Lestarikan Warisan Budaya Dalihan Natolu, PT Agincourt Resources Gelar Pagelaran Adat Tapsel

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian budaya lokal melalui Pagelaran Adat Tapanuli Selatan (Tapsel) bertema “Warisan Budaya, Pesona Nusantara”, yang digelar di Sopo Daganak, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Minggu (9/11/2025).

Acara berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan budaya seperti lomba fashion show Naposo Nauli Bulung, penampilan gondang khas Tapanuli Selatan, pertunjukan Mangkobar dan Marosong-osong, hingga berbagai hiburan rakyat dengan doorprize menarik. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai desa di sekitar Batang Toru tampak antusias menghadiri acara yang menjadi ajang kebanggaan daerah ini.

Perwakilan manajemen PTAR Christine Pepah, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dapat turut serta dalam kegiatan yang mengangkat identitas budaya Tapanuli Selatan.

“Kami sangat senang bisa mengenakan pakaian adat Tapanuli Selatan. Adat dan tradisi menjadi dasar bagi kita dalam berinteraksi di masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mendorong generasi muda untuk mengenal dan melestarikan nilai-nilai luhur Dalihan Natolu,” kata Christine.

Ia juga menambahkan bahwa PTAR berkomitmen mendukung pelatihan adat Mangkobar bekerjasama dengan tokoh – tokoh adat dan Dewan Kesenian Tapanuli Selatan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam menjaga keberlanjutan budaya.

Ketua Dewan Kesenian Tapanuli Selatan Agus Simatupang, memberikan apresiasi atas konsistensi PTAR dalam mendukung kegiatan seni dan budaya lokal.

“Dulu, kegiatan latihan kebudayaan hampir tidak pernah diadakan. Sekarang, berkat dukungan PTAR, generasi muda kembali tertarik belajar gondang, menari, dan memahami filosofi adat Dalihan Natolu,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Adat Sutan Kasahatan menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam merawat tradisi.

“Adat istiadat adalah warisan yang tak ternilai. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Mari sama-sama melestarikannya,” terangnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan Efriyanti Pakpahan, turut menegaskan bahwa nilai Dalihan Natolu mencerminkan semangat gotong royong dan saling menghormati.

“Dalihan Natolu mengajarkan kita untuk bermufakat dan hidup saling menghargai. Nilai ini juga kami terapkan di lingkungan pendidikan,” tutur Efriyanti.

Dia juga menyinggung perlunya pembinaan terhadap UMKM pembatik Batang Toru agar kualitas batik daerah semakin meningkat.

“Kita ingin Batik Batang Toru bisa dikenal dengan kualitas terbaiknya. Karena itu, kami berharap PTAR terus membina para pembatik agar bisa bersaing secara nasional,” imbuhnya.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran acara ini membawa kebanggaan tersendiri. Rita Simanjuntak (27), peserta lomba fashion show, mengaku senang bisa mengenakan busana adat Tapanuli Selatan di panggung terbuka.

“Biasanya pakaian adat cuma dipakai di acara nikahan. Tapi kali ini kami bisa tampil di depan banyak orang. Rasanya bangga sekali,” ucapnya sambil tersenyum.

Pagelaran adat ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan unsur masyarakat, antara lain manajemen PTAR, tokoh adat, kepala desa, Forkopimcam, Forkala, Kapolsek, perwakilan TNI, serta masyarakat dari berbagai daerah sekitar tambang di Tapanuli Selatan.

Reporter : Julpan Tambunan

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Jelang Konferensi IX, PWI Tabagsel Tetapkan Kepengurusan Panitia

mimbarumum.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabagsel mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Konferensi PWI Tabagsel IX Tahun 2026. Langkah awal...