Rabu, Juni 26, 2024

Ketum LKSA Rafdinal: Panti Asuhan Muhammadiyah Mampu Melahirkan Anak Bangsa Miliki Masa Depan

Baca Juga

mimbarumum.co.id – Ketua Umum Pengurus Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Ustadz Rafdinal, S.Sos, MAP mengatakan, panti asuhan di Muhammadiyah harus menjadi lembaga sosial yang melakukan pengasuhan, perlindungan dan pendidikan bagi anak anak yg tidak mendapatkan pengasuhan terbaik di keluarganya.

“Khususnya harus mampu melahirkan anak anak bangsa yang punya masa depan buat kehidupannya dan menjadi sumber kader bagi persyarikatan Muhammadiyah,” kata Rafdinal akrab disapa Buya ini di sela-sela sambutannya pada acara puncak Milad ke 111 Tahun Muhammadiyah di tingkat daerah Kota Padangsidimpuan, Minggu (19/11/2023).

Kegiatan sekaligus peresmian Panti Asuhan Aisyiyah Kota Padang Sidempuan itu digelar di Kompleks Muhammadiyah Ranting Batunadua Sidempuan. Kata Ustad Rafdinal, bagi Muhammadiyah dan Aisyiyah, keberadaan lembaga sosial seperti panti asuhan atau sekarang dengan nama LKSA adalah amal usaha yang berdiri diawal berdirinya Muhammadiyah oleh kH. A. Dahlan tahun 1912.Masehi.

“Bahkan menjadi ikon dari gerakan sosial Muhammadiyah yang disebut dengan Gerakan Al Ma’un yang diambil dari spirit Alquran surat Al Ma’un,” jelas Buya Rafdinal yang juga Ketua Forum Wilayah LKSA/Panti Asuhan Sumatera Utara.

Peringatan Milad Muhammadiyah dan peresmian itu dihadiri ribuan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Padangsidimpuan, PW Muhammadiyah Sumut, PW Aisyiyah Sumut, PD Muhammadiyah se Tabagsel, Forkopimda Kota Padangsidimpuan. dan Rektor UMTS. Lebih lanjut Ustadz Rafdinal yang juga Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sari daerah pemilihan Sumatera Utara ini juga mengapresiasi antusias dan semangat warga Muhammadiyah yang menghadiri acara.

Reporter : Jamaluddin 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hakim Singgung Perdamaian, Sidang Gugatan PT Jaya Beton Indonesia Rp642 Miliar Digelar

mimbarumum.co.id - Sidang perdana perkara gugatan PT Jaya Beton Indonesia (JBI) sebesar Rp 642 miliar digelar di Ruang Sidang...

Baca Artikel lainya