mimbarumum.co.id – Pemain PSMS Medan, Erwin Gutawa, berharap agar kinerja wasit di ajang Pegadaian Championship 2025 dapat diperbaiki, terutama setelah keputusan VAR (Video Assistant Referee) yang dianggap merugikan timnya saat menghadapi Garudayaksa FC, pemuncak klasemen Grup A.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Sumut, Deli Serdang, pada Jumat (31/10/2025) itu berakhir dengan kekecewaan bagi kubu Ayam Kinantan.
Erwin Gutawa mengaku keputusan VAR mengenai insiden handball membuat mental para pemain sempat turun di tengah laga.
“Harapannya mudah-mudahan wasit ke depannya diperbaiki kinerjanya. Mengenai tadi yang handball, kalau memang wasit menyatakan handball betul-betul, ya datang ke VAR, datang. Tapi wasit tidak, dia cuma menunggu jawaban. Nah, itu yang bikin kami kecewa,” ujar Erwin dengan nada kecewa.
“Mudah-mudahan ke depannya jangan terulang seperti ini. Kami sudah memberikan segalanya di lapangan, tapi keputusan wasit justru yang memutuskan hasil kami,” tambahnya.
Sementara itu, asisten pelatih PSMS Medan, Welliansyah, turut memberikan tanggapan atas hasil yang belum maksimal tersebut. Ia menilai para pemain sudah berjuang keras, namun situasi di lapangan, termasuk keputusan penalti lewat VAR, cukup memengaruhi konsentrasi tim.
“Anak-anak sudah bekerja keras tapi hasil belum maksimal. Semua kita tahu sepak bola itu bagaimana. Pertama, kita sudah bermain sangat baik. Tapi saat kejadian penalti tadi, mental pemain langsung anjlok,” ungkap Welliansyah.
“Babak kedua kami sudah bangkit, tapi ini hasilnya. Saya nggak bisa mengomentari masalah wasit. Mudah-mudahan kita akan melakukan evaluasi dan bersiap untuk laga away ke Bekasi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Welliansyah juga menyoroti proses pengambilan keputusan VAR yang dinilai terlalu lama.Menurutnya, hal itu menunjukkan sistem VAR di kompetisi belum diterapkan secara maksimal.
“Kasus handball yang kedua itu sudah berjalan beberapa menit, VAR melakukan review lama. Kita nggak tahu, rule-nya seperti apa,” ujarnya.
Selain itu, ia menjelaskan kondisi Barata, salah satu pemain PSMS, yang tampil kurang fit akibat infeksi pada pahanya.
“Berata ada benjolan di paha, kelihatannya ada infeksi. Tadi malam dia juga demam, tapi tetap bertanggung jawab turun ke lapangan. Itu jadi pelajaran bagi kami,” kata Welliansyah.
Dengan hasil ini, PSMS Medan bertekad melakukan evaluasi menyeluruh sebelum melakoni laga tandang berikutnya ke Bekasi. Tim berharap ke depan tidak lagi dirugikan oleh keputusan-keputusan kontroversial wasit maupun penggunaan VAR.
Reporter: Dzaky


