DPRD Deliserdang Dinilai Mandul: Aspirasi Rakyat Terabaikan

Berita Terkait

Kalau bupati dianggap tak mampu bekerja maksimal, DPRD Deliserdang mestinya bisa jadi pengimbang. Tugas mereka jelas, mengawasi jalannya pemerintahan, memperjuangkan suara rakyat, dan memastikan anggaran benar-benar untuk kepentingan publik. Tapi yang terjadi, gedung dewan di Lubukpakam lebih sering jadi tempat sidang formalitas ketimbang gelanggang memperjuangkan aspirasi rakyat.

Coba tanya warga Tembung yang tiap hari terjebak macet. Pernahkah ada anggota dewan yang benar-benar turun, merasakan sesaknya jalan dan juga tentang bahayanya tawuran? Atau pedagang pasar yang kehilangan rezeki karena banjir, adakah dewan yang datang mendengar keluhan mereka? Yang terdengar justru gosip kunjungan kerja ke luar daerah, rapat paripurna yang hambar, dan janji-janji kosong setiap kampanye.

Seorang ibu rumah tangga di Pasar V Tembung berkata lirih, “Kalau hujan, rumah kami kebanjiran. Pernah kami lapor ke dewan lewat reses, tapi habis itu tak ada kabar. Hanya janji.” Kalimat sederhana itu sudah cukup menunjukkan jurang antara rakyat dengan wakilnya.

DPRD seharusnya menjadi corong rakyat, bukan corong bupati. Kalau dewan hanya sibuk menyetujui apa pun yang diajukan pemerintah tanpa kritis, lalu untuk apa kursi itu ada? Jangan salahkan kalau rakyat mulai menyebut mereka: “Dewan tidur, rakyat menderita.”
Islam mengajarkan bahwa setiap jabatan adalah amanah.

Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah seorang pemimpin memimpin rakyat, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah haramkan baginya surga.” (HR. Bukhari-Muslim). Berat sekali ancaman itu, dan seharusnya mengguncang hati setiap pejabat publik.

Dewan tak boleh lagi menutup telinga. Aspirasi rakyat bukan sekadar bahan laporan reses untuk pencitraan. Itu jeritan hidup yang nyata, dari jalan rusak, banjir, macet, hingga pendidikan anak-anak yang terabaikan. Bila DPRD tetap bungkam, jangan kaget bila rakyat mulai memandang kursi dewan hanya sekadar simbol kosong, tak lebih dari pajangan di gedung megah.

Tulisan ni sudah terbit di edisi cetak Koran Mimbar Umum dan paltform e-paper https://www.myedisi.com/mimbarumum dengan judul : DPRD Deliserdang: Dewan Tak Becus Dengar Rakyat

Tinggalkan Balasan

spot_img

Berita Pilihan

Kalau Rakyat Masih Takut Berhadapan dengan Polisi, Apa yang Berubah?

Kita sering membicarakan polisi dari atas. Kapolri. Kapolda. Jenderal. Mutasi. Jabatan. Kekuasaan. Tetapi rakyat mengenal polisi dari bawah. Dari...