berhenti ketika masa KKN berakhir.
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membantu meningkatkan kemampuan dasar anak-anak. Yang terpenting, program ini tetap berjalan setelah kami kembali ke kampus. Karena itu kami menyiapkan tutor lokal yang nantinya akan melanjutkan bimbingan belajar bagi adik-adik di Desa Bintang Meriah,” ujarnya.
Sebagai langkah keberlanjutan, mahasiswa memberikan pendampingan kepada tujuh pemuda dan pemudi Desa Bintang Meriah untuk menjadi tutor lokal. Mereka akan melanjutkan kegiatan bimbingan belajar sehingga anak-anak tetap memperoleh pendampingan secara rutin meskipun masa KKN telah usai.
Program tersebut mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Muharrina Harahap, S.S., M.Hum. yang mengarahkan agar seluruh program kerja disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan desa.
Kegiatan ini juga memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bintang Meriah, pihak sekolah, guru, serta para orang tua siswa. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya kehadiran peserta dan keterlibatan orang tua yang secara rutin mengantar anak-anak mengikuti bimbingan belajar.
Salah seorang orang tua mengaku merasakan manfaat dari program tersebut karena anaknya menjadi lebih semangat belajar sejak mengikuti bimbingan yang dipandu mahasiswa UNIMED.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mewujudkan Desa Cerdas yang memiliki budaya belajar kuat dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata yang tetap memberi manfaat bagi masyarakat setelah masa KKN berakhir.
Sumber: Ril/Ngatirin


