Beranda blog

5 Bulan Buron, Dua Spesialis Curanmor Ditembak

Dua spesialis curanmor yang ditembak Tim Pegasus Polsek Medan Area. (mimbar/ist)
Dua spesialis curanmor yang ditembak Tim Pegasus Polsek Medan Area. (mimbar/ist)

mimbarumum.co.id Lima bulan diburon polisi, dua spesialis curanmor ditembak Pegasus Polsek Medan Area. Keduanya dilumpuhkan karena melawan aparat saat ditangkap.

Kedua pelaku ditembak berinisial RIN (27) warga Jalan Pasar V Tembung Gang Rukun Desa Tembung Kecamatan Percut Seituan, dan ESL (25) warga Jalan Satria Barat Desa Amplas Tambakrejo Kecamatan Percut Seituan.

Baca Juga : Big Bos Curanmor “Becak Hantu” Ditembak Usai Nyabu

“Pelaku RIN ditangkap dirumah kontrakannya yang berada di Desa Marindal. Sedangkan ESL ditangkap di tempat kos-kosannya di Jalan Marindal Pasar 8 Medan. Kedua pelaku kita tembak di kakinya karena saat ditangkap berusaha melarikan diri,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu ALP Tambunan dalam paparannya, Sabtu (19/10/2019).

Tambunan mengatakan, penangkapan kedua pelaku berdasarkan dari pencurian sepedamotor di Jalan Jermal XI No. 03 Perumahan Griya Jermal Kencana Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai pada 17 April 2019. Dimana, kedua pelaku masuk kedalam garasi rumah korban bernama Manmit (30), dan mencuri dua sepedamotor BK 4133 AGT dan sepedamotor BK 6610 GI.

“Dari laporan tersebut kita melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelakunya,” ungkapnya.

Sambung Tambunan, dari hasil interogasi pelaku RIN mengaku sudah 12 kali melakukan aksi pencurian, sedangkan pelaku ESL sudah 3 kali, di wilkum Polsek Medan Area.

“Barang bukti yang kita amankan yaitu satu set kunci letter T (alat yang dipergunakan), satu buah lemari kecil hasil kejahatan, satu buah selimut hasil kejahatan. Kedua pelaku dikenakan Pasal 363 ayat 1 dan 2 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (an)

Meski Eldin Ditangkap KPK, Pelayanan Publik Jalan Tetap Maksimal

Dzulmi Eldin dikawal petugas keamanan saat memasuki gedung KPK di Jakarta. (mimbar/ist)
Dzulmi Eldin dikawal petugas keamanan saat memasuki gedung KPK di Jakarta. (mimbar/ist)

mimbarumum.co.idMeski Wali Kota Medan Dzulmi Eldin ditangkap KPK, pelayanan publik di Medan tetap berjalan maksimal.

Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan, M Husni bahwa pihaknya terus bekerja seperti biasa.

“Semua berjalan seperti biasa, apalagi pada fungsi kebersihan, fungsi taman, fungsi lampu jalan, jadi tidak ada namanya bahasa stagnan. Kalaupun ada hal-hal yang berkaitan dengan kondisi kota, saya kira tidak berpengaruh karena sudah ada sistem kota yang secara sendirinya berjalan secara tersistem,” ungkapnya.

Baca Juga : Medan Rumah Koruptor

Husni juga mengingatkan bawahannya agar bekerja sesuai fungsi masing-masing dan tidak terbawa emosional.

Terkait penerangan, pihaknya mengaku kini sedang konsen memperbaiki sejumlah lampu jalan, tetapi ia masih memilih sejumlah spot karena anggaran terbatas.

“Khusus lampu jalan ini kita akan buatkan program berkenlanjutan, yang penting saat ini jalan di Medan ini keliahatan dari ujung ke ujung,” katanya.

Setelah melihat keseimbangan kota, ia menegaskan mengganti tanaman pohon menjadi pohon hias. Agar tidak merusak badan jalan dan bahu jalan, pihaknya mengaku akan membangun bis jalan, itu juga agar pohon terjaga dan akarnya tidak keluar ke badan jalan.

“Jadi kita membangun kota ini sesuai kebutuhan RTH dan estetika yang ada. Yang terpenting tidak menyalahi aturan kota,” tandasnya. (ml)

Polsek Percut Seituan Tembak Pelaku 3C

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Iptu Luis Beltran memaparkan ungkapan kasus 3C. (mimbar/andi)
Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Iptu Luis Beltran memaparkan ungkapan kasus 3C. (mimbar/andi)

mimbarumum.co.id – Aparat Reskrim Polsek Percut Seituan menembak pelaku curas, curat, dan curanmor (3C). Kali ini polisi melumpuhkan kedua kaki tiga pelaku spesialis pencurian dan pemberatan (curat).

Ketiga pelaku yang ditembak yaitu berinisial RS alias Ricky (23) warga Cicakrowo II Perumnas Mandala Kecamatan Percut Seituan, RS alias Aseng (30) warga Jalan Pasar III Gang Kutilang Kecamatan Medan Timur dan S alias Tono (27) warga Jalan Aluminium I Tanjung Mulia Kecamatan Medan Labuhan.

Selain itu, polisi juga meringkus penadahnya berinisial AAA (27) warga Jalan Alfaka I Tanjung Mulia Kecamatan Medan Labuhan.

Baca Juga : Penjahat Sempat Bikin Kalang Kabut Polsek Percut Seituan Ditembak

“Ketiga pelaku ditembak karena mencoba melakukan perlawanan dengan cara mendorong petugas untuk melarikan diri pada saat mengamankan penadahnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Iptu Luis Beltran, Jumat (18/10/2019).

Penangkapan ketiga pelaku, kata Beltran berdasarkan laporan korbannya Asri Asdera Pakpahan (20) warga Jalan Keruntung Kelurahan Sidorejo Kecamatan Medan Tembung.

“Dalam laporannya, korban mengaku kehilangan sepedamotor BK 4962 AEF miliknya yang diparkirkan didepan teras rumah kontrakannya dalam keadaan stang terkunci,” jelasnya.

Sambung Beltran dari laporan korban akhirnya tiga pelaku beserta penadahnya ditangkap Rabu (16/10/2019). Dari hasil introgasi terhadap pelaku mengakui telah melakukan sudah 20 kali beraksi di wilayah Kota Medan.

“Barang bukti yang diamankan 1 set kunci T, 3 baju, 5 plat kendaraan, 1 celana jeans, 5 topi, 3 unit sepedamotor, 1masker, 1 paket kecil sabu-sabu. Ketiga pelaku dan penadah melanggar Pasal 363 Subs 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ungkapnya. (an)

Cabut Izin Distributor Menyalah

Ilustrasi
ilustrasi

mimbarumum.co.idSekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumatera Utara, H Zainuddin Purba SH menerima keluhan para petani soal makin terjadinya kelangkaan pupuk di sejumlah daerah khususnya Kabupaten Langkat dan Kota Binjai.

Dia meminta kepada pemerintah agar mIengusut dan menindak tegas siapa saja perusahaan, distributor, penyalur atau agen tidak benar dan bermain.

“Pemerintah harus tegas, cabut izin siapa saja perusahaan yang tidak benar dan bermain , baik distributor, agen maupun pemasarnya. Sebab persoalan kelangkaan ini bukan merupakan kasus baru,” tegas Zainuddin, Jumat (18/10/2019).

Baca Juga : Produksi Pertanian di Padangsidempuan Meningkat

Fraksi Partai Golkar juga meminta kepada distributor pupuk bersubsidi agar tepat waktu menyalurkan pupuk bersubsidi, kepada agen atau penyalur khususnya Langkat dan Binjai.

Mantan Ketua DPRD Kota Binjai ini juga mengakui bahwa para petani di sejumlah daerah Sumatera Utara mengeluhkan lambannya pemerintah menyalurkan pupuk bersubsidi di pasaran.

Padahal tanam padinya sudah waktunya melakukan pemupukan yang selama ini pupuk bersubsidi mudah disosialisasikan atau diperoleh warga.

“Pupuk bersubsidi adalah pupuk yang memperoleh bantuan dari pemerintah dalam rangka mendukung kinerja pemerintah. Yakni membantu penghidupan dan perekonomian para petani.

“Bagaimana mau mencapai swasembada pangan di pemerintahan Sumatera Utara, kalau begini kinerja para distributor dan agen agennya. Padahal Gubsu punya cita-cita besar terhadap Sumut ini, yakni menjadikan provinsi swasembda beras,” katanya.

Untuk itu Zainuddin Purba lebih lanjut meminta Direktur Bina Pasar dan Distribusi, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan harus cepat merespon dan turun ke lapangan. Yakni guna mengecek jadwal masuk dan keluarnya pupuk bersubsidi. (mal)

Muslim Berang Pernyataan Akhyar Masyarakat Bebani Proposal Pejabat

Muslim Muis. (mimbar/ist)

mimbarumum.co.idPernyataan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution ‘jangan bebani pejabat dengan proposal’ terkait OTT KPK terhadap Dzulmi Eldin sontak membuat praktisi hukum berang.

Direktur Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (Pushpa) Muslim Muis, SH mengecam keras statemen Akhyar seolah masyarakat tidak mempunyai hak.

“Hak masyarakat itu kan ada, bagian hukumnya ada, bagian sosial ada, bagian pengembangan masyarakatnya ada. Kalau itu tidak diberikan termaksud bagian korupsi juga, itu harus dikembalikan kepada negara,” ujar Muslim Muis kepada mimbarumum.co.id kemarin.

Baca Juga : Ruang Kerja Eldin Digeledah KPK

Mantan Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (Wadir LBH) Medan, Muis mengingatkan Akhyar untuk melihat pokok perkara baru memberikan pernyataan.

“Enggak bisa harus di lihat pokok perkaranya. Dia (Dzulmi Eldin) kan perkaranya karena mengutip uang per Kadis-Kadis. Seharus Wakil Wali Kota jangan asal memberikan statemen jangan menyalahkan masyarakat,” tegasnya mengingatkan Akhyar.

Lebih lanjut, Praktisi Hukum ini mengutarakan Wakil Wali Kota jangan berdalih dengan situasi yang terjadi, jangan jadikan proposal masyarakat seolah menjadi pembenaran.

“Dia (Akhyar) harus intropeksi diri, jangan sampai dia akan kenak lagi. Yang cenderung korupsi itu pejabat bukan masyarakat. Jangan dianggap alat pembenar proposal masyarakat, karena dalam aturan di atur hak masyarakat,” pungkas Muslim Muis.

Senada Muslim Muis, praktisi hukum Kota Medan, Maradu Simangunsong, SH menyampaikan bahwa kursi Wali Kota Medan kursi panas dan dapat membakar.

“Kursi Wali Kota Medan itu panas bagi orang yang tidak memiliki rasa keadilan akan terbakar dengan situasi hukum yang dipermainkannya,” kata Maradu saat ditemui di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Simangunsong advokad yang sering beracara di PN dan Pengadilan Tinggi Medan ini menganggap adanya kekosongan akan pengetahuan hukum dilingkungan Pemko Medan.

“Di pikiran mereka itu tidak melekat pengetahuan akan hukum, walau sering kali menghadiri diskusi hukum. Itu hanya sekadar pencitraan publik semata menjaga jaringan lumbung korupsi,” pungkasnya. (jep)

Ruang Kerja Eldin Digeledah KPK

Terperiksa Andika diamankan dan juga melakukan sejumlah penggeledahan di Pemko Medan. (mimbar/budi)
Terperiksa Andika diamankan dan juga melakukan sejumlah penggeledahan di Pemko Medan. (mimbar/budi)

mimbarumum.co.id – Ruang kerja Wali Kota Dzulmi Eldin digeledah penyidik KPK. Tidak hanya ruang kerja Eldin, sejumlah ruangan lainnya juga turut digeledah KPK.

Ada sekitar 10 orang penyidik KPK yang turun ke gedung Pemko Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Jumat (18/10/2019).

KPK bergerak menggeledah sejumlah ruangan yang ada di Pemko Medan yang didampingi Asisten Ekonomi Pemko Medan, Khairul Asnan. Ruangan yang digeledah ruangan Bagian Umum di lantai 1, Ruangan Subbag Protokoler yang berada di ruang basement Pemko Medan, lalu ruang Asisten Umum dan Ruang Wali Kota Medan di lantai 2.

Baca Juga : Tak Hanya Eldin, Anggota Dewan pun Melawat ke Jepang

Terlihat dalam penggeledahan tersebut ajudan Wali Kota Medan, Andika yang berstatus terperiksa ikut dibawa ke ruang Subbag Protokoler. Sampai saat ini KPK masih bergerak menggeledah sejumlah ruangan yang ada di Pemko Medan.

Seperti diketahui Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin tertangkap tangan berkaitan dengan dugaan penerimaan suap terkait proyek dan jabatan oleh Walikota Medan 2014-2015 dan 2016-2021. Walikota Medan menjadi Kepala Daerah yang ke-49 yang ditangkap tangan oleh KPK dan menjadi kegiatan tangkap tangan di Medan ini merupakan tangkap tangan yang ke-21 tahun ini.

Tidak hanya itu, kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan tujuh orang di Medan yaitu SFI (Syamsul Fitri Siregar, Kepala Sub Bagian Protokoler Kota Medan), IAN (Isa Ansyari, Kepala Dinas PUPR Kota Medan) APP (Aidiel Putra Pratama, Ajudan Wali Kota Medan, SSO (Sultan Solahudin, Ajudan Wali Kota Medan), AND (Andika, Ajudan Wali Kota Medan). (ml)

Pedagang Simpang Jodoh Geruduk Kantor Camat

pedagang simpang jodoh geruduk kantor camat
Sejumlah pedagang Simpang Jodoh menyampaikan sikapnya kepada Kepala Seksi Trantib Percut sei Tuan. (Mimbar/Andi)

mimbarumum.co.idPuluhan pedagang informal di kawasan Simpang Jodoh Pasar 7  Desa Bandar Klippah menggeruduk kantor Camat Percut Sei Tuan, Kamis (17/10/2019) pagi. 

Kedatangan para pedagang ini bermaksud untuk menolak keras surat edaran Camat Percut Sei Tuan tentang pembongkaran kios yang mereka anggap semena-mena.

Meski pagi itu cuaca tidak bersahabat dalam kondisi hujan deras, namun tidak menyurutkan niat langkah para pedagang untuk mendatangi kantor Camat tersebut.

Kurang lebih satu jam menunggu Camat yang tak kunjung menemui mereka, akhirnya para pedagang menemui Putra selaku Kepala Seksi Trantib Kecamatan Percut Sei Tuan. Kepada aparatur kecamatan itu, pedagang menegaskan penolakan mereka terhadap rencana pembongkaran kios yang sudah puluhan tahun berdiri di lokasi tersebut.

Baca Juga : Pedagang Simpang Jodoh Buat Aliansi Melawan SE Camat Percut Sei Tuan

Dewi selaku pedagang sepatu mengatakan, kedatangan para pedagang ini bermaksud ingin menyampaikan penolakannya terhadap pembongkaran kios tempat mereka berjualan. Pedagang beralasan, kios mereka bukanlah bangunan liar dan tidak berdiri di badan jalan kawasan itu.

“Kami menolak keras adanya pembongkaran kios kami. Apabila itu terjadi, kami siap untuk melakukan demo besar-besaran ke kantor Bupati Deliserdang,” ucapnya didampingi sejumlah pedagang lainnya.

Pedagang juga menyesalkan pihak kecamatan yang memaksa mereka membongkar bangunan kios dengan dalih akan adanya pelebaran jalan Simpang Jodoh.

Baca Juga : Ini Kata PU Deliserdang Soal Pelebaran Jalan Simpang Jodoh

Padahal, kata mereka, dalam pertemuan antara pedagang dengan pihak Dinas PUPR Deliserdang pada Senin (14/10/19) lalu di Aula Kantor Camat Percut Sei Tuan, dinas yang berwenang dalam persoalan jalan itu telah menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Deliserdang, pada tahun ini tidak akan melakukan pekerjaan pelebaran jalan.

“Kata mereka, cuman hanya pembetonan jalan dan drainase saja. Jadi untuk apa kios kami harus dibongkar,” ujarnya sembari kembali menegaskan bahwa kios bangunan milik mereka tidak berada di badan jalan, melainkan berdiri di atas lahan milik PTPN II.

Para pedagang itu juga memaparkan tentang bangunan kios yang kini mereka tempati untuk berjualan itu dibangun secara resmi, bahkan pihak pemerintah kabupaten bersama pemerintah kecamatan turut serta meletakkan batu pertama pembangunan kios pedagang itu.

“Kios ini dibangun setelah adanya rekomendasi atau saran dari kecamatan. Lalu pihak koperasi pun melakukan kerjasama dengan pihak PTPN II selaku pemilik lahan. Itu makanya berdiri bangunan kios kami itu,” ucap Rahmad selaku Sekretaris Koperasi Mekar Jaya yang turut hadir dalam pertemuan itu.

Baca Juga : Dewi Tak Bisa Tidur Nyenyak Gegara Surat Pak Camat PS

Para pedagang yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Simpang Jodoh itu mengaku heran dengan sikap Camat Percut Sei Tuan yang tetap memaksakan kehendak agar para pedagang mengosongkan kios dan membongkar bangunan, padahal keberadaannya tidak mengganggu pelaksanaan drainase dan pengecoran jalan.

Pedagang mencurigai ada kepentingan terselubung dari pihak-pihak tertentu sehingga kerap melakukan “teror pembongkaran kios” kepada para pedagang dengan cara memanfaatkan momentum rencana pembangunan jalan Simpang Jodoh.

Usai bertemu pihak kecamatan, para pedagang itupun meninggalkan kantor Camat dan kembali berjualan di kios masing-masing. Mereka mengaku siap mempertahankan hak-hak mereka dari upaya semena-mena oknum tertentu.

“Kami akan tolak kesewenang-wenangan itu. Kami juga akan melakukan aksi lebih besar ke Kantor Bupati dan Kantor DPRD Deliserdang jika Pak Camat tetap memaksakan kehendaknya,” kata pedagang. (An)

 

 

Meski Hujan Deras Upacara HUT Padangsidimpuan tetap Berlangsung

Wali Kota Irsan Efendi Nasution bertindak sebagai inspektur upacara di tengah guyuran hujan pada upacara HUT Padangsidimpuan. (mimbar/rizal)
Wali Kota Irsan Efendi Nasution bertindak sebagai inspektur upacara di tengah guyuran hujan pada upacara HUT Padangsidimpuan. (mimbar/rizal)

mimbarumum.co.id Meski hujan deras upacara HUT ke-18 Padangsidimpuan tetap berlangsung. Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, menjadi inspektur upacara di Stadion HM Nurdin Nasution terlihat dalam kondisi basah kuyup.

Camat Padangsidimpuan Batunadua Roni Gunawan Rambe ditunjuk menjadi komandan upacara juga terlihat sama. Genangan air terlihat jelas berada di tengah lapangan, namun upacara tetap dilanjutkan.

“Lapor upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kota Padangsidimpuan ke-18 tahun 2019 siap,” ucap Camat Padangsidimpuan Batunadua tersebut dengan lantang ditengah derasnya hujan.

Baca Juga : Sambut HUT Ke-18 Padangsidimpuan Camat Hutaimbaru Gelar Lomba Catur

Dalam pidato Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution menyebutkan dalam guyuran hujan ini Tuhan telah melimpahkan rezki di Kota Padangsidimpuan.

“Kita harus senantiasa mensyukuri nikmat yang diberikannya sehingga kita bisa sampai pada agenda penting bagi seluruh masyarakat Kota Padangsidimpuan pada puncak HUT ke 18 tahun usianya,” ujar Irsan.

Kat Irsan lagi, Guyuran hujan ini telah mengantarkan usia ke-18 Kota Padangsidimpuan dengan penuh nikmat syukur dengan ridho Illahi.

Usai melaksanakan upacara yang diikuti pelajar, para ASN, TNI dan Polri, Wali Kota Padangsidimpuan mendapat tepuk tangan. Upacara HUT Padangsidimpuan juga diisi dengan memberikan santunan pada anak yatim piatu, penyandang disabilitas, fakir miskin dan lain-lain. (zal)

Tak Hanya Eldin, Anggota Dewan pun Melawat ke Jepang

Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan, Musaddad Nasution saat di konfirmasi di Balai Kota. (mimbar/jepri)
Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan, Musaddad Nasution saat di konfirmasi di Balai Kota. (mimbar/jepri)

mimbarumum.co.idPerjalanan ke Jepang yang dilakukan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin bersama rombongan berserta anggota DPRD Medan untuk memenuhi undangan peringatan 30 tahun kerja sama Ichikawa dengan Kota Medan.

Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan, Musaddad Nasution saat ditemui di Balai Kota Medan, kemarin.

“Selama empat hari di sana sekitar pertengah Juli lalu,‎ ada sejumlah pertemuan dengan walikota dan DPRD setempat membahas hubungan kerja sama kedua kota,” kata Musaddad.

Baca Juga : Eldin Kena OTT, Pukulan Berat Bagus Kota Medan

Beberapa pertemuan itu, katanya, juga termasuk dalam rangkaian kerjasama yang sudah 30 tahun dilakukan. Hasil pertemuan itu, bilang Musaddad, pemerintah Ichikawa memberi bantuan baju tahan api.

Ditanya beberapa pejabat yang ikut dalam rombongan, semula Musaddad berupaya menghindar. Setelah sedikit didesak, mantan Kasatpol PP Kota Medan itu akhirnya menyerah.

“Ada beberapa kepala dinas (Kadis), yakni Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Iswar Lubis, Kepala Badan Pengelola Pajak dan
Retribusi Daerah (BPPRD) Suherman, istri Dzulmi Eldin Rita Maharani dan lainnya,” tutur Musaddad.

Disebutkan, dalam perjalanan itu ada juga beberapa anggota DPRD Kota Medan serta anak Dzulmi Eldin yang ikut. Namun
menurutnya, mereka di luar dari rombongan Pemko Medan.

“Ada memang ikut, tapi bukan bagian dari rombongan Pemko Medan. Anggota DPRD Medan itu rombongan yang lain, tetapi acaranya sama di Ichikawa, yang lainnya bukan bagian dari rombongan Pemko Medan,” pungkasnya. (jep)

Warga Pabrik Tenun Ini Dianiaya Didalam Mobil

JF saat dalam kondisi babak belur usai dianiaya pelaku perampokan. (mimbar/ist)
JF saat dalam kondisi babak belur usai dianiaya pelaku perampokan. (mimbar/ist)

mimbarumum.co.id – Warga Jalan Pabrik Tenun, Kecamatan Medan Petisah berinisial JF (30) dianiaya oleh pria tak dikenal di Jalan Thamrin, kemarin.

Walaupun tidak ada barang-barang yang hilang, namun akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian paha sebelah kiri dikarenakan digigit oleh pelaku. Korban juga mengalami luka tusuk di bagian paha dengan menggunakan obeng, tangan sebelah kiri, wajah dan leher korban membiru dikarenakan dicekik pelaku.

Kejadian itu bermula saat korban hendak berbelanja ke Pasar Ramai tepat dibelakang Thamrin Plaza. Sesampainya dilokasi, korban memarkirkan mobilnya. Sekembalinya dari belanja, saat masuk kedalam mobil, tiba-tiba pelaku berciri-ciri berbadan besar memakai kaos berwarna gelap masuk dari pintu belakang sebelah kiri mobil.

Baca Juga : Aniaya Mahasiswi, Anak Mantan Tokoh Partai Diciduk Pegasus

Didalam mobil, korban diancam dengan menggunakan obeng. Lalu Korban yang panik membuat pelaku menjadi beringas. Pelaku pun mengikat tangan korban dan memukul bagian wajah korban.

Tidak sampai disitu, pelaku kemudian menikam lengan korban di bagian tangan kiri. Beruntung bagi korban, atas perlawanannya itu warga pun mengetahuinya dan langsung membantu korban, sehingga pelaku ketakutan dan langsung melarikan diri.

“Kami kurang tahu percis gimana kejadiannya, namun kami melihat mobil korban goyang-goyang dan tiba-tiba korban keluar dari mobil dengan kondisi tangan terikat dan berteriak,” ujar salah seorang pekerja yang namanya enggan disebutkan.

Kemudian, pelaku yang mengetahui kedatangan massa langsung melarikan diri kearah Pasar Ramai. “Pelakunya langsung lari keluar mobil dengan kondisi buka baju ke dalam pasar,” jelasnya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu ALP Tambunan ketika dikonfirmasi membenarkan atas kejadian tersebut.

“Kita belum tahu gimana motifnya, saat ini korban di RS Columbia Medan. Korban juga belum membuat laporan,” ujarnya melalui pesan singkat Wahtsapp. (an)

Populer

Muslim Berang Pernyataan Akhyar Masyarakat Bebani Proposal Pejabat

mimbarumum.co.id - Pernyataan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution 'jangan bebani pejabat dengan proposal' terkait OTT KPK terhadap Dzulmi Eldin sontak membuat praktisi hukum...