mimbarumum.co.id – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Dr. Romo H.R. Muhammad Syafii, S.H., M.H. meresmikan penggunaan Gedung Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Medan, Rabu petang (19/2/25), setelah mengalami perenovasian yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui Program Kemaslahatan.
Dalam sambutannya, Wamenag yang juga pernah berkecimpung di kompleks gedung HMI Kota Medan ini menyampaikan harapan besarnya kepada kader dan pengurus Korps Alumni HMI (KAHMI) dan HMI.
“Gedung yang sudah direnovasi dan direvitalisasi ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk perkaderan HMI dan mendukung seluruh aktivitas HMI, baik Cabang dan Badko dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai organisasi mahasiswa, organisasi kader, dan organisasi perjuangan,” katanya.
Gedung yang terletak di Jalan Adinegoro Nomor 15 itu sudah banyak mengalami penurunan fungsi sejak pertama kali dibangun pada tahun 1980, sehingga memerlukan upaya renovasi dan revitalisasi guna mendukung proses pengaderan anggota HMI.
Program renovasi dan revitalisasi ini meliputi pembangunan ulang musala menjadi masjid, pembangunan 3 ruangan asrama, renovasi gedung Student Center (SC) pada bagian atap, lantai, dan
pengecatan dinding. Selain itu, renovasi Gedung Insan Cita berupa pengecatan, pembuatan toilet,fasilita dan penyekatan ruang kantor di lantai 2.
Peresmian gedung tersebut turut dihadiri Ketua KAHMI Medan Delyuzar beserta jajaran pengurus dan segenap mantan aktivis HMI semasa berkiprah di sini. Dalam program ini, BPKH juga memberikan kelengkapan furniture berupa kursi dan meja untuk seluruh ruangan, ranjang tidur pada bagian asrama serta pemasangan Air Conditoner (AC) sebanyak 12 unit pada empat bagian gedung.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf pada peresmian gedung menyebutkan, hasil renovasi dan revitalisasi Gedung Insan Cita HMI adalah titipan umat Islam Indonesia untuk HMI. “Titipan tersebut harus digunakan, dirawat, dan dijaga dengan baik serta penuh tanggung jawab,” katanya.
Dia juga mengatakan, penggunaan seluruh fasilitas yang ada, seperti masjid, Student Centre, dan Gedung Insan Cita HMI di Adinegoro 15 (Alimbas), bertujuan untuk mendukung perkaderan dan aktivitas organisasi HMI, pusat aktivitas Keluarga Besar HMI, dan sebagai sarana pengembangan dakwah dan kemaslahatan umat Islam Indonesia.
Program Kemaslahatan BPKH merupakan program sosial dari BPKH yang sumber pembiayaannya dari nilai manfaat pengelolaan investasi Dana Abadi Umat (DAU). Menurut Yusuf, terdapat tujuh asnaf dalam program kemaslahatan BPKH, yakni kebutuhan sarana dan orasarana ibadah, ekonomi umat, kesehatan, pelayanan ibadah haji, pendidikan dakwah, sosial keagamaan, dan tanggap
darurat bencana.
• Suyadi San


