Beranda blog

Pastikan Masyarakat Dilayani dengan Baik

Plt Wali Kota Medan meninjau penyaluran bantuan tahap II.(mimbar/ist)
Plt Wali Kota Medan meninjau penyaluran bantuan tahap II.(mimbar/ist)

mimbarumum.co.id – Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution memastikan pelayanan penyaluran bantuan tahap dua pada masyarakat dilakukan dengan baik.

Penyaluran yang dilakukan di dua lokasi yakni Jalan Megawati Gang Damai dan Jalan AR Hakim Gang Pendidikan, Sabtu (30/5/2020). Selain diwajibkan pakai masker, warga juga diminta untuk melaksanakan social distancing saat antrian berlangsung.

“Saya sangat senang karena masyarakat tetap tenang dan mau antri dengan tertib. Disamping itu saya juga melihat masyarakat memakai masker dan social distancing. Bagi masyarakat yang belum dapat bantuan, segera hubungi kepala lingkungan masing-masing,” kata Akhyar.

Baca Juga : Raja, Bocah Kurang Gizi Dirujuk ke RSUD Pirngadi

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak menerima bantuan ganda. Apabila sudah menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos), tegas Akhyar, jangan lagi mengambil bantuan dari Pemko Medan.

“Jangan sampai ada warga yang mendapatkan bantuan dua kali. Kalau sudah dapat bantuan dari Kemensos, jangan ambil lagi bantuan dari Pemko Medan,” ujarnya.

Reporter : Jepri Zebua
Editor : Redaksi

Raja, Bocah Kurang Gizi Dirujuk ke RSUD Pirngadi

Akhyra Nasution warga kurang gizi. (mimbar/ist)
Akhyra Nasution warga kurang gizi. (mimbar/ist)

mimbarumum.co.id – Pemko Medan fasilitasi warga kurang gizi di Jalan Bajak II H Gang Cengkeh Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas untuk berobat, Sabtu (30/5/2020).

Raja Triwardana (7) anak ketiga dari Wagino (48) dengan Hotnida Nasution (35) dirujuk ke RSUD Pringadi Medan agar mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal. Suhu tubuh Raja mencapai 39°C sehingga harus mendapatkan pertolongan secepatnya.

“Kedatangan saya kesini untuk melihat langsung pelayanan kesehatan yang diberikan tenaga kesehatan (puskesmas) kepada masyarakat Kota Medan apakah berjalan dengan baik atau tidak,” ujar Plt Wali Kota Medan Akhyar.

Akhyar mengatakan kalau ada yang sakit cepat pergi ke puskesmas akan langsung dilayani.

Baca Juga : Stunting di Aceh Tamiang Capai 1.716 Kasus

Akhyar mengungkapkan di masa pandemi Covid-19 penggunaan masker dapat meminimalisir dan menghalangi jalan masuknya virus kedalam tubuh.

“Saya tahu pakai masker ini sebenarnya tidak nyaman termasuk saya juga gak nyaman pakai masker tetapi ini yang harus kita lakukan hanya untuk sementara sampai virus ini benar-benar hilang. Seluruh masyarakat Kota Medan wajib menggunakan masker untuk tidak tertular dan menularkan virus Covid-19 ke orang lain,” jelas Akhyar.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi menjelaskan Raja yang berumur 7 tahun sudah ada riwayat gangguan pernapasan dan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, sehingga akan diketahui kenapa sampai terkena gangguan gizi.

“Untuk pemeriksaan lebih lanjut, sesuai arahan Bapak Plt Wali Kota, Raja akan dirawat Khusus di RSUD dr Pirngadi, agar pemulihan Gizi akan lebih cepat. Disamping itu jika ada gangguan kesehatan lainnya akan lebih cepat teratasi,” tandasnya.

Reporter : Jepri Zebua
Editor : Redaksi

Antisipasi Stok Ikan, 40 Ribu Benih Nila Ditabur

Benih nila ditabur untuk meningkatkan produksi ikan tangkap di Samosir. (mimbar/robin nainggolan)
Benih nila ditabur untuk meningkatkan produksi ikan tangkap di Samosir. (mimbar/robin nainggolan)

mimbarumum.co.id – Untuk ketersedian stok ikan yang akan dikonsumsi masyarakat Samosir, 40 ribu bibit ikan nila ditaburkan di beberapa perairan umum daratan.

“Danau kecil berpotensi meningkatkan produksi perikanan tangkap,” jelas Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, di sela penaburan benih di Danau Sidihoni, Kecamatan Ronggur Nihuta, Sabtu (30/5/2020).

Bersama para legislatif Samosir, restocking benih nila juga dilakukan di Pea Silangge, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan.

Baca Juga : Pemerintah Gelontorkan Rp385 Miliar Percepatan Pembangunan di Samosir

Ia mengapresiasi para legislatif yang telah berinisiasi dengan pihak Dinas Pertanian Sumut, untuk pengadaan bibit nila yang telah ditaburkan.

“Ini sangat positif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, nantinya masyarakatlah yang memanennya,” ujar Rapidin.

Dia mengimbau masyarakat sekitar danau agar menjaga kelestarian benih ikan itu. “Nanti masyarakat sekitar sini yang merasakan manfaatnya, jadi harus menjaga kebersihan dan kelestarian alam sekitar,” pungkasnya kepada warga.

Kepala daerah itu juga menegaskan agar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Samosir, menggalakkan program restocking ikan. “Masih banyak danau danau kecil yang perlu ditaburkan benih,” katanya.

Sementara, Kadis Pertanian Viktor Sitinjak, kepada mimbar umum.co.id mengatakan, bahwa resctoking bibit ikan nila dilaksanakan berkat kerjasama Pemerintah Samosir dan DPRD.

Dia memaparkan, 40 ribu benih ikan nila ditabur di berbagai tempat yakni, Pea Porohan (Salaon Toba), Pea Aek Tawar (Ronggur Nihuta), Pea Silengge (Huta Tinggi), Pea Tala (Ginolat, Sianjur Mulamula) dan Pea Siboro (Desa Siboro, Sianjur Mulamula).

“Masing-masing lokasi ditabur 5 benih nila dan Pea Roba (Sihusapi, Simanindo) sebanyak 10.000 bibit.

Reporter : Robin Nainggolan
Editor : Redaksi

Mobil Box Terbakar di Belmera Supir Kabur

Mobil box bermuatan minyak oleng diduga karena pecah ban dan terbalik hingga terbakar. (mimbar/ist)
Mobil box bermuatan minyak oleng diduga karena pecah ban dan terbalik hingga terbakar. (mimbar/ist)

mimbarumum.co.id – Mobil box L300 BK 8964 CY terbakar di Jalan Tol Belmera (Belawan-Medan-Tanjungmorawa) tepatnya di KM 19+100 Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Sabtu (30/5/2020).

Informasi dihimpun wartawan, kejadian bermula ketika mobil box yang mengangkut minyak tersebut melintas dari arah Belawan menuju Bandar Selamat.

Namun, sesampainya di lokasi kejadian tiba-tiba saja mobil oleng diduga karena pecah ban dan terbalik hingga menimbulkan percikan api dan membakar mobil box tersebut.

Baca Juga : Mobil Pengangkut CPO Terbakar di Gerbang Tol Bandar Selamat

Petugas Pemadam Kebakaran Deliserdang yang mendapat informasi ini dengan sigap turun ke lokasi untuk meredakan api. 2 unit mobil armada merah pun dikerahkan.

Sesampainya di lokasi petugas pemadam langsung melakukan upaya pemadaman dan berhasil menjinakan api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan kerugian atas kejadian ini ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Kanit Lantas Polsek Percut Seituan Ipda Bakrie menjelaskan mobil tersebut dibawa ke Gudang Kayu Putih Jalan Yos Sudarso, Medan.

“Mobil terbalik dan terbakar diduga karena mengalami pecah ban. Supirnya melarikan diri diduga mobil mengangkut minyak,” tandasnya.

Reporter : Dody Ferdy
Editor : Redaksi

USU Aktif Kuliah New Normal 4 Juni

Ilustrasi
Ilustrasi

mimbarumum.co.id – Universitas Sumatera Utara (USU) akan menerapkan bekerja new normal di tengah penyebaran Covid-19 mulai 4 Juni 2020.

Penerapan bekerja New Normal di kantor dengan protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja ini sesuai dengan surat edaran Nomor : 4915/UN5.1.R/KPW2020 yang ditandatangani Rektor USU Prof Runtung.

Dalam surat edaran yang diterima wartawan, Jumat (29/4/2020) dinyatakan, penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini menyusul surat edaran rektor Nomor : 4892/UN5.1.R/KPM/2020 yang semula mulai 2 Juni 2020 dibatalkan, dan bekerja dari rumah (WFH) diperpanjang sampai 4 Juni 2020.

“Untuk selanjutnya akan disesuaikan dengan kebijakan dari pemerintah,” kata Runtung.

Baca Juga : New Normal Masih Dianalisis, Pelajar belum Diputuskan Kapan Kembali Sekolah

Rektor juga mengharapkan untuk tetap mempersiapkan penataan ruang dan meja kerja serta APD yang diperlukan sesuai protokol Covid-19 secara ketat, dalam menyongsong bekerja pada fase New Normal nantinya.

Dijelaskannya dalam surat edaran yang diterbitkannya itu merujuk surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi RI No 57 tahun 2020 tentang perubahan keempat atas surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor. 19 Tahun 2020.

Reporter : Muhammad Nasir
Editor : Redaksi

Pemerintah Gelontorkan Rp385 Miliar Percepatan Pembangunan di Samosir

Ilustrasi
Ilustrasi

mimbarumum.co.id – Di tengah Covid-19, Pemkab Samosir tetap berkomitmen dengan pemerintah pusat, dalam rangka program pembangunan super prioritas mendukung pariwisata Danau Toba TA 2020.

“Untuk mendukung program pembangunan di “Negeri Indah Kepingin Surga” ini, Kabupaten Samosir mendapat alokasi dana sebesar Rp 385 miliar,” sebut Bupati Samosir, Rapidin Simbolon kepada mimbarumum.co.id, Sabtu (30/5/2020) melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, Kementerian PUPR Bidang Bina Marga telah mengalokasikan dana sebesar Rp 385 miliar itu, atas upaya pemerintah daerah ke pusat. “Kabupaten Samosir telah menggagas hubungan yang baik dengan Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Baca Juga : Kemendagri : Sumut Unggulan Wilayah Barat dalam Sinkronisasi Pembangunan

Rapidin yang telah mampu meletakkan landasan fundamental dengan berbagai prestasi di Samosir, merinci beberapa pembangunan infrastruktur yang segera akan direalisasikan.

Diantara jenis kegiatan itu, telah terdaftar pada progres Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).

“Secara signifikan akan menopang program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” jelas Bupati yang tak pernah gaduh dengan Wakilnya, Juang Sinaga.

Kata dia, ada 13 program kegiatan yang masuk dalam alokasi dana Rp385 miliar itu, beberapa diantaranya penggantian jembatan Aek Sitio-tio dan Aek Hapilis Pangaloan, pagu Rp 4.400.000.000, penggantian jembatan Aek Tano Ponggol, pagu Rp 41.000.000.000, sirup Rp 175.499.961.543 (status tender belum terkontrak) serta Preservasi jalan jembatan Pangururan-Ambarita-Tomok-Onanrunggu-Nainggolan, pagu Rp 19.684.164.000. sirup Rp 19.673.564.000,00 (status tender terkontrak).

Reporter : Robin Nainggolan
Editor : Redaksi

Anggaran Live Streaming Ratusan Juta akan Diefisienkan

Ilustrasi
Ilustrasi

mimbarumum.co.id – Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Irman mengatakan anggaran live streaming (siaran langsung melalui youtube) tentang kegiatan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Sumut untuk dua bulan ini senilai Rp150-an juta.

“Anggaran yang Rp150-an juta ini merupakan bagian dari anggaran komunikasi dan publikasi Posko Gugus Tugas Sumut totalnya sekira Rp 1,2 miliar. Jadi sisanya untuk berbagai kegiatan sosialisasi dan komunikasi lainnya termasuk leaflet, brosur, spanduk dan lainnya,” jelas Irman.

Menjawab wartawan di Posko Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Sumut di Gubernuran, Irman berulang meluruskan tidak benar untuk live streaming itu menghabiskan dana Rp1,2 miliar untuk dua bulan ini.

Baca Juga : Status Darurat Berakhir, Konsep New Normal Perlu Dikaji

Kata dia, anggaran yang Rp150-an juta tersebut dialokasikan untuk membayar honor petugas sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku yakni Rp150 ribu per hari dan untuk sewa alat pendukung yang belum dimiliki oleh Kominfo.

“Jadi amggaran itu untuk membayar honor petugas termasuk honor beberapa tenaga skill pendukung serta sewa alat. Jadi hanya untuk itu, tidak ada untuk sewa gedung,” jelas Irman yang juga Kepala Badan Litbang Sumut.

Kini setelah berlangsung 2 bulan untuk sementara katanya sedang dievaluasi agar anggaran live streaming ini diusahakan masih bisa diefisienkan dan dihemat, antara lain akan sepenuhnya menggunakan sumberdaya sendiri yang ada di Pemprov Sumut.

Sebelumnya, Pemprov Sumut telah melakukan rapat dengan Pansus Anggaran Covid-19 DPRD. Para anggota dewan menyinggung bahwa siaran langsung yang dilakukan itu tidak efesien kepada masyarakat.

Setalah adanya protes, Irman segera akan melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran terhadap siaran langsung itu. Sehingga, siaran langsung ini akan dilaksanakan dengan lebih baik lagi dengan segenap sumberdaya yang ada termasuk pengadaan peralatan yang dibutuhkan.

Reporter : Zulfikar Tanjung
Editor : Redaksi

New Normal Masih Dianalisis, Pelajar belum Diputuskan Kapan Kembali Sekolah

Plt Wali Kota Medan berdialog dengan Gubernur Edy Rahmayadi. (mimbar/ist)
Plt Wali Kota Medan berdialog dengan Gubernur Edy Rahmayadi. (mimbar/ist)

mimbarumum.co.id – Pemko Medan tengah mempersiapkan tatanan new normal dan pelajar kembali masuk sekolah belum diputuskan.

Persiapan ini dilakuklan dalam rangka mendukung Provinsi Sumut menuju new normal pasca berakhirnya kondisi tanggap darurat.

“Sebenarnya Pemko Medan sudah memiliki konsep dasar untuk melaksanakan new normal, konsepnya tengah dipersiapkan tim,” kata Akhyar, Jumat (29/5/2020).

Sebagai langkah awal menuju new normal, Akhyar menerangkan, Pemko Medan akan merevisi Perwal No.11/2020 tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 meski dilihat pasa per-pasal sinkron dengan new normal yang akan dijalani.

Baca Juga : Status Darurat Berakhir, Konsep New Normal Perlu Dikaji

Dikatakannya, revisi dilakukan akan merujuk Keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) serta petunjuk dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dengan evaluasi yang dilakukan, jelas Akhyar, Perwal No.11/2020 akan sejalan pelaksanaan new normal.

“Dalam melakukan revisi Perwal No.11/2020, kita akan merujuk kepada Keputusan Menkes dan Kemendagri. Dengan demikian penegakan Perwal No.11/2020 akan tetap dilakukan sejalan pelaksanaan new normal,” terangnya.

Kemudian Akhyar memaparkan, karantina kesehatan tetap dilaksanakan seiring dilakukan evaluasi. Diakui Akhyar, dua bula ini terjadi peningkatan terhadap warga yang positif Covid-19 tetapi tidak sampai terjadi lompatan.

“Peningkatan terjadi 1 sampai 3 orang. Kita harus optimis dan patuh memakai masker dan patuh mengikuti protokol kesehatan. Insya Allah di bulan Juni nanti akan terjadi penurunan,” paparnya.

“Kita belum bisa putuskan kapan anak sekolah akan mulai masuk sekolah kembali. Kita masih mengkaji dan menganalisis sesuai dengan kondisi menuju new normal,” pungkasnya.

Reporter : Jepri Zebua
Editor : Redaksi

Status Darurat Berakhir, Konsep New Normal Perlu Dikaji

Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut. (mimbar/ist)
Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut. (mimbar/ist)

mimbarumum.co.id – Status masa tanggap darurat Covid-19 di Sumut resmi berakhir hari ini dan Sumut telah memilih menerapkan new normal.

Hanya penerapan kebijakan new normal itu, belum bisa diputuskan saat ini. Konsepnya sedang dipersiapkan lewat pembahasan. Ditargetkan konsep itu rampung 14 hari ke depan, sambil melakukan ujicoba di kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, Jumat (29/05/2020) siang. Edy mengatakan telah memberikan petunjuk perencanaan.

Di dalam petunjuk perencanaan itu, ada 3 yang harus diambil. Yang pertama adalah new normal, kedua berjalan sesuka hati dan ketiga survival (yang kuat ikut dan yang lemah mati). “Pilih yang mana, jadi semua memilih adalah new normal,” kata Edy.

Baca Juga : Pemko Medan Siap Terapkan New Normal

“Untuk itu waktu yang ada inilah transisi. Kita susun. Saya tidak mau top down, saya mau bottom up. Untuk itu saya keluarkan rencana hari ini adalah transisi untuk menyiapkan konsep-konsep untuk new normal,” jelas Edy.

Berkaitan dengan konsep new normal tersebut seperti di bidang pendidikan, kata Edy, dipikirkan aturan-aturan yang baru, kondisi kelas yang baru, dan para tenaga pengajar yang bebas dari Covid-19.

“Ya inilah, kapan anak sekolah bisa kita sekolahkan ini. Sampai saat ini saya belum mengijinkan anak sekolah ini sekolah. Tetapikan tidak boleh selamanya juga anak sekolah ini tak sekolah,” sebut Edy.

Reporter : Zulfikar Tanjung
Editor : Redaksi

Jangan Ada Lagi Warga Miskin Enggak dapat Sembako

Jafaruddin Harahap. (ist)
Jafaruddin Harahap. (ist)

mimbarumum.co.id – Ketua Fraksi Nusantara DPRD Provinsi Sumut, Jafaruddin Harahap berharap penyaluran bantuan sembako merata diterima masyarakat kurang mampu atau miskin. Sehingga tidak ada satu orang pun warga miskin tidak dapat bantuan sembako.

“Makanya kita minta peran aparatur desa atau kelurahan jeli dalam melakukan pendataan,” kata Jafaruddin Harahap menjawab wartawan melalui telepon selularnya, Jumat (29/5/2020).

Untuk itu, ia meminta aparatur desa/kelurahan mendata ulang masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19 namun belum mendapat bantuan sembako dari Pemprov Sumut.

Baca Juga : Warga Belum Terima BLT Segera Laporkan !

“Saran kita, didata ulang lagilah masyarakat miskin yang belum tersentuh bantuan sembako. Data warga miskin ini perlu diusulkan kembali untuk mendapat bantuan tahap berikutnya,” kata Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut ini.

Dia mengatakan ini karena puluhan masyarakat Kelurahan Tangkahan dan Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, mendatangi gedung DPRD Sumut yang menuntut pemerintah mendata ulang masyarakat kurang mampu yang belum mendapat bantuan sembako, Kamis (28/05/2020).

Jafar juga meminta agar dalam penyaluran sembako jangan sampai terjadi tumpang tindih.

“Ini kan namanya tumpang tindih. Sementara masih banyak masyarakat tidak mampu dampak pandemi yang justeru belum menerima bantuan sembako dari Pemprov Sumut,” katanya.

Reporter : Djamaluddin
Editor : Redaksi

Terbaru