FKIP Universitas Riau dan BRIN Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Bahasa dan Budaya Melayu Riau

Berita Terkait

mimbarumum.co.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau menjalin kemitraan strategis dengan Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas, Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagu upaya nyata menjawab tantangan pelestarian bahasa dan budaya Melayu Riau. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini ditandai dengan digelarnya Public Lecture bertajuk “Riset Bahasa Melayu Riau: Menjelajahi Potensi dan Menjawab Kebutuhan Pendidikan”, Rabu (3/12/2025) di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta.

Acara yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dibuka dengan sambutan oleh Ade Mulyanah, S.Pd., M.Hum., Kepala Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN. Dalam sambutannya, Ade menegaskan komitmen BRIN untuk mendukung riset-riset transformatif yang tidak hanya mendokumentasi, tetapi juga menjadi dasar kebijakan dan implementasi di lapangan. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi terobosan dalam mengatasi kesenjangan antara potensi akademik yang besar dengan implementasi yang masih lemah di ruang pendidikan.

Public lecture kemudian menghadirkan dua narasumber kunci. Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si., Dekan FKIP Universitas Riau, memaparkan tantangan konkret yang dihadapi, mulai dari penurunan penggunaan bahasa lokal, memudarnya tradisi lisan, hingga kebutuhan mendesak akan tenaga pengajar dan kurikulum muatan lokal budaya Melayu yang terstandarisasi untuk ribuan sekolah di Riau.

“Berdasarkan perhitungan, dibutuhkan setidaknya 539 guru khusus muatan lokal budaya Melayu Riau. Ini adalah kebutuhan yang sangat mendesak,” tegas Prof. Jimmi.

Lebih lanjut, Prof. Jimmi menjelaskan peran kritis FKIP UNRI yang telah menetapkan diri sebagai Pusat Keunggulan Pendidikan berbasis budaya Melayu, antara lain melalui program doktor, mata kuliah wajib umum budaya Melayu, dan kolaborasi riset aktif.

“Kami melihat peluang riset yang sangat besar, mulai dari kajian bahasa dan sastra hingga pedagogi, yang dapat langsung menjawab kebutuhan daerah,” ujarnya.

Narasumber kedua, Dr. Fatmawati Adnan, M.Pd., Peneliti Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN, menyoroti perlunya pergeseran paradigma riset. “Bahasa Melayu Riau bukan sekadar alat komunikasi, tetapi modal kultural, epistemik, dan historis. Ia adalah akar bahasa Indonesia modern,” kata Fatmawati. Namun, potensi akademik yang kaya ini belum berbanding lurus dengan implementasi di dunia pendidikan dan kebijakan.

Fatmawati menegaskan, peran riset harus bergerak dari deskripsi menuju transformasi. Riset harus mampu menghasilkan produk strategis seperti kurikulum muatan lokal yang bermakna, bahan ajar kontekstual, model pembelajaran inovatif, serta dasar bagi regulasi pelindungan bahasa.

“Riset bahasa adalah jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang berdaulat secara budaya,” ucapnya, mengutip Tenas Effendy.

Melalui kerja sama ini, kedua institusi berkomitmen mengembangkan riset kolaboratif interdisipliner. Tujuannya adalah menghadapi ancaman kepunahan bahasa, memperkuat posisi Riau sebagai pusat riset Melayu, meningkatkan kualitas publikasi, serta yang terpenting, menghasilkan kurikulum dan model pembelajaran muatan lokal budaya Melayu Riau yang siap pakai untuk jenjang SD hingga SMA/SMK.

Kolaborasi FKIP UNRI dan BRIN diharapkan dapat menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terpeliharanya bahasa Melayu Riau sebagai bahasa yang hidup dan adaptif, menguatnya identitas budaya generasi muda, serta menjadikan sekolah sebagai pusat pewarisan budaya, sehingga Riau dapat tampil sebagai pusat kebudayaan Melayu modern di Indonesia.

Acara yang juga disiarkan secara daring via Zoom ini dihadiri oleh akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan mahasiswa, menandai langkah awal yang konkret dalam upaya sistematis melestarikan warisan budaya Nusantara.

• Suyadi San

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Kepala SMAN 13 Medan Apresiasi Kadisdiksu Motivasi Siswa TKA

mimbarumum.co.id - Kepala SMA Negeri 13 Medan Hj Fauziah Hasibuan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kepala Dinas...