mimbarumum.co.id — Jalan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) kembali mendapat sorotan setelah badan jalan di Km 41+600 arah Medan amblas pada Jumat (28/11) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Deli Serdang sejak Kamis malam, menyebabkan tanah di sekitar konstruksi mengalami tekanan dan amblesan.
PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT) selaku pengelola ruas, langsung memberlakukan pengalihan lalu lintas sementara demi menjaga keselamatan pengguna jalan, sekaligus mencegah kerusakan lebih parah pada struktur. Kendaraan dari Tebing Tinggi menuju Medan dialihkan melalui GT Kemiri dan GT Kualanamu, sementara kendaraan dari Kualanamu menuju Medan dialihkan melalui GT Lubuk Pakam.
Meski amblas, satu lajur menuju Tebing Tinggi masih dibuka terbatas. Namun hanya untuk Golongan I Non-Bus, sementara bus dan seluruh kendaraan Golongan II ke atas dialihkan melalui GT Tanjung Morawa (Ruas Belmera). Kebijakan ini diterapkan untuk menghindari beban berlebih pada jembatan di Km 41, yang dikhawatirkan dapat memperparah kerusakan konstruksi.
Di lapangan, Jasa Marga tengah melakukan penanganan darurat sekaligus investigasi struktur untuk menentukan metode restorasi yang aman. Namun belum ada penjelasan rinci mengenai seberapa luas titik yang amblas dan bagaimana kondisi fondasi jembatan secara keseluruhan.
Peristiwa ini memperkuat banyaknya sorotan publik terhadap ketahanan infrastruktur jalan tol di Sumatera Utara, terutama pada titik-titik yang berada di kawasan dengan kondisi tanah labil. Fenomena amblas bukan kali pertama terjadi pada jaringan tol baru di wilayah ini, sehingga publik mempertanyakan standar pengawasan konstruksi maupun pemeliharaan yang dilakukan operator dan pemerintah.
PT JKT menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya mobilitas masyarakat dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk berhati-hati serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Masyarakat berharap pemulihan bisa dilakukan cepat tanpa mengorbankan kualitas perbaikan, terlebih ruas MKTT merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan Bandara Kualanamu dengan kawasan timur Sumatera Utara.
Sumber: Riis/Ngatirin


