Ini Cara Politeknik Ganesha Lakukan Pengabdian Masyarakat

mimbarumum.co.idSejumlah dosen Politeknik Ganesha Medan merealisasikan komitmennya dalam menjalankan  Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Akademisi itu memilih sasaran pembinaannya yakni para petani tambak ikan bandeng di kawasan Desa Batang Kilat, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara. Tak hanya memberikan pelatihan, mereka juga menyerahkan bantuan alat presto.

Jamaluddin, M.Kom., selaku Ketua PKM dalam siaran persnya yang diterima Mimbar  baru-baru ini mengatakan kalangan kampus (akademisi) memiliki tanggungjawab sosial  yang besar di tengah-tengah masyarakat.

Keberadaan dunia pendidikan, katanya seharusnya mampu memberikan manfaat atau kontribusi nyata dan langsung bagi masyarakat khususnya lingkungan sekitar. Ko

Baca Juga : Minyak Jelantah Berubah di Tangan Tiga Mahasiswa Ini

“Bersyukur Politeknik Ganesha Medan sudah mempunyai mitra sehingga pelaksanaan PKM ini bisa lebih maksimal,” ucap Jamaluddin didampingi  Muhammad Khoiruddin Harahap M.Kom dan Efan Afri Nasution M.S yang masing-masing sebagai anggota PKM Politeknik Ganesha Medan.

Politeknik Ganesha Fasilitasi Petani Tambak Produksi Bandeng Presto
Ketua PKM Politeknik Ganesha Medan, Jamaluddin S.Kom bersama Ketua BPRPI Medan Suroso saat melakukan penandatanganan kerjasama pengolahan bandeng presto. (Mimbar/ist)

Dia menerangkan, sebelumnya pihak kampus telah menjalin komunikasi dengan masyarakat di desa itu perihal pengembangan produk olahan hasil tambak warga.

Selama ini, katanya warga yang menjadi mitra binaan hanya menjual hasi panennya tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Padahal, jika hasil panen berupa ikan bandeng tersebut diolah, baru kemudian di jual ke pasar maka  dipastikan akan memberikan tambahan nilai jual yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Awalnya kami (Politeknik Ganesha Medan) mencoba mencari –cari sendiri alat presto itu tetapi tidak kunjung menemukan. Akhirnya kami menjalin komunikasi dengan seorang trainer pembuatan makanan olahan presto asal Semarang bernama Uswan Hasanah. Barulah kita bisa terbantu mendapatkan alat itu,” ucapnya.

Pada tanggal 23 Agustus 2019 lalu, papar Jamaluddin 3 (tiga) unit alat yang mereka pesan itu tiba di Medan. Selanjutnya pada pertengahan bulan September lalu, alat tersebut diserahkan pihak kampus ke warga yang menjadi mitra binaan.

Baca Juga : UMSU Genjot Jurnal Ilmiah Bereputasi

Sebelum penyerahan tersebut, dilakukan penandatangan kerjasama antara PKM selaku mewakili Politeknik Ganesha Medan  dengan pengurus Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI)  yang  mewakili masyarakat Desa Batang Kilat Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan.

Pada pertemuan itu hadir,  Daniel Simanjutak mewakili aparatur desa setempat, Alfi Syahri, SE selaku Ketua Umum BPRPI , Bachtiar Kelat selaku Ketua Wilayah BPRPI, sejumah dosen, mahasiswa dan masyarakat sekitar.

“Diharapkan terus berlanjut dan tidak berhenti  sampai di sini,” harap Daniel Simanjuntak. Dia menyebutkan selama ini ada pengalaman bahwa pelatihan dan bantuan yang diberikan sejumlah instansi pemerintah atau swasta kepada masyarakat tidak berkesinambungan, akhirnya program tidak bertahan lama sehingga hasilnya tidak maksimal bahkan gagal. (rel/rin)