mimbarumum.co.id – Di tengah meningkatnya biaya kesehatan dan kebutuhan hidup, serta semakin besarnya tanggung jawab merawat anggota keluarga, pengelolaan keuangan menjadi semakin kompleks bagi keluarga Indonesia. Banyak keluarga perlu menyeimbangkan kebutuhan finansial saat ini dengan tujuan jangka panjang, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi risiko tak terduga yang dapat memengaruhi masa depan keluarga.
Dalam situasi ini, akses terhadap agen yang tepercaya dan handal dalam menavigasi keperluan pengelolaan finansial menjadi semakin penting. Agen asuransi berperan membantu keluarga memahami potensi risiko, menentukan prioritas, dan mempertimbangkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi finansial mereka.
Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan akan pendampingan yang memahami pengelolaan finansial juga membuka peluang bagi individu yang ingin membangun karier profesional di industri asuransi. Melalui pelatihan, pendampingan, dan program pengembangan karier seperti NEXTPro, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (“Manulife Indonesia”) menyediakan jalur bagi calon agen untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat melayani nasabah secara profesional.
Melihat peluang tersebut, General Manager Agency Manulife Indonesia, William Satriadi Soetrisno, mengatakan bahwa perencanaan keuangan menjadi semakin kompleks karena setiap keluarga memiliki kondisi, tanggung jawab, dan prioritas yang berbeda.
“Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan finansial keluarga Indonesia, akses terhadap pendampingan yang tepat menjadi semakin penting. Agen tidak hanya membantu menjelaskan pilihan perlindungan yang tersedia, tetapi juga membantu keluarga memahami prioritas keuangan, mengantisipasi risiko, dan mengambil keputusan yang lebih terinformasi sesuai kebutuhan serta kemampuan finansial mereka. Dengan pendekatan yang personal, agen dapat menjadi mitra terpercaya yang mendampingi keluarga dalam setiap tahap kehidupan,” jelasnya.
Kebutuhan akan edukasi asuransi tetap relevan bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, masih terdapat ruang untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai asuransi. Sementara itu, tingkat penetrasi asuransi juga menunjukkan masih besarnya peluang untuk memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan. Di sinilah agen asuransi memiliki peran penting dalam membantu individu dan keluarga memahami kebutuhan mereka, mengenali potensi risiko, serta mempertimbangkan pilihan perlindungan yang sesuai dengan kondisi finansial masing-masing.
Menurut William, agen tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi mitra finansial profesional yang membantu keluarga memahami risiko dan mempersiapkan kebutuhan perlindungan di setiap tahap kehidupan. Melalui interaksi personal dan hubungan jangka panjang, agen dapat memahami perubahan kebutuhan keluarga serta memberikan penjelasan yang relevan sebelum mereka mengambil keputusan.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan dan perencanaan keuangan, kebutuhan akan agen yang profesional dan kompeten juga terus berkembang. Profesi agen asuransi dapat menjadi pilihan karier bagi individu dari beragam latar belakang yang memiliki minat dan komitmen untuk berkembang di industri asuransi. Namun, profesi ini tidak serta-merta cocok untuk semua orang. Calon agen perlu menjalani proses seleksi, mengikuti pelatihan, memenuhi persyaratan lisensi, serta mematuhi standar profesional dan ketentuan yang berlaku. Fleksibilitas dalam menjalankan aktivitas dan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dapat menjadi daya tarik, tetapi penghasilan dan potensi pendapatan setiap agen dapat berbeda-beda, bergantung pada kinerja, tingkat aktivitas, komitmen, dan kebijakan perusahaan.
Di Manulife Indonesia, NEXTPro menjadi salah satu jalur bagi individu yang ingin mengenal dan mempersiapkan diri untuk berkarier sebagai agen asuransi, termasuk mereka yang masih memiliki pekerjaan utama. Melalui program ini, peserta memperoleh pelatihan dan pendampingan untuk memahami industri asuransi, kebutuhan nasabah, serta peran dan tanggung jawab sebagai agen. Sebelum dapat menjalankan profesi agen asuransi, peserta tetap harus melalui proses seleksi, memenuhi persyaratan pelatihan dan lisensi, serta mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Sebagai Home for Agents, kami berkomitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan yang membantu calon agen membangun kompetensi, memahami kebutuhan nasabah, dan menjalankan profesinya secara profesional. Melalui NEXTPro, kami ingin membuka akses bagi lebih banyak individu untuk mengenal industri ini, mengembangkan potensinya, dan mempersiapkan diri menjadi agen yang mampu memberikan dampak positif bagi semakin banyak keluarga Indonesia. Dengan dukungan pelatihan, pengembangan kompetensi, dan pendampingan berkelanjutan, setiap peserta dapat membangun kesiapan sesuai proses, komitmen, dan tujuan karier masing-masing,” kata William.
Saat ini, Manulife Indonesia didukung oleh lebih dari 18.000 agen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Melalui jaringan ini, Manulife Indonesia terus mendorong peningkatan profesionalisme agen agar mereka dapat membantu keluarga memahami kebutuhan, risiko, dan pilihan perlindungan di berbagai tahap kehidupan.
Reporter: Rizanul Arifin


