Rabu, Juni 26, 2024

Kalapas Medan Studi Tiru ke Nusakambangan

Baca Juga

mimbarumum.co.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jahari Sitepu didampingi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Rudy F Sianturi, Kalapas Kelas I Medan Maju Amintas Siburian, beserta perwakilan Kepala UPT dan jajaran pemasyarakatan melaksanakan kegiatan studi tiru ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, Selasa (5/12/2023).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan langkah-langkah strategis pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtib serta menjaga kondisi Lapas dan Rutan sepatutnya dalam keadaan aman dan kondusif.

Studi Tiru Pemasyarakatan ini bertujuan untuk mempelajari sistem keamanan, sarana dan bangunan serta proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Pada kesempatan ini, kunjungan studi tiru diterima langsung oleh Mardi Santoso selaku Kalapas Kelas I Batu Nusakambangan.

Dalam sambutannya, Mardi menjelaskan sejarah singkat dunia pemasyarakatan di Nusakambangan mulai dari klasifikasi tingakatan mulai dari minimum security, medium security, maximum security sampai super maximum security. Penangananganan tentang tugas dan fungsi dari masing – masing tingkatan tersebut tidak luput dari paparan yang disampaikan oleh Kalapas Batu.

Tidak ingin melewatkan kesempatan, Jahari Sitepu dan Kadiv PAS beserta rombongan melanjutkan kegiatan dengan berkeliling beberapa area lapas diantaranya, pos mata elang/control room, basement, dan luar area blok kamar hunian WBP, sarana dan prasarana juga tidak luput dari pemantauan di Lapas High Risk Kelas I Batu Nusakambangan.

“Keinginan kami kepada seluruh jajaran petugas pemasyarakatan untuk menguasai prinsip – prinsip, teknik, maupun langkah strategis pengamanan pemasyarakatan untuk meminimalisir risiko gangguan keamanan dan ketertiban yang ada di Lapas juga Rutan,” pesan Jahari.

Dengan adanya studi tiru pemasyarakatan ini salah seorang Kakanwil Unit Wilayah di bawah kepemimpinan Menkumham Yasonna Laoly ini berharap jajaran pegawai pemasyarakatan tidak saja memiliki intelektualitas yang tinggi, kemampuan kepemimpinan yang handal, kepekaan yang tajam (change awareness), tetapi juga harus memiliki integritas yang teruji, sehingga terjaga dari berbagai tindakan tidak terpuji, terutama suap, pungli dan korupsi.

Hal senada juga disampaikan Kalapas Kelas I Medan Maju Amintas Siburian, dengan adanya studi tiru pemasyarakatan ini pegawai pemasyarakatan tidak saja memiliki intelektualitas yang tinggi, kemampuan kepemimpinan yang handal, kepekaan yang tajam (change awareness). Tetapi juga harus memiliki integritas yang teruji, sehingga terjaga dari berbagai tindakan tidak terpuji, terutama suap, pungli dan korupsi.

“Artinya dengan kegiatan studi tiru ini dapat meningkatkan kompetensi dan pemahaman dalam meningkatkan strategi-strategi keamanan dan ketertiban,” pungkas Maju.

Reporter : Jepri Zebua

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hakim Singgung Perdamaian, Sidang Gugatan PT Jaya Beton Indonesia Rp642 Miliar Digelar

mimbarumum.co.id - Sidang perdana perkara gugatan PT Jaya Beton Indonesia (JBI) sebesar Rp 642 miliar digelar di Ruang Sidang...

Baca Artikel lainya